Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gen Z Mulai Bosan dengan Aplikasi Kencan

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 24 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Koruptor Dimanja, Rakyat Dihukum Pajak

Ketika anak koruptor dikasih simpati, rakyat kecil malah disita motor karena telat bayar pajak.
Udex MundzirUdex Mundzir11 April 2025 Perspektif
Prabowo Korupsi dan Keadilan Rakyat
Ilustrasi Korupsi dan Keadilan Rakyat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pernyataan Prabowo Subianto baru-baru ini soal penyitaan aset koruptor kembali mengundang polemik. Di satu sisi, ia menyatakan aset koruptor layak disita untuk mengembalikan kerugian negara. Tapi di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya berlaku “adil” terhadap keluarga sang koruptor, seperti anak dan istri.

Sebuah pernyataan yang terdengar humanis. Tapi jadi ironi ketika dibandingkan dengan nasib jutaan rakyat kecil yang bahkan tidak sempat merasakan keadilan serupa.

Ketika seorang warga telat bayar pajak kendaraan, motor bisa langsung disita di pinggir jalan. Tak ada empati, tak ada pengertian bahwa dia harus menyekolahkan anak, membayar utang, atau sekadar beli sembako.

Tapi untuk keluarga koruptor yang hidup berkecukupan dari uang haram, justru diajak “dipahami.”Ini bukan keadilan. Ini penghinaan terhadap logika keadilan.

Rakyat tidak menuntut balas dendam terhadap keluarga koruptor. Tapi ketika kejahatan luar biasa seperti korupsi justru direspons dengan empati yang berlebihan, maka yang rusak bukan hanya hukum, tapi moral publik.

Baca Juga:
  • Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital
  • Kenali Calon Istrimu dengan 3 Cara Ini: Panduan Islami untuk Memilih Pasangan
  • Membangun Keterampilan Sosial untuk Mengurangi Insecure
  • Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?

Seorang netizen di kolom komentar menulis, “Hebat ya, lebih mikirin anak koruptor daripada rakyat yang bayar pajak.”Komentar itu tidak sendirian. Respon-respon publik di media sosial memperlihatkan kekesalan yang massif. Mereka mempertanyakan, mengapa pemerintah lebih lembut terhadap koruptor ketimbang terhadap rakyat yang jujur tapi miskin?

Apakah ini warisan pola pikir sepuluh tahun terakhir? Di mana korupsi dilawan dengan narasi sinetron, bukan tindakan konkret?Jika iya, maka sangat disayangkan jika Prabowo—yang dulu keras bersuara soal pemberantasan korupsi—kini justru terlihat mengikuti jejak gaya kepemimpinan Jokowi: lembek terhadap elit, galak terhadap rakyat kecil.

Masyarakat tidak butuh narasi empati untuk anak koruptor. Yang dibutuhkan adalah keadilan hukum yang tegas dan merata.Kalau memang ingin adil, adililah semua: rakyat miskin, pengusaha, birokrat, dan ya—koruptor serta keluarganya. Tapi keadilan bukan berarti membiarkan kemewahan dari hasil korupsi tetap dinikmati.

Tak ada jaminan bahwa istri atau anak pelaku korupsi benar-benar “tidak tahu-menahu.” Banyak kasus justru melibatkan istri sebagai penikmat harta, bahkan sebagai penyimpan aset.

Artikel Terkait:
  • Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran
  • Rp10 Ribu, Antara Anggaran dan Harapan
  • Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan
  • Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari

Jika logika Prabowo diterapkan, maka semua penikmat hasil kejahatan bisa mengaku tidak tahu, lalu dibiarkan hidup nyaman.

Rakyat makin muak melihat kemewahan keluarga koruptor di Instagram. Sementara banyak anak buruh bahkan tidak tahu apakah besok bisa makan atau tidak.Ini bukan soal balas dendam. Ini soal logika keadilan yang waras.

Kalau tidak bisa menyita semuanya, jangan malah mengalihkan simpati kepada mereka yang justru ikut menikmati hasil kejahatan.

Jangan Lewatkan:
  • Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur
  • Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi
  • Alam dan Ego Pembangunan
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan

Rakyat butuh pemimpin yang membela mereka, bukan membela sisa-sisa privilese orang-orang rakus.

Keadilan Sosial Korupsi di Indonesia Penyitaan Aset Prabowo Subianto Suara Rakyat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSunggono Apresiasi Pengabdian Edy Mardian di BPBD Kukar
Next Article Sekda Kukar Lepas Purna Tugas Sekretaris BPBD Edy Mardian

Informasi lainnya

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

14 Agustus 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi

Profil Adit Musthofa

Cokelat! Lezat, Kaya Manfaat, dan Penuh Fakta Menarik

Food Alfi Salamah

Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?

Refleksi Udex Mundzir

Provokasi di Balik Aksi Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Editorial Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi