Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

Persyaratan ketat dan biaya tinggi membuat banyak pelaku UMKM kesulitan untuk menjadi mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejelasan pembayaran juga masih dipertanyakan.
SilvaSilva30 Januari 2025 Nasional
Tantangan UMKM dalam Program MBG
Tantangan UMKM dalam Program MBG (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mendapat sorotan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri), Hermawati Setyorini, menilai syarat yang ditetapkan untuk menjadi mitra MBG terlalu berat dan tidak sesuai dengan kondisi mayoritas pelaku usaha kecil.

“Syarat yang ditetapkan sangat tidak mudah bagi pelaku usaha mikro. Kalau pun ada yang berhasil lolos, itu seperti memaksakan kemampuan mereka,” ujar Hermawati, Jumat (17/01/2025).

Salah satu syarat utama yang dianggap memberatkan adalah keharusan menyetor deposit sebesar Rp300 juta kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, mitra harus memiliki dapur dengan luas minimal 20 x 20 meter.

“Banyak pelaku usaha mikro yang rumahnya saja tidak seluas itu. Bagaimana mereka bisa menyediakan dapur sebesar itu?” kata Hermawati.

Tidak hanya itu, calon mitra MBG juga diwajibkan menanggung biaya produksi makanan sendiri sebelum mendapat pembayaran dari pemerintah. Biaya tersebut mencakup pembelian bahan baku, operasional dapur, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah atau institusi penerima manfaat.

Pemerintah menetapkan harga satu porsi makanan sebesar Rp10 ribu, dengan target produksi 3.000 hingga 3.500 porsi per hari. Ini berarti mitra MBG harus menyiapkan modal sekitar Rp40 juta per hari untuk produksi. Jika dihitung dalam satu bulan (26 hari kerja), dana yang dibutuhkan bisa mencapai Rp1,04 miliar.

Baca Juga:
  • Panduan Terbaru Rahasia Sukses Umroh di Muharram
  • Percepatan Pembangunan IKN: Fokus Ketersediaan Pangan dan Urban Farming
  • Ketapanrame, Wisata Desa Terbaik di Indonesia
  • Optimalkan Distribusi Kuota Haji Tambahan untuk Mengurangi Antrian

“Itu baru biaya produksi harian, belum termasuk pengadaan alat masak, peralatan makan, serta kendaraan untuk pendistribusian makanan. Jika tidak memiliki modal besar, rasanya mustahil bagi UMKM kecil untuk bertahan,” jelas Hermawati.

Selain syarat ketat, pelaku UMKM juga mempertanyakan sistem pembayaran dalam program ini. Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan kepastian apakah pembayaran akan dilakukan mingguan, bulanan, atau bahkan tiga bulan sekali.

“Jangan sampai mitra yang sudah keluar banyak uang justru kesulitan menerima pembayaran dari pemerintah. Tanpa kepastian jadwal pembayaran, banyak UMKM yang akhirnya memilih mundur dari program ini,” tambahnya.

Dari berbagai laporan, beberapa mitra MBG di beberapa daerah mengaku mengalami keterlambatan pembayaran. Akibatnya, mereka harus berutang untuk menutupi biaya operasional.

Hermawati juga mempertanyakan apakah pemerintah benar-benar memiliki anggaran yang cukup untuk membayar seluruh mitra MBG tepat waktu. Pasalnya, besarnya jumlah uang yang harus dikeluarkan membuat UMKM kecil tidak mampu bertahan lama jika pembayaran dari pemerintah terlambat.

Artikel Terkait:
  • Misa Requiem Paus Fransiskus, Menag Sampaikan Pesan Damai
  • BUMN Sebagai Pionir Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
  • Suzuki Indonesia: Strategi Lingkungan Ramah dan Berkelanjutan
  • Ziarah Makam Soekarno, Ganjar: Teladan Inspirasi Indonesia

“Jika pemerintah ingin melibatkan UMKM dalam program MBG, sebaiknya ada mekanisme dukungan keuangan yang lebih fleksibel. Misalnya, sistem pembayaran di muka atau skema subsidi yang lebih ringan,” katanya.

Karena berbagai kendala tersebut, banyak pelaku UMKM memilih mundur atau tidak mendaftar sama sekali sebagai mitra MBG. Mereka merasa program ini lebih menguntungkan usaha besar yang memiliki modal besar dibandingkan UMKM kecil yang masih berkembang.

Menurut catatan Akumandiri, sekitar 60% UMKM yang awalnya tertarik mengikuti program ini akhirnya mengundurkan diri setelah mengetahui persyaratan dan mekanisme keuangan yang harus dipenuhi.

“UMKM pada dasarnya ingin membantu program pemerintah, tetapi kalau persyaratannya terlalu berat, kami jadi sulit untuk berpartisipasi. Harus ada solusi konkret agar program ini bisa berjalan dengan baik tanpa membebani mitra,” tutup Hermawati.

Jangan Lewatkan:
  • Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara
  • Aturan Baru Batasi Medsos Anak Mulai Berlaku
  • Pakistan dan Arab Saudi: Kesepakatan Jalur Menuju Makkah
  • Tips Jaga Kesehatan Jamaah Haji dengan Penyakit Penyerta

Dengan berbagai tantangan yang ada, para pelaku UMKM berharap pemerintah dapat mengevaluasi kembali syarat dan sistem pembayaran MBG agar program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas tanpa memberatkan mitra penyedia makanan.

Bantuan Pangan Kebijakan sosial Makan Bergizi Gratis Program MBG UMKM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Targetkan Pertumbuhan 8%, Sri Mulyani Beberkan Strategi
Next Article DeepSeek AI: Alternatif AI Murah dari Cina yang Saingi ChatGPT

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Gizi di Meja, Konglomerat di Pintu

Editorial Udex Mundzir

THR 2025 Cair Lebih Cepat, Siapkan Rencana Anda!

Bisnis Assyifa

Husodo Angkosubroto: Nahkoda Gunung Sewu Group

Profil Ericka

Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Perspektif Udex Mundzir

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi