Jakarta – Ramadan menghadirkan ruang perjumpaan yang hangat ketika Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia menggelar acara buka puasa bersama di Masjid Istiqlal. Momentum tersebut bukan sekadar pertemuan saat berbuka, tetapi juga menjadi panggung untuk menyampaikan pesan perdamaian di tengah dunia yang masih dilanda berbagai konflik.
Kegiatan iftar yang berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) itu dihadiri jemaah laki-laki dan perempuan, para diplomat Rusia, serta sejumlah tokoh undangan. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dewan Spiritual Muslim Rusia sebagai upaya mempererat hubungan masyarakat Rusia dan Indonesia sekaligus memperkuat dialog lintas agama di bulan suci Ramadan.
“Umat Kristen, Muslim, dan pemeluk agama lain memiliki nilai bersama seperti kasih sayang, persahabatan, serta saling pengertian,” ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov.
Ia menilai nilai-nilai kemanusiaan tersebut perlu terus disampaikan kepada masyarakat global, terutama di tengah situasi dunia yang masih diwarnai ketegangan dan konflik, termasuk di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti buka puasa bersama dapat menjadi simbol bahwa perbedaan agama dan budaya tidak menghalangi masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai.
Tolchenov juga menegaskan bahwa hubungan Rusia dan Indonesia yang telah terjalin lama menjadi fondasi kuat dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Meski berada di kawasan geografis yang berjauhan, kedua negara dinilai memiliki komitmen yang sama dalam mempromosikan dialog, toleransi, dan kerja sama internasional.
Menurut Tolchenov, Kedutaan Besar Rusia sebenarnya rutin mengadakan kegiatan iftar setiap tahun di kompleks kedutaan. Namun, pada Ramadan kali ini kegiatan tersebut digelar untuk pertama kalinya di Masjid Istiqlal berkat dukungan Majelis Spiritual Muslim Rusia.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sehingga menjadi tradisi yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui momentum Ramadan. Selain memperkuat persahabatan, kegiatan itu juga membawa pesan kepedulian dari masyarakat Rusia kepada masyarakat Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Majelis Spiritual Muslim Rusia di Indonesia, Arip Sultanmagomedov. Ia mempromosikan pendekatan yang dikenal sebagai “diplomasi keagamaan”, yaitu penggunaan dialog antaragama sebagai jembatan untuk memperkuat hubungan antarbangsa dan membangun saling pengertian.
Momentum buka puasa bersama ini juga memiliki makna khusus karena Rusia dan Indonesia akan memasuki 75 tahun hubungan diplomatik pada 2026. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari budaya, pendidikan, hingga diplomasi internasional.
Melalui kegiatan sederhana yang sarat makna tersebut, pesan persaudaraan dan toleransi kembali digaungkan. Ramadan pun menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan dapat menyatukan masyarakat dunia dalam semangat perdamaian dan saling menghormati.
