Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Investasi Peternakan Sapi di NTT Libatkan Investor Brasil

Proyek percontohan peternakan sapi di Sumba Timur dijalankan lewat kolaborasi antara pemerintah dan konsorsium Brasil.
ErickaEricka19 Mei 2025 Ekonomi
Lahan Peternakan Sapi NTT Kolaborasi Brasil
Ilustrasi Lahan Peternakan Sapi NTT Kolaborasi Brasil (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) meresmikan proyek strategis peternakan sapi di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan investor asal Brasil. Lahan seluas 10 ribu hektare disiapkan untuk program ini, dengan tujuan memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung kemandirian ekonomi daerah.

Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif percontohan yang menargetkan pengembangan 5.000 ekor sapi potong betina. Pelaksanaannya melibatkan Asia Beef dan Indonesia-Brazil Petroleum Consortium sebagai mitra strategis. Model yang digunakan mengacu pada transmigrasi berbasis korporasi, di mana lahan dikelola sebagai aset bersama masyarakat dengan sistem bagi hasil bersama investor.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa pendekatan baru ini bertujuan menciptakan pemerataan pembangunan berbasis inklusi ekonomi di wilayah transmigrasi.

“Konsep baru transmigrasi saat ini adalah lahan dikomunalkan dan dikelola sebagai aset korporasi masyarakat, memungkinkan skema bagi hasil antara masyarakat dan investor,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyebutkan bahwa proyek ini terintegrasi dengan program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya proyek ini dalam menekan impor komoditas pangan utama seperti daging dan susu.

“Proyek ini juga mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengurangan impor daging serta susu,” tuturnya.

Kementerian Transmigrasi saat ini mengelola lebih dari 3 juta hektare lahan berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Transmigrasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 525 ribu hektare dialokasikan untuk sektor peternakan. Area ini akan dimanfaatkan melalui skema kerja sama usaha inklusif (KSUI), yang memberikan masyarakat hak kepemilikan atas saham lahan sekaligus akses langsung dalam operasional proyek.

Menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, keberhasilan industri peternakan Brasil dijadikan referensi dalam mengembangkan model serupa di Indonesia.

“Brasil adalah salah satu negara yang sukses mengelola industri ini. Kami harapkan industri ini bisa kita bawa seluruh ekosistemnya ke Indonesia demi memenuhi kebutuhan daging dan susu nasional,” kata Agung.

Langkah strategis ini juga diyakini mampu mengangkat nilai tambah sektor peternakan Indonesia serta menciptakan lapangan kerja baru di kawasan Timur Indonesia. Kementerian berharap melalui pendekatan kolaboratif ini, terjadi akselerasi pembangunan ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal.

Dengan dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai, proyek peternakan sapi di NTT ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.

Ekonomi Daerah Investor Brasil Ketahanan Pangan Peternakan Sapi NTT Proyek Transmigrasi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial
Next Article Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Titik Mulai Juli 2025

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal

30 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

Profil Alfi Salamah

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

Techno Ericka

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

Profil Alfi Salamah

Empat Inovasi Baru Pelayanan Haji di Arafah dan Mina

Islami Alfi Salamah

Menebus Dosa Ghibah Menurut Islam

Islami Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.