Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Malaysia Klaim Blok Ambalat, DPR Desak Kemlu Bertindak Tegas

Malaysia menyebut Blok Ambalat sebagai Laut Sulawesi; DPR minta komitmen pengelolaan bersama dijalankan secara konkret untuk jaga kedaulatan.
ErickaEricka8 Agustus 2025 Global
KRI Bima Suci di Perairan Ambang Batas Laut (Ambalat), Nunukan, Kalimantan Utara
KRI Bima Suci di Perairan Ambang Batas Laut (Ambalat), Nunukan, Kalimantan Utara (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pernyataan resmi Pemerintah Malaysia yang menyebut wilayah Blok Ambalat sebagai bagian dari Laut Sulawesi memicu respons keras dari Komisi I DPR RI. Anggota Komisi I, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI segera memberikan tanggapan resmi demi mencegah ketegangan yang lebih luas terkait wilayah yang masih dalam status sengketa antara kedua negara.

Menurut Hasanuddin, penyebutan sepihak tersebut berisiko menimbulkan ketegangan baru di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Ia mengingatkan bahwa penyelesaian sengketa wilayah harus tetap mengacu pada hukum internasional, dan menghindari langkah-langkah yang bersifat sepihak atau provokatif.

“Hal ini penting untuk mencegah, agar situasi tidak semakin simpang-siur dan menjadi eskalasi yang kontraproduktif terhadap kestabilan kawasan,” kata Hasanuddin saat dihubungi Jumat (8/8/2025).

Hasanuddin juga menegaskan bahwa dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada 29 Juli lalu, kedua kepala negara telah menyatakan komitmen untuk mengedepankan pengelolaan bersama atau joint development di wilayah yang masih disengketakan tersebut.

“Ini komitmen penting dan serius, harus konsisten dijalankan kedua negara. Kita tunggu apa langkah-langkah konkrit yang akan dilakukan pemerintah terkait joint development tersebut,” ujarnya.

Pernyataan kontroversial Malaysia tersebut muncul melalui siaran resmi dari Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra), yang menyatakan bahwa blok ND-6 dan ND-7—yang termasuk dalam wilayah Ambalat—akan disebut sebagai bagian dari Laut Sulawesi. Klaim ini diperkuat dengan penyampaian Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, di hadapan parlemen negaranya beberapa waktu lalu.

Meski belum disertai aksi fisik atau pelanggaran wilayah, penyebutan sepihak ini tetap dianggap sensitif dan berpotensi memicu ketegangan baru di tengah upaya kedua negara memperbaiki hubungan bilateral, terutama dalam hal kerja sama maritim dan pengelolaan sumber daya alam.

Blok Ambalat sendiri merupakan wilayah kaya minyak dan gas yang terletak di Laut Sulawesi, di perbatasan antara wilayah Kalimantan Utara dan Sabah. Sengketa wilayah ini telah berlangsung sejak awal 2000-an dan beberapa kali menimbulkan ketegangan militer di laut.

Komisi I DPR memastikan akan terus mengawal setiap langkah diplomatik dan menekankan pentingnya pendekatan damai, namun tetap tegas dalam menjaga kepentingan dan kedaulatan Indonesia.

Blok Ambalat Komisi I DPR Konflik Perbatasan Laut Sulawesi Malaysia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKejagung Kerahkan Kejari Seluruh Indonesia Usut Kasus Chromebook
Next Article Ambalat Masih Diperdebatkan, Perundingan Masuk Putaran 43

Informasi lainnya

Dubes Rusia Sampaikan Pesan Damai Saat Iftar di Istiqlal

15 Maret 2026

AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

12 Maret 2026

Siklon Tropis NURI Picu Hujan Lebat di Indonesia Timur

11 Maret 2026

Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia

23 Januari 2026

Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei

27 Desember 2025

Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman

9 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Hati-Hati dengan Doa Keburukan

Islami Udex Mundzir

Menjaga Privasi: Kunci Hidup Damai dan Bebas Drama

Daily Tips Assyifa

Pemblokiran Rekening Tanpa Akal

Editorial Udex Mundzir

Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining

Islami Alfi Salamah

Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi