Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 26 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rupiah Menguat Tipis Akibat Prospek Suram Ekonomi AS

Nilai tukar Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan, mencerminkan sentimen pasar terhadap prospek ekonomi AS yang melemah.
ErickaEricka5 Juni 2025 Ekonomi
penguatan rupiah akibat proyeksi ekonomi AS
Ilustrasi penguatan rupiah akibat proyeksi ekonomi AS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Kamis pagi (5/6/2025), mencatatkan apresiasi sebesar 15 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp16.280 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di angka Rp16.295.

Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian terhadap prospek ekonomi AS akibat kebijakan proteksionis yang kembali diterapkan Presiden Donald Trump.

Penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen negatif terhadap ekonomi AS setelah dirilisnya data sektor jasa yang melemah. Purchasing Managers Index (PMI) sektor jasa AS pada Mei 2025 tercatat menurun ke angka 49,9 dari 51,6 pada April menurut Institute for Supply Management (ISM).

Angka ini menandakan kontraksi pertama dalam 11 bulan terakhir dan menunjukkan bahwa kebijakan tarif impor mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa yang selama ini relatif tahan terhadap gejolak ekonomi.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menyebut bahwa pasar menanggapi pelemahan ekonomi AS sebagai sinyal potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

“Dampak negatif kebijakan tarif Trump sudah terasa di sektor jasa yang biasanya lebih solid dibandingkan sektor manufaktur,” ujar Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Menurut Ariston, prospek ekonomi AS yang suram memberikan tekanan terhadap dolar AS. Pelaku pasar pun mulai mengantisipasi kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat sebagai respons The Fed terhadap kondisi ini. Selain itu, laporan pekerjaan versi Automatic Data Processing (ADP) untuk Mei 2025 menunjukkan penambahan pekerjaan hanya sebesar 37 ribu, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 111 ribu. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa ekonomi AS sedang melambat.

Dalam kondisi seperti ini, nilai tukar rupiah mendapatkan dukungan karena pelaku pasar melihat potensi pelemahan dolar AS yang lebih besar. Meski begitu, Ariston mengingatkan bahwa penguatan rupiah tetap memiliki batasan teknikal.

“Potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS pada hari ini masih ke arah Rp16.200, dengan potensi resisten di kisaran Rp16.300,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali menekan Ketua The Fed, Jerome Powell, agar segera menurunkan suku bunga guna merespons pelemahan ekonomi. Namun, Powell hingga kini tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi selama lima pertemuan terakhir, menyatakan bahwa inflasi belum cukup jinak untuk langkah pelonggaran moneter.

Pergerakan rupiah hari ini mencerminkan bagaimana dinamika eksternal, khususnya kebijakan ekonomi AS, dapat secara langsung mempengaruhi mata uang negara berkembang seperti Indonesia. Meskipun penguatan ini bersifat jangka pendek, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral utama dunia.

Dolar AS Ekonomi Amerika Kebijakan The Fed Kurs Rupiah Nilai Tukar Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9
Next Article Kemenhub Percepat Penanganan Kendaraan ODOL Secara Nasional

Informasi lainnya

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

5 Februari 2026

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Opini Alfi Salamah

Panduan Lengkap Memilih Helm yang Tepat untuk Keselamatan Berkendara

Daily Tips Udex Mundzir

Paradoks Pembangunan Desa

Editorial Udex Mundzir

Bahlil Membuat Gaduh, Lalu Berlagak Penyelamat

Editorial Udex Mundzir

Makanan Indonesia Memukau Arab Saudi dengan Bakso dan Rendang

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

Layanan Legalisasi Apostille, Langkah Terbaru Ditjen AHU

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor