Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Eks Rektor UGM Ungkap Klaim Jokowi Tak Lulus Sarjana

Profesor Sofian Effendi sebut Jokowi tak layak ajukan skripsi, hanya bergelar sarjana muda.
ErickaEricka17 Juli 2025 Politik
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri).
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pernyataan mengejutkan dilontarkan mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Sofian Effendi, yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah lulus sebagai sarjana dari UGM. Dalam sebuah wawancara yang tayang di YouTube Langkah Update, Sofian mengklaim bahwa Jokowi hanya mencapai jenjang sarjana muda (B.Sc) dan tidak layak mengajukan skripsi.

Dalam pernyataannya, Sofian mengutip informasi dari sejumlah profesor dan mantan dekan Fakultas Kehutanan UGM, tempat Jokowi tercatat sebagai mahasiswa sejak 1980. Ia menyoroti nilai akademik Jokowi yang disebutnya sangat rendah, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di bawah 2, serta ketiadaan skripsi yang disahkan.

“Tidak ada pembimbing yang mau menilai skripsi karena Jokowi tidak memenuhi syarat akademik. Bahkan, transkrip nilai tidak menunjukkan ada tanda tangan pembimbing atau tanggal ujian,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Polsek Cisayong Perkuat Pengawasan Pemilu di Masa Tenang
  • Prabowo Beri Sinyal Reshuffle Kabinet, Dasco: Itu Peringatan Tegas
  • Pramono-Rano Raih 50,07%, Deklarasi Menang Satu Putaran
  • Prabowo Butuh Dukungan Muslim, Bisa Berpasangan dengan Anies di 2024

Sofian juga menuding bahwa skripsi Jokowi merupakan hasil menjiplak pidato seorang profesor, dan tidak pernah diuji secara resmi. Ia bahkan menyebutkan dugaan penggunaan ijazah milik Hari Mulyono, yang merupakan kerabat dekat Jokowi dan telah meninggal dunia.

“Diduga ijazah Hari Mulyono dipinjam dan digunakan, lalu diubah. Ini termasuk dugaan pemalsuan dokumen,” tegasnya.

Sofian mengaitkan dugaan tersebut dengan pihak keluarga Jokowi, termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, yang disebut ikut terlibat dalam sirkulasi dokumen akademik tersebut.

Artikel Terkait:
  • PDIP Mengusung Ganjar Pranowo Sebagai Capres 2024
  • Ali Minta Benny Belajar Diksi yang Tenang, Tolak Pernyataan Perang Jokowi
  • PKS Solid, Ali Hamdi Optimis Pasangan Anies – Muhaimin Menang pada Pilpres 2024
  • PDIP Tegaskan Pilkada Langsung Wujudkan Kedaulatan Rakyat

Pernyataan ini memicu kembali kontroversi lama mengenai keabsahan ijazah Presiden Jokowi yang sebelumnya telah dibantah oleh berbagai pihak, termasuk UGM dan Kementerian Pendidikan.

Klarifikasi resmi dari Universitas Gadjah Mada hingga saat ini belum dirilis, namun isu ini mendapat perhatian luas di publik dan media sosial, mengingat dampaknya terhadap kredibilitas pribadi dan institusi kenegaraan.

Jangan Lewatkan:
  • Pilkada Sidoarjo Dipastikan Berakhir Tanpa Gugatan
  • Ahmad Heryawan Pimpin BAM DPR Gantikan Netty Prasetiyani
  • Pesta Kemenangan Pramono-Rano Tertunda
  • AHY Umumkan Struktur Baru DPP Demokrat 2025-2030
Dugaan Pemalsuan Ijazah Ijazah Jokowi Jokowi UGM Kontroversi Politik Sofian Effendi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleArab Saudi Isyaratkan Tambah Kuota Haji Indonesia Tahun 2026
Next Article Wamensesneg Ungkap Alasan HUT ke-80 Indonesia Tak Digelar di IKN

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Langkah Skuad Muda yang Tertatih

Perspektif Assyifa

Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Perspektif Udex Mundzir

Perisai Kehidupan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian

Daily Tips Alfi Salamah

6 Alasan Mengapa Suami Harus Memeluk Istri Setiap Hari

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi