Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 3 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pangkas Antrean Haji, Pemerintah Siapkan Skema War Ticket

Pemerintah merancang skema war ticket haji untuk mempercepat keberangkatan jemaah di tengah antrean panjang.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati12 April 2026 Info Haji
Pangkas Antrean Haji, Pemerintah Siapkan Skema War Ticket
Suasana Ka'bah di siang hari (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Antrean haji di Indonesia kian menyerupai garis waktu yang berjalan lambat, bahkan melampaui satu generasi. Dalam situasi itu, pemerintah mulai menyiapkan terobosan berupa skema war ticket sebagai upaya memangkas masa tunggu yang kini rata-rata mencapai puluhan tahun.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa skema war ticket masih dalam tahap kajian dan akan berjalan berdampingan dengan sistem antrean reguler. Pernyataan tersebut disampaikan dalam penutupan Rapat Kerja Nasional Kementerian Haji dan Umrah di Tangerang pada Jumat (11/04/2026).

Skema ini dirancang untuk memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin berangkat lebih cepat tanpa harus menunggu giliran antrean yang panjang.

“Ke depan, jika Arab Saudi membuka tambahan kuota besar, kita akan menjalankan dua skema, yaitu antrean reguler dan war ticket,” ujar Dahnil.

Ia menjelaskan, war ticket merupakan bagian dari transformasi sistem haji nasional yang bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan fleksibilitas bagi calon jemaah. Dalam skema ini, jemaah yang memenuhi syarat istithaah dapat langsung mengambil kuota haji tanpa menunggu antrean, dengan konsekuensi membayar biaya penuh sesuai nilai riil penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga:
  • Pulihkan Jamaah Haji Demensia Menuju Masjidil Haram
  • Enam Jamaah Haji Wafat di Tanah Suci dari Embarkasi Padang
  • Menag Nasaruddin Ungkap 8 Program Prioritas, Haji 2025 Jadi Fokus
  • Kemenag Usulkan Biaya Haji 2025 Turun Jadi Rp89,66 Juta

“Misalnya biaya ditetapkan Rp200 juta per orang, maka seluruhnya dibayar oleh jemaah tanpa subsidi,” kata Dahnil.

Berbeda dengan jalur reguler yang masih mendapatkan nilai manfaat dari pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), skema war ticket tidak menggunakan subsidi. Meski demikian, pemerintah bersama DPR RI tetap memegang kendali dalam menentukan besaran biaya guna menghindari praktik pasar bebas yang berpotensi merugikan jemaah.

Dahnil juga menyebutkan bahwa kuota untuk skema war ticket berpotensi berasal dari tambahan kuota yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi di luar kuota reguler Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Arab Saudi 2030 yang menargetkan peningkatan jumlah jemaah haji global secara signifikan.

Dari sisi pembiayaan, peningkatan jumlah jemaah turut berdampak pada kebutuhan dana yang besar. Saat ini, dengan sekitar 203 ribu jemaah, total biaya penyelenggaraan haji mencapai Rp18,2 triliun.

“Angka tersebut tidak sepenuhnya bisa ditopang oleh dana haji yang tersedia saat ini,” ujar Dahnil.

Artikel Terkait:
  • Jamaah Haji Kuansing Wafat saat Dirawat di RS Al Noer Makkah
  • PPIH Fasilitasi 100 Kursi Roda dan 15 Mobil Golf untuk Lansia
  • Jamaah Haji! Hindari Minuman Dingin untuk Kesehatan Optimal
  • Program OHN Plus, Calon Jamaah Haji Reguler Tarik Dana

Ia menilai, kehadiran skema war ticket dapat menjadi solusi untuk mengurangi tekanan terhadap dana kelolaan haji sekaligus mempercepat proses keberangkatan jemaah. Sistem ini juga dirancang dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar tetap berada dalam pengawasan negara.

Selain itu, jemaah yang sudah masuk dalam daftar tunggu tetap memiliki opsi untuk beralih ke skema war ticket dengan membayar biaya penuh tanpa subsidi. Kebijakan ini memberikan ruang fleksibilitas bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih dan ingin segera menunaikan ibadah haji.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa skema ini belum menjadi kebijakan resmi dan masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut dari berbagai aspek, termasuk regulasi dan kesiapan teknis di lapangan.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, skema war ticket diharapkan menjadi solusi alternatif yang mampu menjawab persoalan klasik antrean haji di Indonesia, tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan keberlanjutan pembiayaan.

Jangan Lewatkan:
  • Dua Bulan Sabit Baru Muncul di Menara Masjidil Haram
  • 83.000 Jamaah Haji Gelombang I Kembali Membanjiri Tanah Air
  • Momentus, Bupati Melepas 72 Calhaj Tambahan dari Ciamis
  • Biaya Haji 2026 Turun Tipis, Jamaah Sampang Tetap Sambut Positif

Antrean Haji BPIH Haji Indonesia Kementerian Haji War Ticket Haji
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno
Next Article War Ticket: Ilusi Akses Setara

Informasi lainnya

Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

15 April 2026

Antrean Haji Panjang Disorot, Sistem Dinilai Tak Adil Lagi

11 April 2026

Ancaman Perang Bayangi Haji 2026, Tiga Skenario Disiapkan

13 Maret 2026

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

8 Januari 2026

Antrean Haji Reguler 26 Tahun, Haji Khusus Jadi Opsi

22 Desember 2025

Biaya Haji 2026 Turun Tipis, Jamaah Sampang Tetap Sambut Positif

26 November 2025
Paling Sering Dibaca

5 Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Cek Sebelum Berobat

Daily Tips Assyifa

Curug Malela: Niagara Mini di Jantung Hutan Jawa Barat

Travel Alfi Salamah

Trump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan

Editorial Udex Mundzir

Mindset Penghambat Investasi

Editorial Udex Mundzir

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Malaysia Susah Payah Kalahkan Timor Leste di Piala AFF

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi