Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat Mandiri pada 15-16 Juli 2025

Fenomena Istiwa A‘zam dimanfaatkan untuk kalibrasi arah kiblat secara akurat tanpa alat teknologi canggih.
Udex MundzirUdex Mundzir13 Juli 2025 Nasional
Cek Arah Kiblat Mandiri Fenomena Istiwa A‘zam Juli 2025
Ilustrasi Cek Arah Kiblat Mandiri Fenomena Istiwa A‘zam Juli 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri pada tanggal 15 dan 16 Juli 2025. Imbauan ini disampaikan karena pada hari tersebut terjadi fenomena astronomi tahunan bernama “Istiwa A‘zam” atau “Rashdul Qiblah”, yaitu ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah di Makkah.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa momen ini merupakan saat paling akurat bagi umat Islam untuk memverifikasi arah kiblat dari lokasi masing-masing, karena bayangan benda tegak lurus akan menunjukkan arah sebaliknya dari Ka’bah.

“Ini menjadikannya momen ideal bagi siapa saja untuk memastikan arah kiblat sendiri, tanpa perlu memiliki keahlian atau perangkat teknologi tertentu,” jelas Arsad pada Sabtu (12/7/2025).

Menurutnya, pengecekan arah kiblat bisa dilakukan dengan cara sederhana. Pertama, siapkan benda tegak lurus seperti tongkat atau bandul. Pastikan permukaan tempat berdirinya benda tersebut datar dan rata. Kemudian, lakukan pengamatan pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Bayangan yang dihasilkan benda tersebut akan membentuk garis yang berlawanan arah dengan kiblat, sehingga arah kiblat bisa ditentukan secara akurat.

Kemenag juga menekankan pentingnya menggunakan waktu pengamatan yang tepat sesuai dengan jam resmi dari instansi seperti BMKG, RRI, atau Telkom, guna menghindari kesalahan dalam penentuan arah akibat perbedaan waktu lokal.

Fenomena Istiwa A‘zam ini hanya terjadi dua kali dalam setahun. Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi pada 27 dan 28 Mei 2025. Momen ini, menurut Arsad, bersifat konfirmatif, artinya dapat menguatkan kembali arah kiblat yang telah ditentukan sebelumnya atau menjadi koreksi bagi yang masih meragukan arah kiblatnya.

Kemenag berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengoreksi dan memastikan arah kiblat secara mandiri, demi kesempurnaan dalam pelaksanaan ibadah, khususnya salat.

Arah Kiblat Fenomena Rashdul Qiblah Istiwa Azam 2025 Kemenag Pengecekan Kiblat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIstana Pastikan BPH Akan Tangani Penyelenggaraan Haji 2026
Next Article Kukar Kembangkan Lima Kawasan Desa Pertanian

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Saat CFN Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Cokelat! Lezat, Kaya Manfaat, dan Penuh Fakta Menarik

Food Alfi Salamah

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

Food Lisda Lisdiawati

Lelah Beribadah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.