Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kembang Janggut Masih Terkepung Blank Spot Internet

Keterbatasan jaringan di 11 desa hambat pendidikan, UMKM, dan perputaran ekonomi lokal di Kukar.
GraceGrace30 April 2025 Diskominfo Kukar 249 Views
Hasan Alwi, Staf Pemberdayaan Masyarakat Desa Kembang Janggut,
Hasan Alwi, Staf Pemberdayaan Masyarakat Desa Kembang Janggut (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kukar – Di tengah upaya percepatan transformasi digital nasional, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, justru masih bergelut dengan keterbatasan akses internet. Dari 11 desa di wilayah tersebut, sebagian besar masih tergolong blank spot signal, menjadikan internet sebagai kemewahan yang belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Dengan luas wilayah mencapai 1.923,9 kilometer persegi serta kondisi geografis yang terpisah Sungai Belayan, wilayah ini makin sulit dijangkau infrastruktur jaringan. Hujan lebat yang sering melanda juga kerap memutus akses jalan, memperburuk ketimpangan digital antarwilayah.

“Kami sudah mengajukan permintaan kepada pihak terkait, seperti penyedia layanan telekomunikasi, namun sampai saat ini belum ada solusi nyata,” ungkap Hasan Alwi, Staf Pemberdayaan Masyarakat Desa Kembang Janggut, Rabu (30/4/2025).

Menurutnya, terbatasnya internet menghambat banyak aspek kehidupan, mulai dari komunikasi antarwarga hingga pendidikan. Anak-anak sekolah kesulitan mengakses pembelajaran daring, sementara pelaku UMKM dan petani tidak dapat memasarkan produknya melalui platform digital.

“Jadi, kami kesulitan mempromosikan semuanya itu,” tambah Hasan, merujuk pada potensi produk kreatif lokal seperti makanan khas desa dan wisata sungai yang tidak bisa dipasarkan secara luas.

Tak hanya itu, ketimpangan digital juga mendorong urbanisasi. Banyak anak muda yang menempuh pendidikan di luar daerah, enggan kembali karena keterbatasan akses dan peluang digital.

“Memang banyak anak-anak muda di sini yang bersekolah di luar daerah dan sudah menjadi sarjana, kebanyakan bekerja dan menetap di luar daerah,” tuturnya.

Meskipun pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mencanangkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di beberapa daerah, namun menurut Hasan, implementasinya belum menjangkau seluruh desa secara efektif di Kembang Janggut.

Pemerintah kecamatan berharap ada solusi cepat dan konkret agar digitalisasi bisa menyentuh hingga ke pelosok desa, sekaligus mendukung program inklusi digital nasional yang merata dan berkeadilan.

Akses Jaringan Desa Blank Spot Internet Diskominfo Kukar Kembang Janggut Kukar Terkini Pemkab Kukar Transformasi Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMK Batasi Penafsiran UU ITE, Kritik Kini Diakui sebagai Koreksi
Next Article Kecamatan Kembang Janggut Terapkan Sistem Paten

Informasi lainnya

Prabowo Targetkan 330 Ribu Smart TV untuk Sekolah

11 September 2025

Perkuat Komitmen Anti-Korupsi, Kukar Teken Pernyataan MSCP

6 Agustus 2025

Pemkab Kukar Ingin BBM SKK Migas Disuplai Lokal

29 Juli 2025

Pemkab Kukar Ajak Swasta Dukung Wisata Pulau Kumala

4 Juli 2025

Diskominfo Kukar Bahas Tata Kelola Aset TIK Lewat On Desk Survey

25 Juni 2025

Kemendes Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Digitalisasi

19 Juni 2025
Paling Sering Dibaca

Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

Editorial Udex Mundzir

Asal-Usul Shalat Tarawih 8 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat

Islami Ericka

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Keutamaan Shalat Berjamaah 40 Hari Berturut-Turut

Islami Ericka

Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.