Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 23 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Longsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari

Hujan deras memicu longsor dini hari di Desa Pasirlangu, puluhan rumah tertimbun dan ratusan warga terdampak.
Alfi SalamahAlfi Salamah24 Januari 2026 Daerah
Longsor bandung barat
Kondisi setelah Longsor di Cisarua (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung Barat – Bencana tanah longsor melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, puluhan rumah warga tertimbun material tanah dan lumpur, serta puluhan warga lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pukul 10.30 WIB, sebanyak 82 orang dilaporkan belum ditemukan. Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, saat sebagian besar warga masih berada di dalam rumah dan belum sempat menyelamatkan diri.

Diguyur Hujan Deras

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di kawasan perbukitan menjadi labil hingga akhirnya longsor.

“Hujan deras sudah terjadi sejak dua hari terakhir sebelum kejadian. Kondisi tanah memang cukup rawan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Sementara itu, Kapolsek Cisarua, AY Yogaswara, menyampaikan bahwa longsor diawali dengan suara gemuruh keras yang terdengar oleh warga. Tak lama setelah itu, material tanah bercampur lumpur bergerak dari Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, dan disertai aliran banjir bandang.

“Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang,” kata Yogaswara sebagaimana dikutip dari berita Antara.

Puluhan Rumah rusak

Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat karena tertimbun material longsor. Sejumlah bangunan bahkan nyaris tidak terlihat karena tertutup tanah dan lumpur dengan ketebalan yang cukup tinggi. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah rumah yang terdampak secara pasti.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mencatat, bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa. Proses pendataan masih terus dilakukan seiring dengan upaya pencarian korban yang diduga tertimbun di beberapa titik lokasi longsor.

Warga yang tinggal di sekitar area rawan telah dievakuasi ke kantor desa setempat untuk menghindari potensi longsor susulan. Selain itu, beberapa warga yang mengalami luka maupun gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Pencarian Korban masih Berlanjut

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta unsur masyarakat setempat masih melakukan pencarian korban dengan metode manual. Proses evakuasi berlangsung secara hati-hati mengingat kondisi tanah yang masih labil serta cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan daerah rawan longsor. Pemantauan cuaca dan kondisi tanah terus petugas lakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.

Hingga Sabtu (24/1/2026) sore, fokus utama penanganan masih dalam pencarian korban yang hilang, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pendataan kerusakan akibat bencana longsor tersebut.

Bencana Bandung Barat BPBD Jabar Longsor Bandung Barat Longsor Cisarua Pasirlangu
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDarurat Bencana Ditetapkan, Longsor Pasirlangu Telan Banyak Korban
Next Article Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang

Informasi lainnya

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

18 Februari 2026

Retribusi Pantai Sindangkerta Disorot

15 Februari 2026

25 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Terus Cari Korban Longsor Cisarua

26 Januari 2026

Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

24 Januari 2026

Darurat Bencana Ditetapkan, Longsor Pasirlangu Telan Banyak Korban

24 Januari 2026

Kak Mashuri Pimpin Kwartir Ranting Tellu Siattinge 2026-2029

22 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula

Travel Alfi Salamah

Kenali 6 Tipe Toxic Person agar Kesehatan Mentalmu Terjaga

Daily Tips Alfi Salamah

Inilah Tips Menjaga Kesehatan Saat Puasa

Islami Alfi Salamah

Cuaca Panas? Inilah Tanaman yang Bisa Menyejukan Rumah

Opini Alfi Salamah

Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Zulhas: Pembangunan Pangan Indonesia Tertinggal 27 Tahun

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor