Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Inovasi Panel Surya Ramah Lingkungan Putra Bojonegoro

Teknologi Perovskit Halida mampu meningkatkan efisiensi energi surya dengan biaya rendah dan ramah lingkungan.
Udex MundzirUdex Mundzir26 Januari 2025 Lingkungan
Ilustrasi Panel Surya dengan teknologi Perovskite yang lebih ramah lingkungan (.freepic)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bojonegoro – Dengan intensitas cahaya matahari rata-rata 4,8 kWh/m² per hari, Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya. Namun, produksi panel surya konvensional sering kali mencemari lingkungan karena melibatkan bahan kimia berbahaya seperti silicon tetrachloride.

Melihat peluang ini, Muhammad Mustofa Bisri, alumni Teknik Kimia Universitas Pertamina (UPER) sekaligus putra daerah Bojonegoro, berhasil mengembangkan inovasi panel surya berbasis teknologi Perovskit Halida. Dengan menggunakan gamma-valerolactone (GVL) sebagai pelarut ramah lingkungan yang berasal dari limbah biomassa seperti tebu dan singkong, inovasi ini menawarkan solusi efisien dan berkelanjutan dalam produksi energi surya.

“Energi surya adalah salah satu sumber energi terbarukan yang paling mudah diaplikasikan, terutama untuk sektor rumah tangga. Sayangnya, ukuran besar dan harga tinggi panel surya konvensional menjadi penghambat adopsi. Dengan teknologi Perovskit Halida, kami berharap panel surya dapat lebih terjangkau dan ramah lingkungan,” kata Bisri.

Muhammad Mustofa Bisri mempresentasikan hasil penelitiannya di sidang Tugas Akhir (.ist)

Perovskit Halida dikembangkan sebagai panel surya fleksibel dengan efisiensi konversi daya hingga 26%, setara dengan monokristalin silikon. Penelitian yang didukung dosen UPER, Gede W.P. Adhyaksa, Ph.D., dan Ika D. Widharyanti, menunjukkan hasil ini melalui simulasi perangkat lunak ASPEN Plus. Temuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Energy Technology yang terindeks Scopus.

Dalam proses produksinya, teknologi ini menggunakan bahan alami seperti asam levulinat dari limbah tebu dan isopropil alkohol. Langkah ini tidak hanya mengurangi biaya produksi tetapi juga dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Harapan saya, inovasi ini dapat meningkatkan pemanfaatan energi bersih di wilayah seperti Bojonegoro dan sekitarnya, sehingga mendorong adopsi energi terbarukan yang lebih luas,” ujar Bisri.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir MS., IPU., menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menekankan bahwa kampus ini terus mendukung inovasi energi bersih melalui kolaborasi mahasiswa dan dosen.

“UPER secara konsisten memberikan kontribusi nyata terhadap tantangan global melalui penelitian berkualitas tinggi. Kami juga bangga menerima Anugerah Diktiristek 2024 sebagai Institusi Klaster Madya dengan Skor Publikasi Ilmiah Tertinggi sepanjang 2023 dan 2024,” ungkap Prof. Wawan.

Dengan inovasi ini, Muhammad Mustofa Bisri tidak hanya membawa manfaat bagi pengembangan energi bersih tetapi juga mengharumkan nama Bojonegoro sebagai pelopor solusi ramah lingkungan.

Bagi Anda yang tertarik untuk mendalami teknologi inovatif seperti ini, Universitas Pertamina membuka peluang kuliah di berbagai program studi unggulan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Universitas Pertamina.

Energi terbarukan Inovasi Energi Ramah Lingkungan Panel Surya Teknologi Perovskit Halida Universitas Pertamina
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar
Next Article Koneksi dengan Allah Harus Lebih Kuat

Informasi lainnya

Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter

17 Januari 2026

Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI

14 Januari 2026

BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru

31 Desember 2025

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

23 Desember 2025

Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir

6 Desember 2025

Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar

24 November 2025
Paling Sering Dibaca

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Ketika Vape Jadi Narkoba Baru

Editorial Udex Mundzir

Keutamaan Puasa Arafah, Ampunan Dosa dan Keselamatan dari Neraka

Islami Alfi Salamah

Marsinah: Suara Buruh yang Terdiam Tragis

Profil Alfi Salamah

Kiat SDM Kawakan: Kuasai Ilmu Keberlanjutan

Bisnis Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.