Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tantowi Yahya Luncurkan Buku Teori U

Teori U: berpikir sistemik, kesadaran kolektif “kita,” dan beralih dari reaktif menuju ko-kreatif untuk menciptakan solusi bersama.
Alfi SalamahAlfi Salamah2 Desember 2024 Indonesia 550 Views
Peluncuran buku Teori U di Lemhannas RI
Presiden UID Tantowi Yahya (.ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, Teori U menawarkan pendekatan transformasi mendalam untuk menciptakan solusi berkelanjutan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam peluncuran buku “Intisari Teori U” yang berlangsung di Lemhannas RI, Senin (2/12/2024).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) dan menghadirkan Otto Scharmer, pencetus Teori U sekaligus dosen senior MIT. Otto memberikan kuliah umum yang membahas pentingnya pola pikir sistemik dan kepemimpinan kolaboratif untuk menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0.

“Teori U relevan dengan tantangan global saat ini. Ia menekankan pembukaan hati dan pikiran untuk membangun kepemimpinan inovatif,” kata Dr. Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI.

Otto memaparkan tiga perubahan kunci Teori U. Pertama, transformasi dari berpikir silo menuju pola pikir sistemik, di mana berbagai pihak dapat bersinergi. Kedua, dari orientasi “saya” ke “kita,” untuk menciptakan kesadaran kolektif dalam mengambil tindakan bersama. Ketiga, dari pendekatan reaktif menuju ko-kreatif, yakni beralih dari hanya merespons masalah menjadi menciptakan solusi secara kolaboratif.

“Untuk menghadapi tantangan global, kita perlu menciptakan tanah sosial yang subur—kualitas hubungan yang mendalam,” ujar Otto. Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan perhatian, niat, dan keberdayaan baik secara individu maupun kolektif untuk menciptakan dampak positif.

Dalam sesi penutupnya, Otto mengingatkan bahwa menghadapi ketidakpastian memerlukan keseimbangan batin.

“Hidup terbatas, tetapi menawarkan kemungkinan tak terbatas. Kini saatnya kita hadir dan membuat perubahan,” ucapnya.

Peluncuran buku “Intisari Teori U”, terjemahan dari karya Otto, dapat menjadi panduan bagi pemimpin dan pembuat kebijakan. Para pemangku kebijkan dapat memahami dan menerapkan pendekatan ini dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Buku ini bisa menjadi inspirasi dan panduan bagi mereka yang ingin menciptakan perubahan berkelanjutan,” ujar Suyoto, Wakil Presiden UID.

Lebih dari 200 peserta hadir dalam acara ini. Termasuk tokoh-tokoh nasional seperti Lestari Moerdijat (Wakil Ketua MPR RI), Mari Elka Pangestu (Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional), Alissa Wahid (Koordinator Jaringan Gusdurian), dan Father Marcin Schmidt, utusan khusus Vatikan.

Sebagai organisasi nirlaba, UID telah berkomitmen selama dua dekade untuk memfasilitasi kerja sama lintas sektor dalam menciptakan solusi berkelanjutan. Dengan visi menciptakan Indonesia yang bersatu dan damai, UID terus memajukan kepemimpinan berbasis kesadaran melalui pendidikan dan inovasi sosial.

Lemhannas RI Otto Scharmer Tantowi Yahya Teori U Yayasan UID
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHadi Poernomo Desak PPN 12% Dibatalkan, Usul Kembali ke 10%
Next Article Optimalisasi Dana Lingkungan, Pemkab Kutim Berdayakan Desa

Informasi lainnya

Haji Ilegal: Dosa Berlapis Risiko di Negeri Dua Tanah Suci

9 Mei 2025

Jambore Pramuka Muslim Dunia Ditargetkan Gaet 15.000 Peserta

6 Mei 2025

Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Berasal dari Masyarakat

21 April 2025

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

19 April 2025

Menag Sebut Kepemimpinan Inklusif Bawa Kemaslahatan bagi Umat

5 Februari 2025

Ketua MPR RI Bahas Museum Rasulullah dan Kolaborasi Global di Mekah

22 Desember 2024
Paling Sering Dibaca

Kehidupan di Jepang, Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Travel Alfi Salamah

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

Paradoks Pembangunan Desa

Editorial Udex Mundzir

Phil Knight dan Nike

Profil Lina Marlina

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.