Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 7 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kalau Tidak Viral, Mana Mau Kalian Membantu?

Kepekaan sosial kita kini diuji oleh tren dan algoritma media.
Udex MundzirUdex Mundzir19 Desember 2024 Perspektif
Viralitas dan kepedulian sosial
Viralitas dan kepedulian sosial (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Seberapa tulus kita peduli? Pertanyaan ini muncul di tengah gelombang berita viral yang terus bermunculan di media sosial. Dalam dua tahun terakhir, kita sering melihat aksi peduli masyarakat baru terjadi setelah sebuah kisah menyentuh hati menjadi sorotan publik. Tapi, mengapa harus menunggu viral?

Kasus Miftah, seorang tokoh agama, pernah menjadi sorotan karena dianggap menghina Sunhaji, seorang penjual teh yang tengah berjualan di acara pengajian. Insiden ini membelah opini masyarakat. Banyak yang menyerang Miftah, tetapi tak sedikit pula yang mendukung Sunhaji dengan berbagai donasi dan bantuan setelah kisahnya tersebar luas. Viralitas kasus ini justru membuka mata tentang kepedulian kolektif kita—apakah dorongan untuk membantu benar-benar murni atau hanya reaksi terhadap tekanan sosial?

Ada pula kisah seorang guru di sebuah sekolah yang harus memungut sampah di luar jam mengajar demi menambah penghasilan. Ketika video sang guru diunggah ke media sosial, respons yang datang luar biasa. Donasi mengalir deras, dan berbagai tawaran bantuan pun diberikan. Namun, muncul pertanyaan penting: jika cerita ini tidak sampai ke layar ponsel kita, apakah akan ada yang peduli?

Fenomena serupa terjadi pada banyak kasus lain. Seorang anak kecil yang menangis karena tidak mampu membeli seragam sekolah menjadi viral, dan dalam hitungan hari, berbagai pihak berlomba-lomba memberikan bantuan. Begitu pula dengan lansia yang bekerja sebagai pemulung, yang setelah fotonya tersebar, tiba-tiba mendapatkan perhatian luar biasa.

Baca Juga:
  • Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan
  • Fokus Berlebih yang Tak Disadari
  • Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat
  • Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

Semua ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari kita tidak tergerak oleh kebutuhan, tetapi oleh eksposur. Kita lebih peduli pada apa yang terlihat dibandingkan dengan apa yang tersembunyi. Akibatnya, orang-orang yang membutuhkan tapi tidak terekspos ke media sering kali tetap terabaikan.

Kebergantungan pada viralitas juga menimbulkan risiko. Ada pihak-pihak yang sengaja mengeksploitasi kemiskinan untuk mendapatkan perhatian. Berita palsu tentang seseorang yang membutuhkan sering kali muncul hanya demi mengundang simpati palsu. Hal ini menciptakan dilema: bagaimana memastikan bantuan kita sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan?

Sebagai masyarakat yang saling bergantung, kita perlu melakukan refleksi mendalam. Kepedulian tidak boleh didasarkan pada popularitas, tetapi pada kebutuhan yang nyata. Ada jutaan Sunhaji lain di luar sana, yang tidak memiliki kesempatan untuk muncul di media sosial, tetapi sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Artikel Terkait:
  • Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan
  • Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?
  • UI Mesin Gelar Doktor Pejabat
  • Kenali Calon Istrimu dengan 3 Cara Ini: Panduan Islami untuk Memilih Pasangan

Satu langkah kecil yang bisa kita lakukan adalah memperluas kesadaran sosial di luar ruang media. Menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita, menyadari bahwa ada orang-orang yang diam-diam berjuang untuk bertahan hidup. Tidak perlu menunggu kisah mereka viral untuk memberikan bantuan.

Sebagai seorang Pramuka, saya percaya pada nilai dasar gotong royong dan aksi nyata tanpa pamrih. Pengalaman menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan telah mengajarkan saya bahwa setiap tindakan kecil dapat menciptakan dampak besar, bahkan tanpa kamera yang merekam.

Mari kita jadikan kepedulian sebagai bagian dari keseharian, bukan sekadar reaksi sesaat terhadap apa yang sedang viral. Jangan biarkan algoritma media sosial mendikte belas kasih kita. Karena, jika kita hanya peduli pada apa yang viral, siapa yang akan membantu mereka yang tak terlihat?

Jangan Lewatkan:
  • Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah
  • Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang
  • Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?
  • Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?
Fenomena Miftah Kasus Inspiratif Kepedulian Sosial Pemberdayaan Masyarakat Viral Media Sosial
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKamu Menjadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Melapornya
Next Article Unisba Bahas Inovasi Obat Modern Berbasis Produk Alami

Informasi lainnya

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

14 Agustus 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Perspektif Udex Mundzir

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

Editorial Udex Mundzir

Doa Awal Ramadhan: Sambut Bulan Suci dengan Penuh Berkah

Islami Assyifa

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

Islami Alfi Salamah

Enam Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Menyembuhkannya

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi