Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pulau Sumba, Surga Eksotis Baru

Sumba dipandang sebagai solusi sempurna untuk wisata alam dan wellness yang tak lagi bisa dijangkau Bali.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 Juli 2025 Travel
Rekomendasi Tempat Healing
Ilustrasi Pulau Sumba
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pulau Sumba kini jadi magnet global. Dikenal sebagai alternatif eksklusif setelah Bali, Sumba semakin mencuri perhatian wisatawan dengan pesona alam yang masih asli, budaya terdalam, dan fasilitas eco-resort berkualitas tinggi.

Resor-resor mewah seperti NIHI Sumba bukan sekadar tempat menginap, melainkan destinasi tujuan itu sendiri. Terletak di tepi pantai berpasir putih dan laut biru jernih, NIHI menawarkan paket lengkap: penginapan ramah lingkungan, makanan lokal premium, serta aktivitas luar ruang seperti menunggang kuda di tepi pantai. Sebagai pionir eco‑resort, NIHI menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa berpadu dengan kemewahan.

Kuda di Sumba bukan hanya simbol budaya, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata unik. Tur berkuda di pantai senja memungkinkan pengunjung menyatu dengan lanskap, sambil menikmati matahari terbenam yang dramatis. Ada pula spa khusus dengan horse therapy, di mana interaksi lembut dengan kuda digunakan untuk relaksasi fisik dan mental — perpaduan terobosan antara wellness dan budaya lokal.

Fenomena ini tumbuh berdasarkan keunikan budaya Sumba: upacara adat, tarian khas, dan tenun ikat yang kaya warna. Banyak resor memfasilitasi tur ke desa-desa tradisional yang masih menjaga pola hidup leluhur. Wisatawan dapat menyaksikan langsung proses tenun ikat, berbincang dengan pengrajin, dan membeli hasil karya sebagai bentuk dukungan ekonomi langsung kepada masyarakat lokal.

Secara sosial dan ekonomi, pariwisata alternatif ini mendorong peningkatan pendapatan desa. Model community-based tourism menciptakan dampak positif: penginapan dikelola warga, katering makanan disuplai dari petani lokal, dan biaya kunjungan adat langsung masuk ke desa. Pendekatan ini lebih adil dibanding pariwisata massal.

Namun, tantangan juga nyata. Infrastruktur di beberapa kawasan masih minim, aksesibilitas terbatas, dan harga relatif tinggi menjadikan Sumba hanya dapat dijangkau segmen wisatawan berduit. Karena itu, masih perlu sinergi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk membangun infrastuktur dasar, seperti jalan dan transportasi, tanpa menghilangkan karakter asli pulau.

Layaknya Bali di era sebelum oversaturasi, Sumba memiliki potensi besar. Agar tetap eksklusif dan lestari, regulasi ketat diperlukan. Misalnya, kuota wisatawan per lokasi, standar operasional eco-resort yang jelas, pengelolaan sampah organik dan plastik, serta sertifikasi wisata budaya. Ini semua menjaga ekosistem alam dan sosial agar tak terdegradasi.

Di ranah wellness, integrasi terapi alam dan budaya bisa dikembangkan. Selain yoga di pantai atau spa kuda, Sumba bisa menawarkan paket retreat holistik yang menggabungkan meditasi tradisional, mandi lumpur alami, dan konsumsi pangan etnik berbasis herbal lokal. Hal ini akan memperkaya variasi dan daya tarik destinasi secara memikat.

Selain itu, promosi harus lebih strategis dan pintar. Digital marketing melalui perjalanan influencer wellness, liputan travel vlog, dan media internasional sangat efektif. Namun perlu diimbangi edukasi tentang etika berkunjung: berpakaian sopan dalam tradisi adat, menjaga kebersihan pantai, serta menghormati ritual lokal. Ini akan menjaga citra Sumba agar tetap berkualitas dan berkelanjutan.

Pengembangan juga harus memperhatikan aspek sosial: keberhasilan ekonomi harus dirasakan merata. Revitalisasi desa wisata, pelatihan pemandu lokal, dan pembentukan UMKM mini tourism (kerajinan, kuliner) adalah langkah strategis. Sekaligus menjaga keunikan budaya yang menjadi akar daya tarik Sumba.

Sumba saat ini menunjukkan bahwa ada cara lain untuk menikmati keindahan alam dan budaya secara eksklusif tanpa mengorbankan kelestarian. Resor-resor ramah lingkungan, wisata menunggang kuda di pantai, spa berbasis hewan, budaya tradisional, dan keramahan masyarakat setempat telah membuka babak baru pariwisata berkualitas.

Sumba bukan hanya destinasi pengganti Bali, tetapi surga eksotis yang memadukan alam, budaya, dan wellness dalam harmoni yang berkelanjutan. Ini adalah perjalanan wisata kelas atas yang cerdas dan bermakna.

Destinasi Wisata Baru Pulau Sumba Tips Traveling Aman Wisata Alam
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru
Next Article Kukar Bentuk Satgas Program MBG Nasional

Informasi lainnya

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

31 Januari 2026

Cappadocia: Kota Bawah Tanah yang Membongkar Sejarah

30 Januari 2026

Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati

28 Januari 2026

Kastil Neuschwanstein, Dongeng Itu Nyata

27 Januari 2026

Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?

19 Januari 2026

Ledakan Wisata Labuan Bajo

17 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Gelar Akademik dan Integritas Pejabat Publik

Editorial Udex Mundzir

Ketika Kebijakan Membakar Dapur Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Nikmati Liburan Tanpa Sakit dengan Gaya CERIA

Travel Ericka

4 Ethos, 4 Jusuf

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.