Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tidur Nanti Saja

Pagi mengaji. Siang menjaga koperasi. Malam merakit mimpi. Ada satu alasan besar mengapa perempuan 23 tahun ini menolak terpejam.
Adit MusthofaAdit Musthofa21 April 2026 Profil
Potret Lisda Lisdiawati, santri Pesantren Pramuka Khalifa dan mahasiswa Universitas Terbuka peraih pendanaan riset Rp10 juta.
Lisda Lisdiawati (23) sukses memimpin riset tentang evaluasi Program Makan Bergizi Gratis berbekal pengalamannya mengelola koperasi pesantren. (Foto: Lisda Lisdiawati / Onews)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

​Anak muda ini rasanya tidak butuh tidur.

​Pagi jadi santri. Siang melayani pembeli di koperasi. Sorenya ia jurnalis. Malamnya ia peneliti. Usianya baru 23 tahun, tapi Lisda Lisdiawati hidup layaknya sedang diburu waktu.

​Ketika banyak anak sebayanya mengeluh lelah karena tugas kuliah yang menumpuk, Lisda justru sengaja menambah beban. Ia menggandeng dua temannya, merumuskan ide, dan mengirimkan proposal ke Universitas Terbuka (UT).

​Hasilnya tidak main-main. Riset yang ia pimpin baru saja diganjar pendanaan penuh: sepuluh juta rupiah.

​Proposal itu bukan karya kaleng-kaleng. Judulnya tajam: “Pengaruh Implementasi Program Makan Bergizi Gratis terhadap Perubahan Perilaku Konsumsi Siswa”. Bersama Siti Aisyah dan Aditya Musthofa, ia membedah kebijakan gizi nasional. Menggunakan kacamata perilaku konsumen. Sesuatu yang rupanya sangat ia kuasai dari rutinitasnya menjaga Koperasi Pesantren Pramuka Khalifa, Tasikmalaya.

​Banyak yang heran. Bagaimana ia mengatur waktu?

​Ia mahasiswa Manajemen UT. Ia penulis aktif portal Onews. Ia santri. Ia juga rajin memburu sertifikasi. Dari mulai Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH), karya ilmiah, bisnis, hingga digital marketing.

​Lisda punya rumusnya sendiri.

Baca Juga:
  • Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua
  • Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru
  • Garut–BCA via Politri Tasikmalaya 
  • Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

​”Dengan aktivitas yang cukup padat, aku biasanya bagi waktu dengan cara bikin prioritas. Jadi aku lihat dulu mana yang harus dikerjakan lebih dulu,” tutur Lisda. “Kalau ada waktu luang sedikit, aku coba manfaatkan sebaik mungkin, tapi tetap kasih waktu buat istirahat biar nggak tumbang,” sambungnya.

​Tentu saja, ia bukan robot. Ada kalanya tugas menumpuk di satu waktu. Laporan koperasi belum kelar, naskah artikel ditagih redaktur, sementara revisi proposal riset juga menanti.

​Pernah lelah? Pasti.

​”Kalau soal capek, pasti pernah ngerasa lelah, apalagi kalau semuanya datang barengan. Tapi biasanya aku coba ingat lagi tujuan awal aku, kenapa aku mulai semua ini,” akunya jujur.

​Lisda tahu kapan harus menekan pedal gas, kapan harus mengerem. “Kadang juga aku kasih waktu buat diri sendiri, istirahat sebentar, nenangin pikiran, biar bisa lanjut lagi dengan energi yang lebih fresh.”

​Pertanyaan terbesarnya: untuk apa semua lelah ini?

​Di sinilah kita melihat kedalaman pemikiran seorang Lisda. Semua sertifikasi, tumpukan tulisan, hingga pendanaan riset puluhan juta itu bukanlah piala untuk sekadar dipamerkan. Semua itu adalah modal. Modal untuk membangun “rumah” besarnya: pesantren.

​”Dengan pengalaman yang sedang saya jalani sekarang, impian terbesar saya adalah bisa memberikan manfaat yang nyata untuk lingkungan sekitar, khususnya di pesantren,” tegas perempuan kelahiran 28 September 2002 ini.

Artikel Terkait:
  • Jejak Muda, Prestasi Nyata
  • Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas
  • S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka
  • Nick Woodman dan Kisah Sukses GoPro

​Ia tidak ingin sukses sendirian. Ia ingin sistem di sekitarnya ikut maju.

​”Saya ingin ikut berkontribusi dalam membangun sistem yang lebih baik. Baik dari segi pendidikan, kemandirian ekonomi seperti pengelolaan koperasi, maupun dalam menyebarkan tulisan-tulisan yang bisa menginspirasi dan memberi dampak positif,” tambahnya.

​Riset evaluasi kebijakan nasional dari bilik pesantren ini adalah bukti nyata visinya. Lisda mendobrak batasan. Ia membuktikan bahwa santri dan mahasiswa jarak jauh bisa berkontribusi dalam kajian kebijakan publik di tingkat negara.

​Di akhir perbincangan, ia membagikan satu pesan. Khusus untuk teman-teman santri dan mahasiswa UT yang masih ragu untuk bergerak.

​”Tidak apa-apa untuk mulai dari hal kecil. Tidak harus langsung banyak, yang penting berani mencoba dan konsisten. Karena dari situ kita akan belajar, berkembang, dan menemukan potensi diri kita,” pesannya.

​Lisda menutupnya dengan kalimat yang patut dicetak tebal.

​”Jangan takut capek. Lelah itu bagian dari proses. Dan semua yang kita jalani hari ini insyaAllah akan membawa hasil di masa depan.”

Jangan Lewatkan:
  • B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia
  • Juara dari Kebiasaan Kecil 
  • AHY Raih Wisudawan Terbaik Unair dengan IPK 3.94
  • Dari Dapur ke Ruang Strategis

​Lisda sudah mengambil langkahnya. Dari balik meja koperasi, menuju panggung riset nasional. Lelahnya menjadi karya. Dan mimpinya, kini mulai menjadi nyata. Tidur, tampaknya, memang bisa nanti saja.

LPPM UT Makan Bergizi Gratis Manajemen waktu mahasiswa Pesantren Pramuka Khalifa Universitas Terbuka
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDalam Diam, Tumbuh Arah
Next Article Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

Informasi lainnya

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

6 Agustus 2026

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

6 Agustus 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

25 Juli 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Isu, Skandal, dan Politik Panggung

Editorial Udex Mundzir

Vitamin Syukur

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!

Editorial Udex Mundzir

Menghargai Waktu

Islami Syamril Al-Bugisyi

Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi