Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir

Perubahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Ramadan memicu kritik, ahli gizi khawatir anak-anak terbiasa dengan makanan ultraproses.
AssyifaAssyifa10 Maret 2025 Kesehatan
Perubahan menu MBG Ramadan makanan instan
Perubahan menu MBG Ramadan makanan instan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai kritik setelah mengganti menu berbasis makanan segar dengan produk instan seperti roti dan sereal. Perubahan ini dianggap berisiko menanamkan pola pikir keliru kepada anak-anak tentang makanan sehat.

Ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, menilai bahwa pembagian makanan ultraproses (UPF) di sekolah dapat membuat anak-anak menganggap produk instan sebagai pilihan sehat.

“Jika produk ultraproses dibagikan di sekolah, anak akan berpikir ini adalah asupan sehat. Mereka bisa menganggapnya sebagai pengganti sarapan, padahal jauh dari konsep makanan bergizi berbasis kearifan lokal,” ujarnya dalam unggahan di media sosial, dikutip Senin (10/3/2025).

Dr. Tan menekankan bahwa konsumsi makanan kemasan secara rutin dapat membentuk kebiasaan jangka panjang yang tidak sehat. Ia khawatir anak-anak akan mengabaikan makanan segar seperti telur atau buah karena lebih terbiasa dengan rasa makanan olahan yang cenderung lebih adiktif.

“Kandungan gula dan bahan tambahan dalam makanan ultraproses membuat rasanya lebih kuat. Jika terus dikonsumsi, anak-anak bisa kehilangan ketertarikan pada makanan alami yang lebih sehat,” tambahnya.

Tak hanya berdampak pada anak, dr. Tan juga mengingatkan bahwa perubahan menu ini dapat membingungkan masyarakat secara luas.

“Publik bisa jadi sesat pikir. Mereka akan mengira produk ultraproses baik-baik saja, padahal banyak penelitian menunjukkan keterkaitannya dengan berbagai masalah kesehatan,” tegasnya.

Sebagai solusi, dr. Tan menyarankan agar dapur MBG yang dikelola langsung oleh BGN tetap menyajikan makanan berbasis bahan segar dan kearifan lokal.

“Daripada memberikan makanan kemasan, dapur MBG bisa menyediakan menu berbuka yang lebih sehat seperti lemper, arem-arem, semar mendem, atau kroket. Ini lebih bernutrisi, halal, dan thayib tanpa bahan tambahan pabrikan,” ujarnya.

Kritik terhadap perubahan menu MBG ini semakin kuat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan dampak negatif makanan ultraproses. BGN diharapkan dapat mengevaluasi kembali kebijakan ini agar tidak mengorbankan kesehatan anak-anak dalam jangka panjang.

Badan Gizi Nasional Kesehatan Anak Makanan Instan MBG Ramadan Pola Makan Sehat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSistem “Si Mata Pejuang” Perkuat Daya Tarik Wisata Sangasanga
Next Article Kemenhub: Indonesia Airlines Belum Ajukan Izin Operasi

Informasi lainnya

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

28 November 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

15 November 2025

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

15 November 2025
Paling Sering Dibaca

Coba Vaksin? Wakil Rakyat Dulu!

Editorial Udex Mundzir

Tren Global dan Peran Strategis Laporan Keberlanjutan

Bisnis Alfi Salamah

Menjelajahi Dunia Cookies yang Tak Bisa Ditolak

Food Alfi Salamah

Bahlil Membuat Gaduh, Lalu Berlagak Penyelamat

Editorial Udex Mundzir

Jurnalisme di Bawah Bayang Algoritma

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.