Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 26 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Larangan Study Tour: Solusi atau Masalah Baru?

Ketika kebijakan dibuat untuk meringankan beban masyarakat, apakah sudah benar-benar memperhitungkan dampak luasnya?
Udex MundzirUdex Mundzir27 Februari 2025 Editorial
Dampak Larangan Study Tour bagi Pendidikan dan Ekonomi
Dampak Larangan Study Tour (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi resmi melarang kegiatan study tour bagi sekolah-sekolah di wilayahnya. Alasan utamanya adalah untuk menghindari beban finansial yang sering kali memberatkan orang tua siswa.

Dedi menegaskan bahwa banyak sekolah menjadikan study tour sebagai kegiatan wisata belaka, tanpa unsur edukasi yang jelas. Ia ingin memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama, bukan sekadar perjalanan yang berpotensi mengalihkan fokus belajar siswa.

Namun, kebijakan ini memunculkan reaksi keras dari pelaku industri pariwisata dan UMKM di Jawa Barat. Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Jawa Barat menilai bahwa larangan ini dapat mengancam pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor wisata. Study tour selama ini menjadi salah satu kontributor utama dalam kunjungan wisata domestik, yang secara langsung menghidupi banyak pelaku usaha kecil, mulai dari pemandu wisata, pengelola tempat wisata, hingga pedagang makanan dan suvenir.

Di satu sisi, larangan ini dapat melindungi orang tua dari pengeluaran yang tidak perlu. Tidak sedikit laporan tentang sekolah yang mewajibkan biaya study tour hingga jutaan rupiah, padahal tidak semua orang tua mampu membayar. Bahkan, ada kasus di mana siswa terpaksa berutang hanya agar bisa mengikuti perjalanan ini.

Baca Juga:
  • Lumbung Korupsi dalam Demokrasi yang Terganjal
  • Prabowo Lebih Pro pada Koruptor
  • Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat
  • Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

Namun, di sisi lain, keputusan ini juga berpotensi melemahkan sektor ekonomi lokal. Jika larangan ini berlaku sepenuhnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat bisa menurun drastis. Hal ini bertentangan dengan target 100 juta kunjungan wisatawan lokal dan 1 juta wisatawan mancanegara yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah.

Seharusnya, kebijakan yang diambil tidak bersifat hitam-putih. Pemerintah bisa mengatur ulang mekanisme study tour agar tetap bisa berjalan tanpa menjadi beban bagi orang tua. Misalnya, dengan menetapkan batas biaya maksimal, memperketat pengawasan terhadap sekolah yang menjadikannya ajang komersialisasi, atau membatasi destinasi wisata hanya di lingkungan Jawa Barat agar lebih terjangkau dan tetap mendukung ekonomi lokal.

Dedi Mulyadi berencana mengeluarkan surat edaran resmi dan memberlakukan sanksi bagi sekolah yang melanggar. Namun, alih-alih langsung menerapkan larangan total, dialog dengan pelaku industri pariwisata, UMKM, dan pihak sekolah seharusnya menjadi langkah awal.

Artikel Terkait:
  • PDIP Pecat Jokowi: Dinamika Baru
  • Hakim Bisa Dibeli? Ini Darurat!
  • Politik Warisan yang Membelit
  • Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Sebagai pemimpin daerah, Dedi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya melindungi rakyatnya dari beban ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak menciptakan masalah baru bagi sektor lainnya. Jika tidak ada solusi yang seimbang, kebijakan ini justru bisa menjadi bumerang yang merugikan banyak pihak.

Pada akhirnya, kebijakan publik yang baik bukan hanya yang terlihat benar di atas kertas, tetapi yang mampu menyeimbangkan antara kepentingan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Jangan Lewatkan:
  • Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi
  • LPDP: Hibah atau Pinjaman?
  • Membatasi Medsos, Mendidik Generasi
  • Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan
Dedi Mulyadi Kebijakan pendidikan Pariwisata Jawa Barat Study Tour UMKM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSertijab Kepala LPKA Tenggarong, Husni Thamrin Purna Bakti
Next Article Gelar Akademik dan Integritas Pejabat Publik

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Kontroversi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Antikritik dan Kemewahan Helikopter

Refleksi Udex Mundzir

Dari Memalukan ke Menakutkan

Editorial Udex Mundzir

6 Karakter Muslimah High Value Masa Kini

Islami Alfi Salamah

Sahabat Kecil Rasulullah

Islami Alfi Salamah

Dropbox PHK 528 Karyawan, Alihkan Fokus pada Investasi AI

Bisnis Silva
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi