Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Antrean Haji Panjang Disorot, Sistem Dinilai Tak Adil Lagi

Polemik antrean haji puluhan tahun memicu evaluasi serius pemerintah demi menghadirkan kepastian ibadah yang lebih realistis.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 April 2026 Nasional
Masjidil Haram di Mekkah
Masjidil Haram di Mekkah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Antrean haji yang mengular hingga puluhan tahun kini diibaratkan seperti “waktu yang membeku”, sesuatu yang selama ini dianggap wajar namun sesungguhnya menyimpan persoalan mendasar dalam penyelenggaraan ibadah di Indonesia. Dengan lebih dari 5,7 juta calon jemaah dalam daftar tunggu, realitas ini memantik pertanyaan besar tentang keadilan dan relevansi sistem yang berlaku saat ini.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mulai mendorong perubahan signifikan. Dalam taklimat yang disampaikan Presiden ditegaskan bahwa upaya memperpendek masa tunggu menjadi prioritas, termasuk memperbaiki tata kelola dan memastikan distribusi keberangkatan yang lebih merata.

Saat ini, masa tunggu rata-rata telah ditekan menjadi sekitar 26 tahun, turun dari sebelumnya yang mencapai hingga 49 tahun. Namun, angka tersebut dinilai masih terlalu panjang untuk ukuran ibadah yang mensyaratkan kesiapan fisik dan mental aktual.

“Apakah perlu antrean selama itu? Kita harus berani mengevaluasi sistem yang ada, karena ibadah haji bukan sekadar layanan administratif biasa,” ujar Menteri Haji dan Umrah dalam sebuah forum nasional, Rabu (8/4/2026),

Baca Juga:
  • Pakistan dan Arab Saudi: Kesepakatan Jalur Menuju Makkah
  • Kerugian Akibat Bencana Capai Rp22 Triliun Setahun
  • Mudik Gratis DKI 2025 Siapkan 22 Ribu Kursi, Begini Cara Daftarnya
  • Kasmudjo Klarifikasi Tak Pernah Bimbing Skripsi Jokowi

Pernyataan tersebut mencerminkan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat. Selama ini, prinsip “siapa cepat dia dapat” menjadi dasar antrean, namun dinilai mengabaikan konsep istitha’ah atau kemampuan yang seharusnya bersifat aktual. Banyak jemaah yang akhirnya berangkat dalam kondisi kesehatan yang menurun karena harus menunggu terlalu lama, bahkan puluhan tahun sejak mendaftar.

Dalam konteks ini, muncul wacana baru yang populer disebut sebagai “war ticket”. Meski istilah tersebut hanyalah metafora komunikasi, substansi yang diusung adalah bagaimana memastikan kuota haji diisi oleh mereka yang benar-benar siap berangkat pada tahun berjalan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan kuota tanpa mengganggu sistem reguler yang sudah ada.

Selain persoalan antrean, isu lain yang tak kalah penting adalah pengelolaan dana haji. Dengan total dana yang mencapai lebih dari Rp152 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat hingga Rp180 triliun pada 2025, sistem keuangan haji juga menjadi sorotan. Sebagian besar dana ditempatkan pada instrumen konservatif dengan imbal hasil sekitar 6–7 persen per tahun.

“Jika tidak dikelola dengan hati-hati, sistem ini bisa terlihat seperti skema yang bergantung pada aliran dana baru,” ungkap salah satu anggota pengelola dana haji dalam rapat bersama DPR beberapa waktu lalu.

Artikel Terkait:
  • Menag Buka MTQ Internasional IV di Jakarta, 60 Peserta dari 38 Negara
  • Karyawan Dipaksa Staycation dengan Bos, Partai Buruh Tegaskan Penolakan UU Cipta Kerja
  • Ekonomi Digital Indonesia Mengalami Lonjakan 78,19 Persen
  • Minat Masyarakat Positif, Okupansi Kereta Cepat Whoosh Stabil

Pernyataan tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat transparansi dan produktivitas pengelolaan dana. Sebab, dengan antrean yang panjang, dana terus mengendap dan berpotensi menciptakan risiko struktural jika tidak dikelola secara optimal.

Di sisi lain, peluang peningkatan kuota haji global melalui proyeksi Saudi Vision 2030 membuka harapan baru. Indonesia berpotensi mendapatkan tambahan kuota hingga mendekati 500 ribu jemaah per tahun. Jika hal ini terealisasi, maka diperlukan sistem adaptif yang mampu menyalurkan kuota tambahan secara adil dan tepat sasaran.

Momentum ini pun dipandang sebagai titik balik untuk melakukan transformasi menyeluruh dalam penyelenggaraan haji. Pemerintah didorong untuk tidak hanya memperbaiki aspek teknis, tetapi juga mengembalikan esensi ibadah haji sebagai kewajiban yang dilaksanakan dalam kondisi terbaik.

Pada akhirnya, polemik antrean panjang bukan sekadar persoalan waktu tunggu, melainkan tentang keadilan, kesiapan, dan kepercayaan publik. Reformasi sistem menjadi kebutuhan mendesak agar ibadah haji tidak lagi menjadi penantian seumur hidup, melainkan kepastian yang nyata bagi setiap calon jemaah.

Jangan Lewatkan:
  • Komdigi Ancam Blokir 36 PSE Global, Termasuk Nike dan Google
  • Mensesneg Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Pendidikan
  • Skripsi Jokowi Dipertanyakan Alumni, UGM Dinilai Tidak Transparan
  • Tanpa Rafaksi dan HPP Baru, Stok Beras Nasional Meningkat Tajam
Antrean Haji Haji Indonesia Kebijakan Haji Keuangan Haji Reformasi Sistem
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKTP dan Pajak yang Tak Sederhana
Next Article Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

Informasi lainnya

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Vonis Sepotong, Keadilan Cacat

Editorial Udex Mundzir

Persiapan Ramadhan

Islami Assyifa

Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

Editorial Lisda Lisdiawati

Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Perspektif Udex Mundzir

Indonesia Memble Hadapi Tarif Trump

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi