Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Hijrah itu Move On

Hidup perlu pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa demi meraih keselamatan di akhirat
Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi7 Juli 2024 Islami
Hijrah adalah Berpindah
Ilustrasi Seseorang sedang Membaca Al-Qur'an (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hijrah artinya berpindah. Pada zaman Nabi, pindah tempat bermukim dari Mekkah ke Medinah. Berpindah karena menjaga iman. Hijrah menjadi batu saringan dan ujian antara mereka yang beriman dan tidak.

Hari ini, Ahad 7 Juli 2024 bertepatan dengan 1 Muharram tahun 1446 Hijriyah. Artinya Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah dari Mekkah ke Medinah terjadi sekitar 1446 tahun yang lalu. Mari renungi hijrah ini agar mendapatkan pelajaran, tidak berlalu tanpa makna.

Berani Berpindah dan Ambil Resiko

Bayangkan, berjalan kaki atau kendaraan terbatas di padang pasir sejauh 600 km dengan meninggalkan harta benda di Mekkah. Belum lagi jiwa terancam karena dicegat oleh kaum kafir Quraisy. Hanya mereka yang imannya kuat yang hijrah.

Spirit hijrah itu move on. Berani berpindah dan mengambil resiko demi mempertahankan keyakinan untuk menyambut masa depan yang gemilang. Selalu ingin berubah menuju kondisi yang lebih baik lahir dan batin.

Apakah spirit tersebut masih relevan di zaman ini? Tentu saja, salah satu ciri zaman ini yaitu pragmatisme dan potong kompas, ingin meraih sukses dengan cepat dan menghalalkan segala cara. Tidak ingin mengikuti proses, prosedur dan aturan.

Pragmatisme melahirkan manusia egois yang tega mengorbankan siapa saja demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Tidak memiliki prinsip sehingga ikut arus meskipun tidak sesuai hati nurani.

Semangat Hijrah adalah Konsistensi

Semangat hijrah perlu dipompakan kembali bahwa dalam hidup ada prinsip keimanan yang harus dipegang kuat dan diperjuangkan. Ada kebenaran yang harus ditegakkan meskipun langit akan runtuh.

Pada era sekarang ini banyak orang berlomba meraih kekuasaan untuk keuntungan pribadi berupa harta, wanita dan nama. Kita pun menyaksikan para pejabat yang ditangkap oleh KPK. Bahkan diberhentikan oleh Dewan Kehormatan karena pelanggaran etika. Itu semua karena hilangnya semangat hijrah yaitu konsisten dan istiqamah memegang teguh kebenaran. Hilangnya rasa malu dan menjaga martabat diri.

Pada era sekarang ini banyak pengusaha yang mencari keuntungan semata tanpa mempertimbangkan kelestarian alam dan kemanusiaan. Mereka mengeksploitasi alam dan membayar murah upah tenaga kerja demi meraih laba yang besar. Itu semua karena hilangnya semangat hijrah yaitu menjaga keadilan dan harmoni dalam kehidupan.

Ingat Hidup setelah Mati

Semangat hijrah juga mengajarkan bahwa hidup perlu pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa demi meraih kehormatan dan keselamatan jangka panjang di kehidupan akhirat. Maka di zaman ini mari selalu ingat hidup setelah mati yaitu akhirat yang abadi. Dunia hanya tempat transit menyiapkan bekal perjalanan panjang melalui iman, ilmu dan amal shaleh.

Selamat Tahun Baru 1446 Hijriyah. Selamat berhijrah lahir dan batin. Semoga sukses dalam menjalani kehidupan. Dapat meraih bahagia dunia dan akhirat. Aamiin.

Catatan Syamril Hijrah Nabi Muhammad SAW Tahun Baru Hijriah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGalunggung Dilirik UNESCO, Warga Didorong Jadi Penjaga Alam
Next Article Peran Pendidikan dalam Menghindari Perilaku Kampungan

Informasi lainnya

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026

Senyum di Tengah Derita

12 Februari 2026

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

11 Februari 2026

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

10 Februari 2026

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat

Opini Alfi Salamah

Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

Editorial Udex Mundzir

Nikmati Liburan Tanpa Sakit dengan Gaya CERIA

Travel Ericka

Investigasi MUI Terhadap Al Zaytun Mencapai Tahap Penting, Fatwa Menanti!

Islami Adit Musthofa

Manfaat dan Batas Aman Konsumsi Nanas

Food Silva
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi