Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

BAZNAS Tegas: Zakat Tak Sentuh Program MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 28 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Ubah Pentagon Jadi Departemen Perang, Sindir Xi-Putin-Kim

Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menghidupkan kembali nama Departemen Perang, sekaligus melontarkan sindiran terhadap pertemuan tiga pemimpin dunia di Beijing.
ErickaEricka5 September 2025 Global
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Kementerian Pertahanan atau Pentagon menjadi Departemen Perang pada Jumat (5/9/2025). Langkah ini menandai kebijakan besar pertama dalam masa kepemimpinannya yang menekankan pendekatan konfrontatif dalam isu pertahanan dan keamanan.

Menurut laporan BBC, perubahan nama tersebut belum bisa berlaku sepenuhnya tanpa persetujuan Kongres AS karena status departemen eksekutif diatur dalam undang-undang. Meski begitu, Trump menyatakan optimistis bahwa mayoritas anggota parlemen akan menyetujui kebijakan ini.

“Nama Departemen Perang menyampaikan pesan kesiapan dan tekad yang lebih kuat dibandingkan Departemen Pertahanan, yang hanya menekankan kemampuan bertahan,” bunyi teks perintah eksekutif yang diteken Trump.

Trump juga beralasan bahwa nama Departemen Perang memiliki nilai historis penting, mengingat AS meraih kemenangan besar dalam dua perang dunia dengan nama tersebut. Ia menegaskan bahwa pergantian ini bertujuan untuk mempertegas sinyal kepada lawan bahwa AS siap melindungi kepentingannya dengan segala cara.

Namun, perubahan nama diperkirakan menelan biaya miliaran dolar. Media AS melaporkan bahwa ratusan lembaga, seragam militer, alamat email resmi, hingga logo institusi perlu diganti. Hal ini justru dapat menghambat rencana efisiensi belanja militer yang sebelumnya dipromosikan Pentagon.

“Trump sedang menghidupkan kembali retorika lama. Pertanyaannya bukan hanya soal simbol, melainkan juga efektivitas kebijakan di tengah persaingan global,” ujar seorang analis kebijakan luar negeri yang dikutip CNN.

Sebelum penandatanganan perintah eksekutif, Trump sempat menjadi sorotan internasional karena menyindir pertemuan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Beijing pada Rabu (3/9/2025). Pertemuan itu berlangsung dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun kemenangan Tiongkok atas Jepang pada Perang Dunia II.

Melalui akun Truth Social pada Selasa (2/9/2025) malam waktu AS, Trump menuding ketiga pemimpin tersebut berkonspirasi melawan Washington. Ia menyertakan pesan sarkastik yang menyebut Xi, Putin, dan Kim sedang merencanakan langkah bersama untuk menantang AS.

“Semoga Presiden Xi dan rakyat Tiongkok merayakan hari besar ini. Sampaikan salam saya pada Putin dan Kim saat kalian berkonspirasi melawan Amerika Serikat,” tulis Trump.

Dalam unggahan yang sama, ia juga mengingatkan sejarah dukungan AS terhadap Tiongkok saat Perang Dunia II. Trump menilai kontribusi besar negaranya dalam membantu Tiongkok melawan penjajah Jepang seharusnya tetap dikenang.

Kebijakan perubahan nama Pentagon ini dipandang sebagai sinyal politik luar negeri Trump yang lebih agresif, sekaligus sebagai respons atas meningkatnya konsolidasi antara Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara. Meski masih menunggu persetujuan Kongres, langkah ini dipastikan akan memperkuat perdebatan mengenai arah kebijakan keamanan nasional AS.

Departemen Perang Donald Trump Kim Jong Un Pentagon Vladimir Putin Xi Jinping
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article120 Saksi dan 4 Ahli Jadi Bukti Jerat Nadiem Makarim
Next Article Hotman Paris Singgung Kasus Tom Lembong Saat Bela Nadiem

Informasi lainnya

Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia

23 Januari 2026

Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei

27 Desember 2025

Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman

9 Desember 2025

Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa

11 November 2025

Megawati Serukan Dunia Bersatu Dukung Palestina Merdeka

1 November 2025

Timor Leste Resmi Bergabung ke ASEAN pada KTT Kuala Lumpur

26 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Pahlawan yang Dipenjara

Editorial Udex Mundzir

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Techno Ericka

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 15 Persen pada 2024

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah27 Februari 2026

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor