Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Megawati Serukan Dunia Bersatu Dukung Palestina Merdeka

Dari pusara Bung Karno di Blitar, semangat Dasa Sila Bandung kembali menggema untuk keadilan Palestina.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati1 November 2025 Global
Megawati Serukan Dunia Bersatu Dukung Palestina Merdeka
Megawati Soekarnoputri (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Blitar – Dalam suasana khidmat di Kompleks Makam Bung Karno, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerukan kepada dunia untuk bersatu mendukung kemerdekaan penuh bagi Palestina. Seruan itu disampaikannya pada seminar internasional memperingati 70 tahun Konferensi Asia–Afrika (KAA) yang digelar di Auditorium Sukarno, Blitar, Jawa Timur, pada Sabtu (1/11/2025).

Megawati menegaskan bahwa semangat Dasa Sila Bandung, yang lahir dari KAA 1955, belum benar-benar terwujud selama Palestina belum merdeka secara utuh. Menurutnya, cita-cita Bung Karno tentang kemerdekaan sejati bagi bangsa-bangsa tertindas masih menjadi utopia jika dunia abai terhadap penderitaan rakyat Palestina.

“Saya selalu bertanya kepada para pemimpin Asia–Afrika, apa yang telah dihasilkan dari Dasa Sila Bandung bagi negerimu? Banyak memang yang sudah merdeka, tetapi kemerdekaan yang hakiki seperti yang diinginkan Bung Karno, apakah betul telah terlaksana?” ujar Megawati di hadapan peserta dari 32 negara.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya isu politik, tetapi juga panggilan moral dan kemanusiaan universal yang diwariskan langsung dari Presiden pertama RI, Soekarno. “Palestina harus berdaulat dan merdeka secara penuh, tidak ada tawar menawar,” tambahnya.

Pernyataan itu memperkuat posisi Indonesia yang selama ini konsisten membela Palestina di berbagai forum internasional, termasuk PBB dan Global Civilization Dialogue di Beijing pada Juli 2025, yang juga dihadiri Megawati. Menurutnya, Indonesia harus tetap berada di garis depan perjuangan diplomatik global demi kemerdekaan Palestina.

Dalam pandangan Megawati, Konferensi Asia Afrika tidak sekadar tonggak diplomatik masa lalu, tetapi manifesto moral dunia yang masih relevan di tengah krisis kemanusiaan, ketimpangan ekonomi, dan konflik geopolitik yang terus meningkat. “KAA adalah simbol paling kuat dari visi internasional Bung Karno. Dunia harus kembali menghidupkan semangatnya untuk membangun tata dunia yang lebih adil dan berkelanjutan,” ujarnya dengan tegas.

Megawati juga mengingatkan agar semangat solidaritas Asia Afrika tidak berhenti sebagai narasi historis. Ia menekankan bahwa semangat itu perlu diterjemahkan dalam kerja sama konkret untuk menghadapi tantangan baru seperti perubahan iklim, kesenjangan global, dan neokolonialisme digital yang kian nyata di era modern.

“Jadi bagi saya, tolonglah jika kita bisa membuat pikiran kita futuristik ke masa depan. Kita harus bersama lagi untuk mewujudkannya. Karena jika tidak kita bersatu, saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” tutur Megawati, menutup pidatonya di hadapan para akademisi dan peneliti.

Acara bertajuk Commemorative Seminar of the 70th Anniversary of the 1955 Bandung Asian–African Conference: Bung Karno in a Global History ini menjadi refleksi penting tentang arti solidaritas dan kemerdekaan sejati di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Dengan gema pesan dari Blitar itu, Megawati seolah menghidupkan kembali suara Bung Karno: bahwa kemerdekaan bagi satu bangsa tak akan sempurna sebelum semua bangsa merdeka.

Blitar Konferensi Asia Afrika Megawati Soekarnoputri Palestina Merdeka Politik Global
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKehadiran Prabowo di Kongres Projo, Akan Menegaskan Dirinya “Termul”
Next Article Gempa 6,1 Guncang Maluku Utara, Warga Sempat Panik tapi Tak Berpotensi Tsunami

Informasi lainnya

Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia

23 Januari 2026

Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei

27 Desember 2025

Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman

9 Desember 2025

Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa

11 November 2025

Timor Leste Resmi Bergabung ke ASEAN pada KTT Kuala Lumpur

26 Oktober 2025

Trump Resmikan Fase Dua Kesepakatan Gencatan Gaza

15 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Idulfitri Momen Kembali Kepada Kesucian dan Memperkuat Toleransi

Islami Alfi Salamah

Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret

Islami Assyifa

Integritas di Balik Gelar Akademik

Editorial Udex Mundzir

Rombak Kabinet, Reformasi Aparat

Editorial Udex Mundzir

Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi

Profil Silva
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.