Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Berasal dari Masyarakat

Pengusulan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional memantik diskusi sejarah. Dimulai dari seminar, kini masuk meja pemerintah.
ErickaEricka21 April 2025 Indonesia
Presiden ke-2 RI Soeharto
Presiden ke-2 RI Soeharto (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Proses pengusulan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional terus bergulir. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa usulan tersebut tidak datang dari pemerintah, melainkan dari aspirasi masyarakat yang muncul lewat berbagai forum publik.

“Masukan dari masyarakat lewat seminar, dan lain sebagainya. Setelah seminar selesai, ada sejarawannya, ada tokoh-tokoh setempat, dan juga narasumber lain yang berkaitan dengan tokoh yang diusulkan jadi pahlawan nasional,” ujar Mensos Saifullah saat menghadiri acara halalbihalal di Jakarta, Minggu (20/4/2025) malam.

Usulan tersebut akan melewati beberapa tahap administratif. Setelah diverifikasi dan diterima oleh bupati atau wali kota, usulan akan diteruskan ke tingkat gubernur. Di sana, dilakukan seminar lanjutan untuk memperdalam validitas dan penguatan historis.

“Setelah itu, nanti prosesnya naik ke atas, ke gubernur. Ada seminar lagi, setelahnya baru ke kami,” jelas Saifullah.

Kementerian Sosial, melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, akan membentuk tim lintas sektor untuk membahas seluruh nama calon pahlawan dari seluruh Indonesia. Tim ini terdiri dari akademisi, sejarawan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

“Setelah kami matangkan, kami diskusikan dan finalisasi. Kami tanda tangani dan langsung dikirim ke Dewan Gelar,” ujar Saifullah.

Sebelumnya, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, menyatakan bahwa hingga Maret 2025 sudah ada 10 nama masuk dalam daftar calon Pahlawan Nasional. Termasuk di antaranya Soeharto yang diajukan dari Jawa Tengah.

Selain Soeharto, beberapa tokoh lain yang kembali masuk daftar adalah Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Bisri Sansuri (Jawa Timur), Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah), Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh), dan Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat).

Empat tokoh baru juga masuk daftar usulan tahun ini, yaitu Anak Agung Gede Anom Mudita (Bali), Deman Tende (Sulawesi Barat), Midian Sirait (Sumatera Utara), dan Yusuf Hasim (Jawa Timur).

Usulan terhadap Soeharto menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian menilai jasanya dalam pembangunan dan stabilitas nasional layak dihargai.

Namun, tak sedikit pula yang menyoroti sisi kontroversial masa kepemimpinannya, terutama terkait pelanggaran HAM dan korupsi.

Namun bagi Kemensos, semua usulan akan ditinjau berdasarkan kriteria objektif. Dalam hal ini, keterlibatan tim ahli sejarah menjadi faktor penting untuk memastikan layaknya seorang tokoh menyandang gelar pahlawan.

Proses penetapan gelar Pahlawan Nasional tak bisa diputuskan secara sepihak. Setelah melalui evaluasi Kemensos, usulan akan dibahas Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang berada di bawah Sekretariat Negara.

“Bukan hanya popularitas atau jasa semasa hidupnya, tapi integritas sejarah yang diuji,” jelas Mira sebelumnya.

Publik pun menanti, apakah nama Soeharto akan lolos sebagai pahlawan nasional dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang, atau justru kembali mengendap dalam perdebatan sejarah panjang bangsa ini.

Kemensos Mensos Pahlawan Nasional Soeharto Usulan Tokoh Pahlawan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSekda Kukar Hadiri Pembahasan Usulan Sekolah Rakyat di Jakarta
Next Article AS Kritik Sertifikasi Halal Indonesia: Dinilai Mahal dan Tak Transparan

Informasi lainnya

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

4 Januari 2026

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

4 Januari 2026

Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

4 Januari 2026

Rahmah El Yunusiah, Perintis Diniyah Putri

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Survei KIC: 83,6% Masyarakat Indonesia Familiar dengan AI

Techno Assyifa

Rakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”

Opini Lina Marlina

Kemenangan 30 Muslim melawan Ribuan Kafir Quraisy

Islami Alfi Salamah

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa

Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

Biografi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.