Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Resmikan Fase Dua Kesepakatan Gencatan Gaza

Donald Trump resmi mengumumkan dimulainya fase kedua kesepakatan gencatan senjata Gaza.
ErickaEricka15 Oktober 2025 Global
Trump
Donald Trump (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington D.C. – Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Selasa (14/10/2025), hanya sehari setelah keberhasilan tahap pertama yang mencakup pembebasan 20 sandera Israel. Proses tersebut difasilitasi oleh empat mediator internasional: Amerika Serikat, Turki, Qatar, dan Mesir.

“Seluruh dua puluh sandera telah kembali, dan perasaan adalah sebaik yang diharapkan,” tulis Trump. Namun ia menegaskan, misi belum berakhir. “Sebuah beban besar telah terangkat, tetapi pekerjaan belum selesai. Mereka yang tewas belum dipulangkan, seperti yang dijanjikan! Fase Dua dimulai sekarang juga!!!” tambahnya dalam unggahan yang menekankan komitmen pemulangan jasad sandera yang gugur.

Fase pertama kesepakatan itu berjalan dalam ketegangan tinggi, melibatkan pertukaran sandera-tahanan antara Hamas dan Israel. Selain pembebasan 20 sandera Israel yang selamat, ratusan tahanan Palestina juga dibebaskan dari berbagai penjara, termasuk Penjara Ofer dan fasilitas di Gurun Negev. Langkah ini menjadi sinyal awal dari diplomasi baru yang diupayakan pemerintahan Trump untuk menstabilkan kawasan.

Sebelumnya, Trump menggelar pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di kota resor Sharm el-Sheikh pada Senin (13/10/2025). Pertemuan tersebut membahas dukungan internasional terhadap peta jalan perdamaian yang dirancang Washington untuk Gaza.

Menurut sumber diplomatik di Gedung Putih, fase kedua akan jauh lebih kompleks dibandingkan tahap awal. Tiga agenda utama menjadi fokus: pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza, pembentukan pasukan multinasional untuk menjaga stabilitas, dan pelucutan senjata Hamas. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memastikan Gaza tidak lagi menjadi titik konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

“Tujuan Amerika Serikat adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan Gaza dikelola secara stabil dan damai, di bawah pengawasan internasional,” ujar salah satu pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari laporan resmi Departemen Luar Negeri.

Namun, para analis memperingatkan bahwa fase kedua ini dapat menimbulkan perdebatan luas. Upaya pelucutan senjata Hamas diperkirakan menjadi isu paling sensitif, mengingat kelompok itu masih memiliki kendali besar di lapangan dan dukungan dari sebagian masyarakat Gaza.

Langkah menuju gencatan senjata ini dilatarbelakangi oleh krisis kemanusiaan yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Sejak serangan Israel pada Oktober 2023, lebih dari 67.000 warga Palestina tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Kondisi tersebut memicu desakan global untuk segera menghentikan kekerasan dan mencari solusi permanen.

Dengan dimulainya fase kedua, fokus perundingan kini bergeser dari sekadar penghentian tembak-menembak menuju restrukturisasi politik dan keamanan jangka panjang. Meski tantangan masih besar, pemerintahan Trump menilai langkah ini sebagai titik awal menuju perdamaian yang lebih berkelanjutan bagi Gaza dan kawasan sekitarnya.

Donald Trump Fase Dua Gencatan Senjata Gaza Hamas Israel Perdamaian Timur Tengah.
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenkeu Purbaya Pertimbangkan Pemangkasan PPN Tahun 2026
Next Article Kasus Radiasi Cikande Masuk Tahap Penyidikan, PT PMT Dianggap Lalai

Informasi lainnya

Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia

23 Januari 2026

Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei

27 Desember 2025

Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman

9 Desember 2025

Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa

11 November 2025

Megawati Serukan Dunia Bersatu Dukung Palestina Merdeka

1 November 2025

Timor Leste Resmi Bergabung ke ASEAN pada KTT Kuala Lumpur

26 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!

Islami Alfi Salamah

Kenapa Gen Z Cepat Bosan Ngobrol Langsung?

Daily Tips Lina Marlina

Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Editorial Udex Mundzir

Diesel X: BBM Baru Pertamina yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Techno Assyifa

Citra Retak di Balik Kata

Gagasan Silva
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.