Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

War Ticket: Ilusi Akses Setara

Pangkas Antrean Haji, Pemerintah Siapkan Skema War Ticket

Dinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 13 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua

Peralihan pembayaran digital memunculkan ironi: praktis bagi muda, menantang bagi sebagian generasi tua.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati28 Desember 2025 Ekonomi
QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua
Ilustrasi masyarakat yang membayar dengan QRIS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Di sebuah kafe kecil yang dingin oleh hembusan pendingin ruangan, ironi zaman terasa nyata.Musik instrumental mengalun lembut, sementara di depan meja kasir seorang perempuan paruh baya tampak mengernyitkan dahi.

Stiker kode batang QRIS menempel rapi di etalase kayu, seolah menjadi simbol perubahan yang tak bisa ditawar. Di tangan Saras, 51 tahun, ponsel pintar terasa seperti bahasa asing yang belum sepenuhnya ia kuasai.

Kisah Saras menggambarkan bagaimana perubahan sistem pembayaran di Indonesia berjalan begitu cepat. Ia sebenarnya tidak menolak teknologi. Namun, ritme perubahannya terasa terlalu deras.

Uang tunai yang selama puluhan tahun menjadi alat transaksi paling ia pahami kini perlahan tersisih. Ketika kafe atau toko tidak lagi menerima pembayaran cash, ia kerap merasa serba salah, bahkan terpojok oleh situasi.

“Saya sudah pernah sih bayar pakai scan begini, diajarin anak,” katanya pelan sambil tersenyum kikuk. “Tapi namanya umur, kadang lupa juga. Kalau tidak terima tunai, mau tidak mau minta bantuan.”

Pengalaman Saras berbanding terbalik dengan Juan, 25 tahun, seorang karyawan swasta yang hampir tak pernah membawa uang fisik. Baginya, ponsel adalah dompet utama. QRIS bukan lagi inovasi, melainkan kebiasaan sehari-hari.

Baca Juga:
  • Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Kompak Naik, Begini Rinciannya
  • UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan
  • Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru
  • Orang Kaya RI Alihkan Aset, Pasar Domestik Tertekan

Dari kedai kopi hingga pedagang kaki lima, ia terbiasa memindai kode lalu selesai dalam hitungan detik.

“Lebih praktis. Sekarang apa-apa tinggal scan,” ujarnya. Meski demikian, ketergantungan pada sistem digital juga pernah menyulitkannya. Ia mengisahkan pernah kebingungan saat harus membayar parkir yang hanya menerima uang tunai, sementara dompetnya kosong.

“Waktu itu harus transfer ke pedagang dulu baru ditukarin uang. Ribet juga cari ATM,” kenangnya.

Dua pengalaman tersebut mencerminkan jurang kecil yang makin terasa di tengah masifnya digitalisasi pembayaran. Data dari Bank Indonesia per pertengahan 2025 menunjukkan bahwa pengguna QRIS masih didominasi generasi muda.

Kelompok Gen Z tercatat mencapai lebih dari 75 juta pengguna, disusul generasi milenial sekitar 69 juta orang. Di sisi lain, jumlah merchant QRIS telah menembus 38 juta, dengan total pengguna sekitar 57 juta di seluruh Indonesia. Mesin EDC nontunai pun mencapai sekitar 2,3 juta unit.

Artikel Terkait:
  • Pemerintah Tegaskan Integrasi Tokopedia-TikTok Shop Tak Boleh Rugikan UMKM
  • Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan
  • Tiga Kawasan Transmigrasi di Sulteng Akan Terhubung Jalan Koridor
  • Prabowo Pangkas Anggaran MBG Jadi Rp10.000

Angka-angka tersebut menegaskan bahwa QRIS kini telah menjadi arus utama transaksi. Namun, pertumbuhan statistik tidak selalu sejalan dengan kesiapan sosial. Tidak semua orang tumbuh bersama layar sentuh dan aplikasi dompet digital.

Bagi sebagian masyarakat, terutama generasi yang lebih tua, uang tunai bukan sekadar alat bayar, melainkan rasa aman dan kendali.

Ke depan, QRIS hampir pasti terus berkembang dan menjadi wajah transaksi masa depan Indonesia. Meski begitu, uang tunai masih menyimpan peran penting, terutama bagi kelompok yang membutuhkan adaptasi lebih panjang.

Di antara layar ponsel dan lembaran rupiah, ada proses belajar, penyesuaian, dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Pada akhirnya, teknologi yang baik bukan hanya soal kecepatan dan efisiensi. Ia juga harus memiliki ruang untuk merangkul semua generasi, tanpa meninggalkan mereka yang berjalan sedikit lebih lambat dari laju perubahan.

Jangan Lewatkan:
  • Ekonom Kritik Pemangkasan Anggaran di Era Prabowo
  • Dolar AS Melemah, Momentum Tepat Akumulasi Emas Global
  • Rangkap Jabatan, IWPI Minta Dirjen Pajak Baru Mundur dari Phapros
  • Bank Jatim Mojokerto Maknai Ramadan dengan Silaturahmi

Ekonomi digital Inklusi Keuangan Pembayaran Digital qris Uang Tunai
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLaba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal
Next Article Dolar AS Melemah, Momentum Tepat Akumulasi Emas Global

Informasi lainnya

War Ticket: Ilusi Akses Setara

12 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026

Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan

11 April 2026

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

11 April 2026

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

1 April 2026

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil

1 April 2026
Paling Sering Dibaca

Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Opini Alfi Salamah

Tren Fashion Terbaru 2026

Opini Alfi Salamah

Dropbox PHK 528 Karyawan, Alihkan Fokus pada Investasi AI

Bisnis Silva

Demokrasi yang Tersandera Kotak Kosong

Opini Silva

Menghargai Waktu

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi