Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PCO Tegaskan Indonesia Gabung BRICS untuk Akses Pasar, Bukan Anti-Barat

Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan tegaskan langkah Indonesia bergabung BRICS adalah strategi perluas pasar global.
ErickaEricka19 Juli 2025 Nasional
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Philips J Vermonte dalam acara diskusi 'Buah Muhibbah Presiden Prabowo dari Dunia Internasioal',
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Philips J Vermonte dalam acara diskusi 'Buah Muhibbah Presiden Prabowo dari Dunia Internasioal' (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan menepis anggapan bahwa langkah Indonesia bergabung ke dalam kelompok negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) dilakukan karena sikap anti-Barat. Penegasan ini disampaikan Tenaga Ahli Utama PCO, Philips J Vermonte, dalam sebuah diskusi publik di Jakarta pada Sabtu (19/7/2025).

Philips menjelaskan bahwa keputusan bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan upaya strategis membuka akses ke pasar-pasar baru yang selama ini belum menjadi fokus utama ekonomi nasional.

“Karena itu kita menjadi anggota BRICS untuk membuka akses pasar. Membuka akses kepada pasar-pasar yang mungkin selama ini tidak terlalu menjadi tujuan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil mengingat semakin sempitnya ruang gerak hubungan luar negeri dan ekonomi akibat dinamika global yang tidak menentu.

Terkait persepsi bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan bentuk penolakan terhadap negara-negara Barat, Philips menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak memiliki agenda anti-Barat maupun anti-Amerika.

“Anggapan itu keliru. Keputusan menjadi anggota BRICS bukan berarti anti terhadap negara manapun. Justru ini adalah bentuk diversifikasi hubungan luar negeri,” kata Philips.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia tetap berada pada posisi politik luar negeri nonblok, dan membuka diri terhadap kerja sama dengan semua pihak, termasuk negara-negara besar seperti Rusia, China, dan India yang merupakan bagian penting dari dinamika global.

Mengenai isu tarif impor dari Amerika Serikat terhadap negara-negara BRICS, Philips menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah berhasil menurunkan tarif dari semula 32 persen menjadi 19 persen setelah negosiasi dengan Presiden Donald Trump. Hal ini dinilainya sebagai bukti bahwa Indonesia mampu menjalin hubungan strategis dengan semua pihak, termasuk AS.

“Artinya bahwa kita menjadi BRICS dilihat bukan sebagai ancaman juga untuk negara seperti Amerika Serikat,” ucap Philips.

Dengan keanggotaan BRICS, Indonesia diharapkan mampu memperkuat jaringan kerja sama ekonomi global dan memperluas peluang perdagangan internasional tanpa harus mengorbankan posisi netral dalam hubungan geopolitik.

BRICS Indonesia di BRICS Pasar Baru Philips Vermonte Strategi Ekonomi Global
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Resmikan UU Stablecoin Pertama di Amerika Serikat
Next Article Pangeran Al Waleed Wafat Usai 20 Tahun Koma

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Saat CFN Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Pelajaran dari Ju Ji Hoon: Mengenali Penyebab Asam Urat

Daily Tips Assyifa

6 Amalan Sunnah Malam Idulfitri

Islami Ericka

Kuliner Viral 2026, Sekadar Gaya?

Food Alfi Salamah

Panduan Berkunjung ke Klinik IMC

Daily Tips Assyifa

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.