Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PCO Tegaskan Indonesia Gabung BRICS untuk Akses Pasar, Bukan Anti-Barat

Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan tegaskan langkah Indonesia bergabung BRICS adalah strategi perluas pasar global.
ErickaEricka19 Juli 2025 Nasional
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Philips J Vermonte dalam acara diskusi 'Buah Muhibbah Presiden Prabowo dari Dunia Internasioal',
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Philips J Vermonte dalam acara diskusi 'Buah Muhibbah Presiden Prabowo dari Dunia Internasioal' (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan menepis anggapan bahwa langkah Indonesia bergabung ke dalam kelompok negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) dilakukan karena sikap anti-Barat. Penegasan ini disampaikan Tenaga Ahli Utama PCO, Philips J Vermonte, dalam sebuah diskusi publik di Jakarta pada Sabtu (19/7/2025).

Philips menjelaskan bahwa keputusan bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan upaya strategis membuka akses ke pasar-pasar baru yang selama ini belum menjadi fokus utama ekonomi nasional.

“Karena itu kita menjadi anggota BRICS untuk membuka akses pasar. Membuka akses kepada pasar-pasar yang mungkin selama ini tidak terlalu menjadi tujuan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil mengingat semakin sempitnya ruang gerak hubungan luar negeri dan ekonomi akibat dinamika global yang tidak menentu.

Terkait persepsi bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan bentuk penolakan terhadap negara-negara Barat, Philips menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak memiliki agenda anti-Barat maupun anti-Amerika.

“Anggapan itu keliru. Keputusan menjadi anggota BRICS bukan berarti anti terhadap negara manapun. Justru ini adalah bentuk diversifikasi hubungan luar negeri,” kata Philips.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia tetap berada pada posisi politik luar negeri nonblok, dan membuka diri terhadap kerja sama dengan semua pihak, termasuk negara-negara besar seperti Rusia, China, dan India yang merupakan bagian penting dari dinamika global.

Mengenai isu tarif impor dari Amerika Serikat terhadap negara-negara BRICS, Philips menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah berhasil menurunkan tarif dari semula 32 persen menjadi 19 persen setelah negosiasi dengan Presiden Donald Trump. Hal ini dinilainya sebagai bukti bahwa Indonesia mampu menjalin hubungan strategis dengan semua pihak, termasuk AS.

“Artinya bahwa kita menjadi BRICS dilihat bukan sebagai ancaman juga untuk negara seperti Amerika Serikat,” ucap Philips.

Dengan keanggotaan BRICS, Indonesia diharapkan mampu memperkuat jaringan kerja sama ekonomi global dan memperluas peluang perdagangan internasional tanpa harus mengorbankan posisi netral dalam hubungan geopolitik.

BRICS Indonesia di BRICS Pasar Baru Philips Vermonte Strategi Ekonomi Global
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Resmikan UU Stablecoin Pertama di Amerika Serikat
Next Article Pangeran Al Waleed Wafat Usai 20 Tahun Koma

Informasi lainnya

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

16 Maret 2026

Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?

15 Maret 2026

DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

15 Maret 2026

ESDM Siapkan Konversi PLTD ke PLTS di Daerah 3T

14 Maret 2026

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

13 Maret 2026

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

13 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Menuju Haji Suci: Panduan Perjalanan Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

Opini Udex Mundzir

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi