Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 8 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kalau Tidak Viral, Mana Mau Kalian Membantu?

Kepekaan sosial kita kini diuji oleh tren dan algoritma media.
Udex MundzirUdex Mundzir19 Desember 2024 Perspektif
Viralitas dan kepedulian sosial
Viralitas dan kepedulian sosial (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Seberapa tulus kita peduli? Pertanyaan ini muncul di tengah gelombang berita viral yang terus bermunculan di media sosial. Dalam dua tahun terakhir, kita sering melihat aksi peduli masyarakat baru terjadi setelah sebuah kisah menyentuh hati menjadi sorotan publik. Tapi, mengapa harus menunggu viral?

Kasus Miftah, seorang tokoh agama, pernah menjadi sorotan karena dianggap menghina Sunhaji, seorang penjual teh yang tengah berjualan di acara pengajian. Insiden ini membelah opini masyarakat. Banyak yang menyerang Miftah, tetapi tak sedikit pula yang mendukung Sunhaji dengan berbagai donasi dan bantuan setelah kisahnya tersebar luas. Viralitas kasus ini justru membuka mata tentang kepedulian kolektif kita—apakah dorongan untuk membantu benar-benar murni atau hanya reaksi terhadap tekanan sosial?

Ada pula kisah seorang guru di sebuah sekolah yang harus memungut sampah di luar jam mengajar demi menambah penghasilan. Ketika video sang guru diunggah ke media sosial, respons yang datang luar biasa. Donasi mengalir deras, dan berbagai tawaran bantuan pun diberikan. Namun, muncul pertanyaan penting: jika cerita ini tidak sampai ke layar ponsel kita, apakah akan ada yang peduli?

Fenomena serupa terjadi pada banyak kasus lain. Seorang anak kecil yang menangis karena tidak mampu membeli seragam sekolah menjadi viral, dan dalam hitungan hari, berbagai pihak berlomba-lomba memberikan bantuan. Begitu pula dengan lansia yang bekerja sebagai pemulung, yang setelah fotonya tersebar, tiba-tiba mendapatkan perhatian luar biasa.

Baca Juga:
  • Langkah Skuad Muda yang Tertatih
  • Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana
  • Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

Semua ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari kita tidak tergerak oleh kebutuhan, tetapi oleh eksposur. Kita lebih peduli pada apa yang terlihat dibandingkan dengan apa yang tersembunyi. Akibatnya, orang-orang yang membutuhkan tapi tidak terekspos ke media sering kali tetap terabaikan.

Kebergantungan pada viralitas juga menimbulkan risiko. Ada pihak-pihak yang sengaja mengeksploitasi kemiskinan untuk mendapatkan perhatian. Berita palsu tentang seseorang yang membutuhkan sering kali muncul hanya demi mengundang simpati palsu. Hal ini menciptakan dilema: bagaimana memastikan bantuan kita sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan?

Sebagai masyarakat yang saling bergantung, kita perlu melakukan refleksi mendalam. Kepedulian tidak boleh didasarkan pada popularitas, tetapi pada kebutuhan yang nyata. Ada jutaan Sunhaji lain di luar sana, yang tidak memiliki kesempatan untuk muncul di media sosial, tetapi sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Artikel Terkait:
  • Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar
  • Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?
  • Urban Farming: Mandiri di Kota
  • Mantan Presiden Bikin Gaduh

Satu langkah kecil yang bisa kita lakukan adalah memperluas kesadaran sosial di luar ruang media. Menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita, menyadari bahwa ada orang-orang yang diam-diam berjuang untuk bertahan hidup. Tidak perlu menunggu kisah mereka viral untuk memberikan bantuan.

Sebagai seorang Pramuka, saya percaya pada nilai dasar gotong royong dan aksi nyata tanpa pamrih. Pengalaman menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan telah mengajarkan saya bahwa setiap tindakan kecil dapat menciptakan dampak besar, bahkan tanpa kamera yang merekam.

Mari kita jadikan kepedulian sebagai bagian dari keseharian, bukan sekadar reaksi sesaat terhadap apa yang sedang viral. Jangan biarkan algoritma media sosial mendikte belas kasih kita. Karena, jika kita hanya peduli pada apa yang viral, siapa yang akan membantu mereka yang tak terlihat?

Jangan Lewatkan:
  • Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi
  • Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia
  • Dapur Rapi, Pikiran Tertata
  • Gibran Tak Sah, Gaji Harus Dikembalikan
Fenomena Miftah Kasus Inspiratif Kepedulian Sosial Pemberdayaan Masyarakat Viral Media Sosial
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKamu Menjadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Melapornya
Next Article Unisba Bahas Inovasi Obat Modern Berbasis Produk Alami

Informasi lainnya

Gibran Tak Sah, Gaji Harus Dikembalikan

2 November 2026

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026
Paling Sering Dibaca

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Editorial Assyifa

Ironi di Balik Program Bergizi

Perspektif Assyifa

Perisai Kehidupan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menggapai Suci Haji: Panduan Menyeluruh Lahir dan Batin

Islami Alfi Salamah

Ledakan Wisata Labuan Bajo

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi