Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tujuh Desa di Perbatasan Indonesia-Malaysia Nikmati Listrik 24 Jam Berkat PLN

Selain lebih mahal karena harus membeli BBM, kami juga repot karena mesti memelihara genset. Kalau pakai listrik PLN, sangat mudah, semua tinggal pakai saja
Adit MusthofaAdit Musthofa17 Juli 2023 Daerah
listrik 24 jam pln
Petugas PLN seusai menyambungkan listrik di rumah warga di Sei Manggaris, Nunukan, Kalimantan Utara, awal Juli 2023. (antara/-PLN Kaltim)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Balikpapan – Sebanyak tujuh desa di perbatasan Indonesia-Malaysia telah berhasil mendapatkan pasokan listrik dari PLN pada bulan Juli 2023, dan sekarang semua desa tersebut menikmati listrik selama 24 jam setiap harinya.

“Untuk Provinsi Kalimantan Utara, hingga Juni 2023 sudah ada tujuh desa yang berhasil kita tingkatkan operasional jam nyalanya menjadi 24 jam. Ketujuh desa itu tersebar di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bulungan yakni Desa Naha Aya, Lepak Aru, dan Long Pari, di Kabupaten Tana Tidung yaitu Tengku Dacing, dan di Nunukan,” rinci General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Joice Lanny Wantania, Minggu (16/7/2023).

Desa Sekaduyun Taka, Tabur Lestari, dan Semaja baru dua pekan ini resmi mendapat listrik 24 jam dari PLN. Tidak kurang dari 500 kepala keluarga atau 2500 jiwa mendiami ketiga desa tersebut, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kesultanan Sabah, bagian dari Federasi Malaysia.

Ketiga desa berada dalam administrasi Kecamatan Sei Manggaris, bagian Kabupaten Nunukan di daratan Kalimantan yang terdekat dengan ibukota kabupaten di Pulau Nunukan.

Joice berharap masuknya listrik di daerah ini dapat mendorong segala sektor kehidupan seperti ekonomi, sosial, pendidikan dan sektor pendukung lainnya yang bergantung pada listrik menjadi lebih baik dan lebih maju lagi.

Sekretaris Desa Sekaduyan Taka, Tarto (37) menjelaskan bahwa saat menggunakan genset untuk menghasilkan listrik, dalam sebulan, setiap warga bisa mengeluarkan biaya lebih dari Rp2 juta untuk ongkos membeli bahan bakar minyak (BBM). Setelah ada listrik PLN, warga cukup mengeluarkan biaya Rp300 ribu bayar rekening listrik.

“Selain lebih mahal karena harus membeli BBM, kami juga repot karena mesti memelihara genset. Kalau pakai listrik PLN, sangat mudah, semua tinggal pakai saja,” kata Tarto.

Pada kesempatan itu juga GM Joice menambahkan, bahwa program melistriki desa-desa terluar, terpencil, dan terdepan (daerah 3T) ini bisa dikerjakan PLN dengan dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN),

PMN memungkinkan tantangan melistriki desa-desa atau kampung terpencil bisa dikerjakan. Daerah 3T, dengan aksesnya yang jauh atau juga sulit, dengan jumlah penduduk sedikit, maka tidak akan bisa menguntungkan bila dihitung dari segi bisnis. Menurut perhitungan PLN, diperlukan biaya antara Rp25-45 juta untuk melistriki satu rumah di daerah 3T, sementara biaya sambungan baru untuk 2200 watt di kota bisa kurang dari Rp4 juta.

“Tapi kita kan tidak melulu bisnis cara berpikirnya. Ada juga keadilan sosial. Di sinilah negara hadir dengan PMN itu,” jelas GM Joice.

Maka PLN mengalokasikan PMN Rp10 triliun pada 2023 ini untuk membangun pembangkit berbasis energi baru terbarukan, Rp3,8 triliun untuk pembangunan transmisi dan distribusi, dan Rp4,5 triliun lagi untuk jaringan distribusi hingga rumah warga di desa sasaran.

“Dengan dukungan yang luar biasa dari pemerintah melalui PMN, kami berharap energi berkeadilan bisa terwujud bagi seluruh masyarakat terutama mereka yang ada di daerah terluar, terpencil, dan terdepan,” demikian Joice.

Berita Kaltim Listrik PLN
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKKHI Madinah Melaksanakan MCU untuk Jamaah Risti
Next Article Tunda Pilkada Serentak 2024? Keputusan Bergantung Kesiapan KPU RI dan Polri

Informasi lainnya

25 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Terus Cari Korban Longsor Cisarua

26 Januari 2026

Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

24 Januari 2026

Longsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari

24 Januari 2026

Darurat Bencana Ditetapkan, Longsor Pasirlangu Telan Banyak Korban

24 Januari 2026

Kak Mashuri Pimpin Kwartir Ranting Tellu Siattinge 2026-2029

22 Januari 2026

Pramuka Tellu Siattinge Satukan Langkah Lewat Musyawarah Ranting

22 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

APBS Siapkan Santri Jadi Pengusaha Tangguh

Bisnis Ericka

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah

Sensasi Tak Terlupakan Menginap Bersama Keluarga di Mercure & Ibis Samarinda

Travel Alwi Ahmad

Bukan Sekadar Angka Kemiskinan

Editorial Udex Mundzir

Alibi Efisiensi, Pilkada Tetap Harus Langsung

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.