Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

Keindahan semesta mengajarkan kita bahwa sabar menanti akan berbuah keajaiban.
AssyifaAssyifa19 Februari 2025 Techno
Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025 di Indonesia
Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025 di Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Fenomena langit langka akan menghiasi malam langit Indonesia pada tahun 2025. Salah satu yang paling ditunggu adalah Gerhana Bulan Total yang terjadi pada malam 7-8 September 2025, dan bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia tanpa bantuan alat khusus.

Fenomena gerhana bulan total ini menjadi bagian dari empat peristiwa gerhana yang akan berlangsung sepanjang tahun 2025. Selain gerhana bulan total, akan ada dua gerhana matahari parsial dan satu gerhana bulan total lainnya yang terjadi pada Maret.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram @astronomi_ina, rangkaian fenomena gerhana yang akan terjadi pada tahun 2025 meliputi:

  1. Gerhana Bulan Total – 13-14 Maret 2025.
  2. Gerhana Matahari Parsial – 29 Maret 2025.
  3. Gerhana Bulan Total – 7-8 September 2025 (dapat diamati di seluruh Indonesia).
  4. Gerhana Matahari Parsial – 21 September 2025.

Gerhana Bulan Total pada 7-8 September 2025 menjadi yang paling dinantikan karena seluruh masyarakat Indonesia memiliki kesempatan menyaksikannya. Meski demikian, perbedaan zona waktu di Indonesia menyebabkan waktu pengamatan akan sedikit berbeda di setiap daerah.

Berdasarkan informasi dari sumber yang sama, berikut jadwal fase Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025:

Bulan Masuk Penumbra: 22.28 WIB / 23.28 WITA / 00.28 WIT

Awal Gerhana Parsial: 23.27 WIB / 00.27 WITA / 01.27 WIT

Puncak Gerhana Total: 01.11 WIB / 02.11 WITA / 03.11 WIT

Akhir Gerhana Parsial: 02.56 WIB / 03.56 WITA / 04.56 WIT

Bulan Keluar Penumbra: 03.55 WIB / 04.55 WITA / 05.55 WIT

Fenomena ini bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang tanpa memerlukan teleskop. Namun, penggunaan teleskop atau binokular tetap disarankan bagi mereka yang ingin mengamati detail permukaan Bulan dengan lebih jelas saat gerhana berlangsung.

Menurut ahli astronomi, gerhana bulan total terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari yang seharusnya mengenai Bulan terhalang oleh Bumi. Akibatnya, Bulan tampak berwarna merah darah karena pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Warga yang tinggal di daerah dengan langit cerah akan memiliki kesempatan terbaik untuk menikmati fenomena ini. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memilih lokasi pengamatan yang bebas dari polusi cahaya, seperti di pedesaan atau area pegunungan.

Gerhana Bulan Total pada 7-8 September 2025 diprediksi akan menjadi momen langka yang memukau. Fenomena ini sekaligus mengingatkan manusia akan keteraturan pergerakan benda langit yang telah diatur oleh Sang Pencipta.

Jadi, tandai kalender Anda dan siapkan diri untuk menyambut keajaiban langit ini. Jangan lupa ajak keluarga dan teman-teman agar pengalaman menyaksikan gerhana bulan semakin berkesan.

Gerhana Bulan Total 2025 Gerhana di Indonesia Observasi Astronomi Penampakan Bulan Merah Peristiwa Langit September 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article157 Paus Terdampar di Tasmania, Separuh Ditemukan Mati
Next Article Brian Yuliarto Gantikan Satryo, Mendikti Saintek Resmi Berganti

Informasi lainnya

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

21 Januari 2026

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

28 April 2025

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

27 April 2025

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

29 Maret 2025

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

18 Maret 2025

Survei KIC: 83,6% Masyarakat Indonesia Familiar dengan AI

9 Februari 2025
Paling Sering Dibaca

D’MASIV Menuju Panggung Dunia dari Ciledug ke Los Angeles

Happy Ericka

Outfit Kantor Simpel ala Capsule Wardrobe

Daily Tips Ericka

Cara Memilih Hewan Qurban, Jenis, Usia, dan Kesehatan yang Harus Diperhatikan

Islami Udex Mundzir

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

Ketika Makkah Padat, Jamaah Haji Disarankan Ibadah di Hotel

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.