Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 26 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan

Defisit Rp20 triliun BPJS Kesehatan di 2024 menimbulkan kekhawatiran soal keberlanjutan layanan kesehatan.
SilvaSilva11 Januari 2025 Kesehatan
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay (.ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah segera mengantisipasi potensi defisit BPJS Kesehatan yang diproyeksikan mencapai Rp20 triliun di tahun 2024. Menurutnya, tanpa langkah strategis, defisit ini dapat berlanjut dan bahkan memicu gagal bayar dalam jangka panjang.

Saleh menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama defisit adalah meningkatnya jumlah pasien yang memanfaatkan layanan BPJS di rumah sakit, seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap program ini. Namun, tingginya tingkat pemanfaatan tersebut tidak diimbangi dengan disiplin pembayaran iuran oleh peserta.

“Semakin banyak pasien yang datang, semakin besar pula biaya yang harus dibayarkan ke rumah sakit. Sementara itu, banyak peserta BPJS yang tidak membayar iuran secara rutin, sehingga menambah beban keuangan,” jelas Saleh di Jakarta, Sabtu (11/01/2025).

Ia juga menyebut adanya rencana pemerintah untuk menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan pada Juli 2025 sebagai solusi defisit. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah ini dapat memicu gejolak di masyarakat, terutama karena kemampuan ekonomi banyak peserta masih terbatas.

Saat ini, iuran BPJS Kesehatan adalah Rp150.000 untuk kelas 1, Rp100.000 untuk kelas 2, dan Rp42.000 untuk kelas 3 (Rp7.000 di antaranya disubsidi pemerintah). Menurut Saleh, kenaikan iuran harus disertai dengan kajian mendalam untuk memastikan kebijakan tersebut efektif mengatasi defisit tanpa memberatkan masyarakat.

“Apakah ada jaminan bahwa kenaikan iuran ini dapat mengatasi defisit jangka panjang? Jangan sampai solusi ini malah menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

Saleh juga mengapresiasi kinerja BPJS Kesehatan yang berhasil meningkatkan jumlah peserta hingga lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama, meskipun menghadapi kendala anggaran.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk menemukan solusi strategis yang dapat menjaga stabilitas program BPJS tanpa memberatkan rakyat.

“Kita harus memastikan layanan BPJS Kesehatan tetap optimal, dan ini membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah, BPJS, dan fasilitas kesehatan,” tutup Saleh.

BPJS Kesehatan Defisit Anggaran Iuran BPJS Komisi VII DPR Layanan Kesehatan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleFraksi PKS Bahas Aspirasi Rakyat Kaltim di Balikpapan
Next Article Jepang Kirim Tim Ahli untuk Dukung Program Gizi di Indonesia

Informasi lainnya

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026

Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

11 Februari 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

10 Februari 2026

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

28 November 2025
Paling Sering Dibaca

Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan

Editorial Udex Mundzir

PLN Targetkan 1.100 SPKLU Baru untuk Dukung Kendaraan Listrik 2025

Techno Silva

Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Editorial Udex Mundzir

Bahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar

Techno Silva

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

Layanan Legalisasi Apostille, Langkah Terbaru Ditjen AHU

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor