Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Target 8 Persen, Airlangga Optimistis Ekonomi Indonesia Melonjak

Alfi SalamahAlfi Salamah1 Desember 2024 Ekonomi 435 Views
Kabinet Prabowo Kerjasama dengan Brazil
Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia Anindya Bakrie (ketiga kiri), Utusan Khusus Presiden/Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo (kedua kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) kerja sama antara korporasi Indonesia dan korporasi Brasil senilai 2,65 Miliar Dolar AS, di Istana Copacabana, Rio De Janeiro, Brasil, Senin (18/11/2024) WIB (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta — Ibarat menantang gelombang, pemerintah era Presiden Prabowo Subianto memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Sasarannya tinggi, namun sejarah membuktikan Indonesia pernah mencapainya.

Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2024, Ahad (1/12/2024), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut bukan mimpi. Ia mengacu pada capaian ekonomi Indonesia di era 1986-1997, saat rata-rata pertumbuhan ekonomi mencapai 7,3 persen, bahkan menyentuh 8,2 persen pada 1995.

“Kita pernah mencapainya di masa lalu. Dengan transformasi ekonomi yang tepat, target ini bukan hal yang mustahil,” kata Airlangga di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

Untuk mencapai target tersebut, Airlangga menekankan pentingnya transformasi ekonomi. Hilirisasi, atau pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi, menjadi kunci. Strategi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat penerimaan negara.

“Ekonomi berbasis hilirisasi sudah terbukti berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kita,” jelasnya.

Selain itu, ekonomi-digital menjadi sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan. Tahun ini, Gross Merchandise Value (GMV) sektor-digital Indonesia mencapai 90 miliar dolar AS, tumbuh 13 persen dari pada tahun lalu. Airlangga optimistis nilai ini dapat meningkat menjadi 120 miliar dolar AS pada 2025, dan bahkan mencapai 400 miliar dolar AS pada 2030.

“Ekonomi-digital memungkinkan kita melompat lebih jauh, dibandingkan sektor konvensional yang harus dimulai dari nol,” tambahnya.

Kalangan pengusaha menyambut baik optimisme pemerintah. Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menyebut target ini memberikan motivasi bagi pelaku usaha untuk lebih berinovasi dan bersinergi dengan pemerintah.

“Kami melihat banyak peluang di sektor digital dan hilirisasi, dan ini menjadi momen untuk bergerak bersama,” kata Arsjad dalam sesi wawancara.

Namun, sejumlah pengamat menilai target tersebut menantang. Pasalnya, kondisi global yang masih tidak menentu serta tantangan dalam implementasi kebijakan bisa menjadi kendala.

Terlepas dari pro dan kontra, pemerintah yakin dengan langkah-langkah strategis yang telah dalam rencana. Airlangga menyebut, keberhasilan akan bergantung pada kerja sama pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.

“Indonesia memiliki potensi besar. Kita sudah buktikan di masa lalu, tinggal bagaimana kita bekerja keras untuk mencapainya lagi,” pungkasnya.

Airlangga Hartarto Ekonomi digital Ekonomi Indonesia Kadin Strategi hilirisasi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePeringatan Hari AIDS Sedunia 2024 di Kutai Timur, Fokus pada Penularan dan Stigma
Next Article Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Kutai Timur: Edukasi dan Dukungan Jadi Kunci Pengendalian

Informasi lainnya

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

5 Februari 2026

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Mengagumkan Kiswah Mengalami Transformasi dalam 10 Fase

Islami Alfi Salamah

Larangan Baju Bekas: Tegas Boleh, Serampangan Jangan

Editorial Udex Mundzir

Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan

Editorial Udex Mundzir

Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Mengapa Aisyah Dinikahi di Usia Muda?

Islami Ericka
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor