Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tidur Nanti Saja

Dalam Diam, Tumbuh Arah

Jejak Muda, Prestasi Nyata

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 21 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tidur Nanti Saja

Pagi mengaji. Siang menjaga koperasi. Malam merakit mimpi. Ada satu alasan besar mengapa perempuan 23 tahun ini menolak terpejam.
Adit MusthofaAdit Musthofa21 April 2026 Profil
Potret Lisda Lisdiawati, santri Pesantren Pramuka Khalifa dan mahasiswa Universitas Terbuka peraih pendanaan riset Rp10 juta.
Lisda Lisdiawati (23) sukses memimpin riset tentang evaluasi Program Makan Bergizi Gratis berbekal pengalamannya mengelola koperasi pesantren. (Foto: Lisda Lisdiawati / Onews)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

​Anak muda ini rasanya tidak butuh tidur.

​Pagi jadi santri. Siang melayani pembeli di koperasi. Sorenya ia jurnalis. Malamnya ia peneliti. Usianya baru 23 tahun, tapi Lisda Lisdiawati hidup layaknya sedang diburu waktu.

​Ketika banyak anak sebayanya mengeluh lelah karena tugas kuliah yang menumpuk, Lisda justru sengaja menambah beban. Ia menggandeng dua temannya, merumuskan ide, dan mengirimkan proposal ke Universitas Terbuka (UT).

​Hasilnya tidak main-main. Riset yang ia pimpin baru saja diganjar pendanaan penuh: sepuluh juta rupiah.

​Proposal itu bukan karya kaleng-kaleng. Judulnya tajam: “Pengaruh Implementasi Program Makan Bergizi Gratis terhadap Perubahan Perilaku Konsumsi Siswa”. Bersama Siti Aisyah dan Aditya Musthofa, ia membedah kebijakan gizi nasional. Menggunakan kacamata perilaku konsumen. Sesuatu yang rupanya sangat ia kuasai dari rutinitasnya menjaga Koperasi Pesantren Pramuka Khalifa, Tasikmalaya.

​Banyak yang heran. Bagaimana ia mengatur waktu?

​Ia mahasiswa Manajemen UT. Ia penulis aktif portal Onews. Ia santri. Ia juga rajin memburu sertifikasi. Dari mulai Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH), karya ilmiah, bisnis, hingga digital marketing.

​Lisda punya rumusnya sendiri.

Baca Juga:
  • Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas
  • Ayi Mulyana: Membangun Pramuka yang Berkontribusi Nyata
  • Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru
  • Evis Santika: Wajah Baru di Kwarran Pramuka Cisayong

​”Dengan aktivitas yang cukup padat, aku biasanya bagi waktu dengan cara bikin prioritas. Jadi aku lihat dulu mana yang harus dikerjakan lebih dulu,” tutur Lisda. “Kalau ada waktu luang sedikit, aku coba manfaatkan sebaik mungkin, tapi tetap kasih waktu buat istirahat biar nggak tumbang,” sambungnya.

​Tentu saja, ia bukan robot. Ada kalanya tugas menumpuk di satu waktu. Laporan koperasi belum kelar, naskah artikel ditagih redaktur, sementara revisi proposal riset juga menanti.

​Pernah lelah? Pasti.

​”Kalau soal capek, pasti pernah ngerasa lelah, apalagi kalau semuanya datang barengan. Tapi biasanya aku coba ingat lagi tujuan awal aku, kenapa aku mulai semua ini,” akunya jujur.

​Lisda tahu kapan harus menekan pedal gas, kapan harus mengerem. “Kadang juga aku kasih waktu buat diri sendiri, istirahat sebentar, nenangin pikiran, biar bisa lanjut lagi dengan energi yang lebih fresh.”

​Pertanyaan terbesarnya: untuk apa semua lelah ini?

​Di sinilah kita melihat kedalaman pemikiran seorang Lisda. Semua sertifikasi, tumpukan tulisan, hingga pendanaan riset puluhan juta itu bukanlah piala untuk sekadar dipamerkan. Semua itu adalah modal. Modal untuk membangun “rumah” besarnya: pesantren.

​”Dengan pengalaman yang sedang saya jalani sekarang, impian terbesar saya adalah bisa memberikan manfaat yang nyata untuk lingkungan sekitar, khususnya di pesantren,” tegas perempuan kelahiran 28 September 2002 ini.

Artikel Terkait:
  • Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia
  • Adam D’Angelo: Pendiri Quora dan Mantan CTO Facebook
  • B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia
  • Husodo Angkosubroto: Nahkoda Gunung Sewu Group

​Ia tidak ingin sukses sendirian. Ia ingin sistem di sekitarnya ikut maju.

​”Saya ingin ikut berkontribusi dalam membangun sistem yang lebih baik. Baik dari segi pendidikan, kemandirian ekonomi seperti pengelolaan koperasi, maupun dalam menyebarkan tulisan-tulisan yang bisa menginspirasi dan memberi dampak positif,” tambahnya.

​Riset evaluasi kebijakan nasional dari bilik pesantren ini adalah bukti nyata visinya. Lisda mendobrak batasan. Ia membuktikan bahwa santri dan mahasiswa jarak jauh bisa berkontribusi dalam kajian kebijakan publik di tingkat negara.

​Di akhir perbincangan, ia membagikan satu pesan. Khusus untuk teman-teman santri dan mahasiswa UT yang masih ragu untuk bergerak.

​”Tidak apa-apa untuk mulai dari hal kecil. Tidak harus langsung banyak, yang penting berani mencoba dan konsisten. Karena dari situ kita akan belajar, berkembang, dan menemukan potensi diri kita,” pesannya.

​Lisda menutupnya dengan kalimat yang patut dicetak tebal.

​”Jangan takut capek. Lelah itu bagian dari proses. Dan semua yang kita jalani hari ini insyaAllah akan membawa hasil di masa depan.”

Jangan Lewatkan:
  • Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang
  • Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian
  • Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi
  • Tessa Wijaya, Wanita di Balik Kesuksesan Xendit

​Lisda sudah mengambil langkahnya. Dari balik meja koperasi, menuju panggung riset nasional. Lelahnya menjadi karya. Dan mimpinya, kini mulai menjadi nyata. Tidur, tampaknya, memang bisa nanti saja.

LPPM UT Makan Bergizi Gratis Manajemen waktu mahasiswa Pesantren Pramuka Khalifa Universitas Terbuka
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDalam Diam, Tumbuh Arah

Informasi lainnya

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

26 Februari 2026

BAZNAS Tegas: Zakat Tak Sentuh Program MBG

23 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Editorial Udex Mundzir

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

Travel Alfi Salamah

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

Lainnya Ericka

Elon Musk Cetak Sejarah, Kekayaan Tembus Rp 7.000 Triliun

Profil Silva

Jangan Mencari Tumbal demi Kemenangan Pilkada di Sampang

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi