Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Berasal dari Masyarakat

Pengusulan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional memantik diskusi sejarah. Dimulai dari seminar, kini masuk meja pemerintah.
ErickaEricka21 April 2025 Indonesia
Presiden ke-2 RI Soeharto
Presiden ke-2 RI Soeharto (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Proses pengusulan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional terus bergulir. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa usulan tersebut tidak datang dari pemerintah, melainkan dari aspirasi masyarakat yang muncul lewat berbagai forum publik.

“Masukan dari masyarakat lewat seminar, dan lain sebagainya. Setelah seminar selesai, ada sejarawannya, ada tokoh-tokoh setempat, dan juga narasumber lain yang berkaitan dengan tokoh yang diusulkan jadi pahlawan nasional,” ujar Mensos Saifullah saat menghadiri acara halalbihalal di Jakarta, Minggu (20/4/2025) malam.

Usulan tersebut akan melewati beberapa tahap administratif. Setelah diverifikasi dan diterima oleh bupati atau wali kota, usulan akan diteruskan ke tingkat gubernur. Di sana, dilakukan seminar lanjutan untuk memperdalam validitas dan penguatan historis.

“Setelah itu, nanti prosesnya naik ke atas, ke gubernur. Ada seminar lagi, setelahnya baru ke kami,” jelas Saifullah.

Kementerian Sosial, melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, akan membentuk tim lintas sektor untuk membahas seluruh nama calon pahlawan dari seluruh Indonesia. Tim ini terdiri dari akademisi, sejarawan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Baca Juga:
  • Jika Nanti Status DKI Resmi Dicabut, Ini Dampaknya
  • Tantowi Yahya Luncurkan Buku Teori U
  • Aston Samarinda Hadirkan Menu Spesial “Aneka Sapo” untuk Pecinta Kuliner
  • Mahkamah Konstitusi Tegaskan Gaji Dosen PTS Bukan dari APBN

“Setelah kami matangkan, kami diskusikan dan finalisasi. Kami tanda tangani dan langsung dikirim ke Dewan Gelar,” ujar Saifullah.

Sebelumnya, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, menyatakan bahwa hingga Maret 2025 sudah ada 10 nama masuk dalam daftar calon Pahlawan Nasional. Termasuk di antaranya Soeharto yang diajukan dari Jawa Tengah.

Selain Soeharto, beberapa tokoh lain yang kembali masuk daftar adalah Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Bisri Sansuri (Jawa Timur), Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah), Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh), dan Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat).

Empat tokoh baru juga masuk daftar usulan tahun ini, yaitu Anak Agung Gede Anom Mudita (Bali), Deman Tende (Sulawesi Barat), Midian Sirait (Sumatera Utara), dan Yusuf Hasim (Jawa Timur).

Usulan terhadap Soeharto menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian menilai jasanya dalam pembangunan dan stabilitas nasional layak dihargai.

Artikel Terkait:
  • Menag Sebut Kepemimpinan Inklusif Bawa Kemaslahatan bagi Umat
  • Pelita Air Tambah Kapasitas 44% untuk Nataru 2024
  • Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’
  • TK Islam Nuryakin Belajar Sejarah Dirgantara di Lanud Halim

Namun, tak sedikit pula yang menyoroti sisi kontroversial masa kepemimpinannya, terutama terkait pelanggaran HAM dan korupsi.

Namun bagi Kemensos, semua usulan akan ditinjau berdasarkan kriteria objektif. Dalam hal ini, keterlibatan tim ahli sejarah menjadi faktor penting untuk memastikan layaknya seorang tokoh menyandang gelar pahlawan.

Proses penetapan gelar Pahlawan Nasional tak bisa diputuskan secara sepihak. Setelah melalui evaluasi Kemensos, usulan akan dibahas Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang berada di bawah Sekretariat Negara.

“Bukan hanya popularitas atau jasa semasa hidupnya, tapi integritas sejarah yang diuji,” jelas Mira sebelumnya.

Jangan Lewatkan:
  • Kalsel Jadi Percontohan Seleksi Petugas Haji 2025
  • Bhabinkamtibmas Pimpin Upacara Hari Pahlawan di MI Al-Hidayah
  • Prof Giyatmi Dilantik, Usung Lima Pilar Transformasi USAHID
  • Golden Visa Dirancang Tarik Investor Bernilai Tinggi

Publik pun menanti, apakah nama Soeharto akan lolos sebagai pahlawan nasional dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang, atau justru kembali mengendap dalam perdebatan sejarah panjang bangsa ini.

Kemensos Mensos Pahlawan Nasional Soeharto Usulan Tokoh Pahlawan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSekda Kukar Hadiri Pembahasan Usulan Sekolah Rakyat di Jakarta
Next Article AS Kritik Sertifikasi Halal Indonesia: Dinilai Mahal dan Tak Transparan

Informasi lainnya

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

4 Januari 2026

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

4 Januari 2026

Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

4 Januari 2026

Rahmah El Yunusiah, Perintis Diniyah Putri

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Modal Waktu

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Serangan Fajar: Hari Tenang yang Tak Tenang

Editorial Udex Mundzir

Ujian Jabatan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

Daily Tips Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi