Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Rapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 8 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PM Australia Tegas Tanggapi Kritik Netanyahu soal Pengakuan Palestina

Anthony Albanese membalas kecaman PM Israel dan tetap pada rencana mengakui negara Palestina.
ErickaEricka13 Agustus 2025 Global
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Canberra – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur dari rencana mengakui Palestina sebagai negara, meskipun mendapat kritik keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataan kepada media pada Selasa (12/8/2025), Albanese menyebut sikap keras Israel terhadap krisis Gaza sebagai pemicu utama perubahan pandangan beberapa negara sekutu, termasuk Australia.

“Ia (Netanyahu) sekali lagi menegaskan kepada saya apa yang telah ia sampaikan di depan umum, yaitu menyangkal konsekuensi yang terjadi pada orang-orang yang tidak bersalah,” ujar Albanese, dikutip dari Reuters.

Menurutnya, kegagalan Israel mengakhiri agresi di Gaza mendorong Australia, bersama Prancis, Kanada, dan Inggris, untuk mengambil langkah pengakuan terhadap negara Palestina sebagai bentuk tekanan diplomatik. Albanese menilai Netanyahu mengabaikan peringatan dari negara-negara sekutunya sendiri terkait dampak kemanusiaan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Netanyahu menyampaikan kekecewaan terhadap rencana Australia, menilai langkah tersebut mengikuti jejak negara-negara Eropa yang menurutnya salah langkah. “Melihat negara-negara Eropa dan Australia masuk ke dalam lubang begitu saja, langsung terjerumus ke dalamnya. Ini mengecewakan dan saya pikir ini memalukan, tapi itu tidak mengubah posisi kami,” kata Netanyahu.

Rencana pengakuan resmi Palestina oleh Australia dijadwalkan diumumkan pada Sidang Majelis Umum PBB bulan September mendatang. Namun, keputusan tersebut disertai syarat bahwa Hamas tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan negara Palestina di masa depan, sesuai komitmen Otoritas Palestina.

Di dalam negeri, kebijakan ini memicu perdebatan politik. Pemimpin oposisi dari kubu sayap kanan, Sussan Ley, mengkritik langkah pemerintah yang dianggap bertentangan dengan garis kebijakan luar negeri Australia selama ini. Ley bahkan menyatakan kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat merusak hubungan strategis Australia dengan Amerika Serikat.

Meski demikian, Albanese menegaskan bahwa keputusan ini sejalan dengan upaya mendukung solusi dua negara yang diakui secara internasional. Ia menilai pengakuan ini tidak hanya simbolis, tetapi bagian dari strategi untuk mendorong gencatan senjata dan membuka jalan bagi negosiasi perdamaian.

Dengan sikap tegas ini, Australia bergabung dalam gelombang dukungan internasional terhadap pembentukan negara Palestina, yang semakin mendapat momentum di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza.

Anthony Albanese Australia Benjamin Netanyahu Konflik Timur Tengah Palestina
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSelandia Baru Pertimbangkan Pengakuan Terhadap Kedaulatan Palestina
Next Article KPK Selidiki Perancang SK Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp1 Triliun

Informasi lainnya

Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon

1 April 2026

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

20 Maret 2026

Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

18 Maret 2026

Dubes Rusia Sampaikan Pesan Damai Saat Iftar di Istiqlal

15 Maret 2026

Ancaman Perang Bayangi Haji 2026, Tiga Skenario Disiapkan

13 Maret 2026

AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Risiko Seks di Luar Nikah bagi Pria Muslim

Islami Udex Mundzir

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

Opini Udex Mundzir

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah

Mengelola WhatsApp Channel, Panduan Lengkap untuk Kesuksesan dalam Komunikasi Bisnis

Techno Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Prabowo Targetkan Penerimaan Negara Rp3.000 Triliun di 2025

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi