Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 17 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Eks Rektor UGM Ungkap Klaim Jokowi Tak Lulus Sarjana

Profesor Sofian Effendi sebut Jokowi tak layak ajukan skripsi, hanya bergelar sarjana muda.
ErickaEricka17 Juli 2025 Politik
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri).
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pernyataan mengejutkan dilontarkan mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Sofian Effendi, yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah lulus sebagai sarjana dari UGM. Dalam sebuah wawancara yang tayang di YouTube Langkah Update, Sofian mengklaim bahwa Jokowi hanya mencapai jenjang sarjana muda (B.Sc) dan tidak layak mengajukan skripsi.

Dalam pernyataannya, Sofian mengutip informasi dari sejumlah profesor dan mantan dekan Fakultas Kehutanan UGM, tempat Jokowi tercatat sebagai mahasiswa sejak 1980. Ia menyoroti nilai akademik Jokowi yang disebutnya sangat rendah, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di bawah 2, serta ketiadaan skripsi yang disahkan.

“Tidak ada pembimbing yang mau menilai skripsi karena Jokowi tidak memenuhi syarat akademik. Bahkan, transkrip nilai tidak menunjukkan ada tanda tangan pembimbing atau tanggal ujian,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Forkopimda Sidoarjo Sidak TPS, Pastikan Kesiapan Pilkada 2024
  • Relawan Jokowi Goyah Bila Mantan Presiden Pimpin PSI
  • PKB Mojokerto Ingin Punya Bupati dari Kader Sendiri
  • Asep Sukmana Dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Tasikmalaya

Sofian juga menuding bahwa skripsi Jokowi merupakan hasil menjiplak pidato seorang profesor, dan tidak pernah diuji secara resmi. Ia bahkan menyebutkan dugaan penggunaan ijazah milik Hari Mulyono, yang merupakan kerabat dekat Jokowi dan telah meninggal dunia.

“Diduga ijazah Hari Mulyono dipinjam dan digunakan, lalu diubah. Ini termasuk dugaan pemalsuan dokumen,” tegasnya.

Sofian mengaitkan dugaan tersebut dengan pihak keluarga Jokowi, termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, yang disebut ikut terlibat dalam sirkulasi dokumen akademik tersebut.

Artikel Terkait:
  • Isran-Hadi Klaim Budaya Kaltim Lebih Unggul, Rudy-Seno Siapkan Jospol
  • Syamsuddin Siap Menangkan Pasangan Amin di Kaltim
  • DPR Desak Menteri PKP Perjelas Skema Program 3 Juta Rumah
  • Prabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur

Pernyataan ini memicu kembali kontroversi lama mengenai keabsahan ijazah Presiden Jokowi yang sebelumnya telah dibantah oleh berbagai pihak, termasuk UGM dan Kementerian Pendidikan.

Klarifikasi resmi dari Universitas Gadjah Mada hingga saat ini belum dirilis, namun isu ini mendapat perhatian luas di publik dan media sosial, mengingat dampaknya terhadap kredibilitas pribadi dan institusi kenegaraan.

Jangan Lewatkan:
  • Mahfud MD: Gagasan Prabowo Maafkan Koruptor Bisa Tabrak Hukum
  • Nomor Urut Sudah Ditetapkan, Siapa ‘Raja’ Kaltim 2024?
  • Jokowi Ditegur Anies: Jangan Intervensi Pemilu, Kekuasaan Tak Penting
  • Presiden Jokowi Belum Putuskan Nama Capres-Cawapres 2024
Dugaan Pemalsuan Ijazah Ijazah Jokowi Jokowi UGM Kontroversi Politik Sofian Effendi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleArab Saudi Isyaratkan Tambah Kuota Haji Indonesia Tahun 2026
Next Article Wamensesneg Ungkap Alasan HUT ke-80 Indonesia Tak Digelar di IKN

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Keberkahan Jamaah Haji Merasa Senang Dekat Masjid Nabawi

Islami Alfi Salamah

Larangan Study Tour: Solusi atau Masalah Baru?

Editorial Udex Mundzir

3 SMA Seni Favorit Para Idol K-Pop Korea Selatan

Daily Tips Ericka

Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri

Bisnis Ericka

Syarat dan Cara Membuat SKCK Menurut Polri untuk WNA dan WNI

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi