Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret

Penetapan awal Ramadan adalah langkah awal untuk menyambut berkah yang penuh cahaya.
AssyifaAssyifa19 Februari 2025 Islami
Penetapan Awal Ramadan 1446 H di Indonesia
Penetapan Awal Ramadan 1446 H di Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Penantian awal Ramadan tahun ini segera menemui kepastian. Kementerian Agama (Kemenag) memastikan akan menggelar rukyatulhilal atau pemantauan hilal pada Jumat, 28 Februari 2025, di 125 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa pemantauan ini akan melibatkan berbagai pihak terkait. Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, peradilan agama, organisasi masyarakat Islam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan berpartisipasi dalam pengamatan ini.

“Pemantauan hilal akan dilakukan serentak di 125 lokasi di seluruh Indonesia pada 28 Februari mendatang. Data ini menjadi bahan pertimbangan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 H,” ujar Abu Rokhmad saat ditemui di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Pemantauan hilal ini dilakukan untuk memastikan awal puasa Ramadan sesuai hasil rukyat dan hisab yang menjadi panduan umat Islam Indonesia.

Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak atau konjungsi bulan diperkirakan terjadi pada 28 Februari 2025 pukul 07.44 WIB. Sore harinya, ketinggian hilal diperkirakan berada di atas ufuk, berkisar antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sudut elongasi hilal juga diperkirakan berkisar 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Dengan posisi tersebut, peluang terlihatnya hilal dinilai cukup terbuka. Namun, faktor cuaca dan kondisi langit di berbagai daerah tetap menjadi penentu hasil pemantauan. Jika hilal terlihat, awal puasa Ramadan diperkirakan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Jika hilal tidak terlihat, penetapan awal Ramadan akan menggunakan metode istikmal, yaitu menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Dengan demikian, puasa akan dimulai pada Minggu, 2 Maret 2025.

“Hasil rukyat yang diperoleh akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar pada 28 Februari 2025 di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta. Keputusan ini nantinya akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama,” kata Abu Rokhmad menambahkan.

Sidang isbat akan dihadiri berbagai pihak, di antaranya perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Kami berharap hasil sidang isbat bisa menjadi pedoman bersama bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan,” tutur Abu Rokhmad.

Beberapa titik pemantauan hilal mencakup lokasi strategis, seperti Lhoknga dan Sabang di Aceh, Observatorium Ilmu Falak UMSU di Sumatra Utara, Bukit Langkisau di Sumatra Barat, Pantai Selat Baru Bengkalis di Riau, hingga Pantai Sunan Drajat Lamongan di Jawa Timur.

Lokasi lainnya tersebar di seluruh provinsi, termasuk wilayah timur Indonesia seperti Pantai Bahari Kolaka di Sulawesi dan Rooftop BMKG Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Pelaksanaan rukyatulhilal ini merupakan bagian dari tradisi penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia yang menggabungkan metode hisab dan rukyat.

Perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan organisasi Islam seperti Muhammadiyah kerap terjadi. Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal, yang kadang berbeda dengan hasil rukyat. Namun, pemerintah tetap mengedepankan hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi.

Penetapan awal Ramadan tidak hanya berdampak pada ibadah puasa, tetapi juga mengatur jadwal kegiatan keagamaan lainnya seperti tarawih dan sahur. Oleh karena itu, kepastian waktu yang jelas menjadi sangat penting bagi umat Islam.

Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi hasil sidang isbat agar dapat menjalankan ibadah puasa sesuai ketetapan pemerintah.

Keputusan final mengenai awal Ramadan 1446 H akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama pada malam 28 Februari 2025 setelah sidang isbat selesai.

Menanti awal Ramadan adalah saat yang penuh harap bagi umat Islam. Semoga ketetapan ini membawa keberkahan bagi seluruh umat di Indonesia.

Awal Puasa Indonesia Bulan Ramadan 1446 H Penetapan Ramadan 2025 Rukyatulhilal Kemenag Sidang Isbat Ramadan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePlt Bupati Subandi Sidak SDN Sidomojo, Minta Perbaikan Sekolah Lebih Optimal
Next Article Unisba Gelar Pelatihan Desain Eksperimen untuk Dosen Tekstil

Informasi lainnya

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026

Senyum di Tengah Derita

12 Februari 2026

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

11 Februari 2026

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

10 Februari 2026

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

26 November 2025
Paling Sering Dibaca

Nikah Anti Ribet: Cara Mudah Daftar di KUA

Lifestyles Assyifa

Narasi Dizalimi, Strategi Politik

Editorial Udex Mundzir

Menepi di Jejeran Cemara & Laut Lepas Pangempang

Travel Alfi Salamah

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa

Raja Kecil di Birokrasi, Prabowo Gertak Sambal?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor