Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pangkas Antrean Haji, Pemerintah Siapkan Skema War Ticket

Pemerintah merancang skema war ticket haji untuk mempercepat keberangkatan jemaah di tengah antrean panjang.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati12 April 2026 Info Haji
Pangkas Antrean Haji, Pemerintah Siapkan Skema War Ticket
Suasana Ka'bah di siang hari (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Antrean haji di Indonesia kian menyerupai garis waktu yang berjalan lambat, bahkan melampaui satu generasi. Dalam situasi itu, pemerintah mulai menyiapkan terobosan berupa skema war ticket sebagai upaya memangkas masa tunggu yang kini rata-rata mencapai puluhan tahun.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa skema war ticket masih dalam tahap kajian dan akan berjalan berdampingan dengan sistem antrean reguler. Pernyataan tersebut disampaikan dalam penutupan Rapat Kerja Nasional Kementerian Haji dan Umrah di Tangerang pada Jumat (11/04/2026).

Skema ini dirancang untuk memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin berangkat lebih cepat tanpa harus menunggu giliran antrean yang panjang.

“Ke depan, jika Arab Saudi membuka tambahan kuota besar, kita akan menjalankan dua skema, yaitu antrean reguler dan war ticket,” ujar Dahnil.

Ia menjelaskan, war ticket merupakan bagian dari transformasi sistem haji nasional yang bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan fleksibilitas bagi calon jemaah. Dalam skema ini, jemaah yang memenuhi syarat istithaah dapat langsung mengambil kuota haji tanpa menunggu antrean, dengan konsekuensi membayar biaya penuh sesuai nilai riil penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga:
  • Otoritas India Fasilitasi 175 Ribu Jamaah Haji
  • KKHI Madinah Melaksanakan MCU untuk Jamaah Risti
  • Mengarungi Safar Haji dengan Lancar: 5 Tips Berharga
  • Tujuh Kloter Jamaah Haji Indonesia Dijadwalkan Pulang Hari Ini

“Misalnya biaya ditetapkan Rp200 juta per orang, maka seluruhnya dibayar oleh jemaah tanpa subsidi,” kata Dahnil.

Berbeda dengan jalur reguler yang masih mendapatkan nilai manfaat dari pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), skema war ticket tidak menggunakan subsidi. Meski demikian, pemerintah bersama DPR RI tetap memegang kendali dalam menentukan besaran biaya guna menghindari praktik pasar bebas yang berpotensi merugikan jemaah.

Dahnil juga menyebutkan bahwa kuota untuk skema war ticket berpotensi berasal dari tambahan kuota yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi di luar kuota reguler Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Arab Saudi 2030 yang menargetkan peningkatan jumlah jemaah haji global secara signifikan.

Dari sisi pembiayaan, peningkatan jumlah jemaah turut berdampak pada kebutuhan dana yang besar. Saat ini, dengan sekitar 203 ribu jemaah, total biaya penyelenggaraan haji mencapai Rp18,2 triliun.

“Angka tersebut tidak sepenuhnya bisa ditopang oleh dana haji yang tersedia saat ini,” ujar Dahnil.

Artikel Terkait:
  • RI dan Arab Saudi Bahas Pemanfaatan Bandara Taif untuk Haji
  • Jamaah Gelombang Dua Berziarah ke Madinah Usai Berhaji
  • Jamaah Haji Tarwiyah, Pemerintah Tetap Memonitor Jamaah
  • Layanan Keimigrasian Umrah Semarang 2023

Ia menilai, kehadiran skema war ticket dapat menjadi solusi untuk mengurangi tekanan terhadap dana kelolaan haji sekaligus mempercepat proses keberangkatan jemaah. Sistem ini juga dirancang dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar tetap berada dalam pengawasan negara.

Selain itu, jemaah yang sudah masuk dalam daftar tunggu tetap memiliki opsi untuk beralih ke skema war ticket dengan membayar biaya penuh tanpa subsidi. Kebijakan ini memberikan ruang fleksibilitas bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih dan ingin segera menunaikan ibadah haji.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa skema ini belum menjadi kebijakan resmi dan masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut dari berbagai aspek, termasuk regulasi dan kesiapan teknis di lapangan.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, skema war ticket diharapkan menjadi solusi alternatif yang mampu menjawab persoalan klasik antrean haji di Indonesia, tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan keberlanjutan pembiayaan.

Jangan Lewatkan:
  • Polemik Kursi Bisnis Haji Kementerian BUMN Bantah Gratis
  • Tunggu Usai: Pelabuhan Jeddah Sambut Kelompok Pertama Jamaah Haji
  • Kedatangan Jamaah Haji Indonesia di Arab Saudi Berakhir
  • Timwas Minta Kemenag Siapkan Skenario Darurat Armuzna

Antrean Haji BPIH Haji Indonesia Kementerian Haji War Ticket Haji
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno
Next Article War Ticket: Ilusi Akses Setara

Informasi lainnya

Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

15 April 2026

Antrean Haji Panjang Disorot, Sistem Dinilai Tak Adil Lagi

11 April 2026

Ancaman Perang Bayangi Haji 2026, Tiga Skenario Disiapkan

13 Maret 2026

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

8 Januari 2026

Antrean Haji Reguler 26 Tahun, Haji Khusus Jadi Opsi

22 Desember 2025

Biaya Haji 2026 Turun Tipis, Jamaah Sampang Tetap Sambut Positif

26 November 2025
Paling Sering Dibaca

Mantan Presiden Bikin Gaduh

Perspektif Udex Mundzir

Kesehatan Tubuh: Kunci Kesuksesan Jamaah Haji Lansia dan Risti

Islami Alfi Salamah

Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri

Editorial Udex Mundzir

1 Agustus, Hari Scarf Pramuka Se-Dunia: Ayo Tunjukkan Scarf-mu

Daily Tips Lina Marlina

Perbedaan Asam Sulfat dan Asam Folat

Kroscek Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi