Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Malaysia Klaim Blok Ambalat, DPR Desak Kemlu Bertindak Tegas

Malaysia menyebut Blok Ambalat sebagai Laut Sulawesi; DPR minta komitmen pengelolaan bersama dijalankan secara konkret untuk jaga kedaulatan.
ErickaEricka8 Agustus 2025 Global
KRI Bima Suci di Perairan Ambang Batas Laut (Ambalat), Nunukan, Kalimantan Utara
KRI Bima Suci di Perairan Ambang Batas Laut (Ambalat), Nunukan, Kalimantan Utara (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pernyataan resmi Pemerintah Malaysia yang menyebut wilayah Blok Ambalat sebagai bagian dari Laut Sulawesi memicu respons keras dari Komisi I DPR RI. Anggota Komisi I, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI segera memberikan tanggapan resmi demi mencegah ketegangan yang lebih luas terkait wilayah yang masih dalam status sengketa antara kedua negara.

Menurut Hasanuddin, penyebutan sepihak tersebut berisiko menimbulkan ketegangan baru di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Ia mengingatkan bahwa penyelesaian sengketa wilayah harus tetap mengacu pada hukum internasional, dan menghindari langkah-langkah yang bersifat sepihak atau provokatif.

“Hal ini penting untuk mencegah, agar situasi tidak semakin simpang-siur dan menjadi eskalasi yang kontraproduktif terhadap kestabilan kawasan,” kata Hasanuddin saat dihubungi Jumat (8/8/2025).

Hasanuddin juga menegaskan bahwa dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada 29 Juli lalu, kedua kepala negara telah menyatakan komitmen untuk mengedepankan pengelolaan bersama atau joint development di wilayah yang masih disengketakan tersebut.

“Ini komitmen penting dan serius, harus konsisten dijalankan kedua negara. Kita tunggu apa langkah-langkah konkrit yang akan dilakukan pemerintah terkait joint development tersebut,” ujarnya.

Pernyataan kontroversial Malaysia tersebut muncul melalui siaran resmi dari Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra), yang menyatakan bahwa blok ND-6 dan ND-7—yang termasuk dalam wilayah Ambalat—akan disebut sebagai bagian dari Laut Sulawesi. Klaim ini diperkuat dengan penyampaian Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, di hadapan parlemen negaranya beberapa waktu lalu.

Meski belum disertai aksi fisik atau pelanggaran wilayah, penyebutan sepihak ini tetap dianggap sensitif dan berpotensi memicu ketegangan baru di tengah upaya kedua negara memperbaiki hubungan bilateral, terutama dalam hal kerja sama maritim dan pengelolaan sumber daya alam.

Blok Ambalat sendiri merupakan wilayah kaya minyak dan gas yang terletak di Laut Sulawesi, di perbatasan antara wilayah Kalimantan Utara dan Sabah. Sengketa wilayah ini telah berlangsung sejak awal 2000-an dan beberapa kali menimbulkan ketegangan militer di laut.

Komisi I DPR memastikan akan terus mengawal setiap langkah diplomatik dan menekankan pentingnya pendekatan damai, namun tetap tegas dalam menjaga kepentingan dan kedaulatan Indonesia.

Blok Ambalat Komisi I DPR Konflik Perbatasan Laut Sulawesi Malaysia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKejagung Kerahkan Kejari Seluruh Indonesia Usut Kasus Chromebook
Next Article Ambalat Masih Diperdebatkan, Perundingan Masuk Putaran 43

Informasi lainnya

Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia

23 Januari 2026

Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei

27 Desember 2025

Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman

9 Desember 2025

Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa

11 November 2025

Megawati Serukan Dunia Bersatu Dukung Palestina Merdeka

1 November 2025

Timor Leste Resmi Bergabung ke ASEAN pada KTT Kuala Lumpur

26 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Keutamaan Shalat Berjamaah 40 Hari Berturut-Turut

Islami Ericka

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

Argumen Alfi Salamah

Polres Sampang Kecolongan

Editorial Udex Mundzir

Provokator di Balik Api Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Musik AI Tanpa Hak Cipta

Gagasan Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.