Tasikmalaya – Di tengah tantangan menurunnya minat baca dan tulis di kalangan generasi muda, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Triguna Tasikmalaya menggelar Workshop Transformasi Tugas Akhir Menjadi Artikel Ilmiah, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Politeknik Triguna Tasikmalaya ini menjadi penanda keseriusan institusi dalam mendorong lahirnya karya ilmiah yang tidak hanya tersimpan di rak perpustakaan, tetapi mampu menembus publikasi bereputasi.
Workshop yang dilaksanakan pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan Dr. Lina Marlina, sebagai pemateri utama. Kegiatan ini dimoderatori oleh Didin Syahidin dan diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir serta civitas akademika.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali peserta pemahaman konseptual dan teknis dalam mengolah tugas akhir menjadi artikel ilmiah yang sistematis, ringkas, dan layak dipublikasikan pada jurnal ilmiah.

Pembantu Direktur III Politeknik Triguna Tasikmalaya, Dr. Hasan Fahmi Kusnandar, menegaskan bahwa karya ilmiah merupakan elemen penting dalam dunia akademik yang harus dipahami sejak dini oleh mahasiswa.
“Karya ilmiah itu sangat penting untuk dipelajari. Saya harapkan dengan adanya workshop ini teman-teman bisa menyalurkan substansi ilmu ini, bagaimana membuat artikel ilmiah itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, tugas akhir mahasiswa seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata.
“Biar nantinya bisa membuat artikel yang baik, bisa dipublikasikan, bukan hanya disimpan di perpustakaan. Mudah-mudahan bisa dipublikasikan di tempat yang bereputasi. Kesempatan seperti ini jarang-jarang, mudah-mudahan ilmunya bermanfaat dan kegiatan berjalan dengan baik,” kata Hasan Fahmi.

Sementara itu, moderator kegiatan Didin menyoroti persoalan literasi nasional yang kian mengkhawatirkan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan tinggi.
“Artikel ilmiah yang bereputasi dan berkualitas itu sangat penting. Berdasarkan berbagai berita dan laporan tahun 2024, tingkat literasi Indonesia sangat menurun. Salah satunya karena minat baca yang kurang, baca saja kurang apalagi menulis,” ungkap Didin.
Ia juga menekankan bahwa masih banyak mahasiswa yang menghadapi kesulitan dalam menyusun tugas akhir.
“Dari beberapa pengalaman sebelumnya, masih banyak mahasiswa yang kesulitan membuat tugas akhir. Padahal tugas akhir itu seharusnya hasil pemikiran melalui proses yang panjang,” lanjutnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Lina menekankan bahwa menulis artikel ilmiah bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan proses berpikir yang mendalam.
“Menulis itu harus tahu isinya itu apa, maknanya apa. Jadi menulis itu harus yang berkualitas,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa artikel ilmiah menuntut kejelasan gagasan, ketepatan metode, serta kemampuan menyampaikan temuan secara ringkas dan padat. Peserta juga diajak memahami perbedaan mendasar antara struktur tugas akhir dan artikel ilmiah, termasuk strategi memilih jurnal, menyesuaikan gaya selingkung, serta menghindari kesalahan umum dalam penulisan.
Selain materi utama, peserta mendapatkan fasilitas berupa materi pelatihan dalam bentuk PDF dan e-certificate. Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, terutama dalam membahas peluang publikasi dan tantangan penulisan ilmiah.
Melalui workshop ini, Politeknik Triguna Tasikmalaya berharap budaya menulis dan meneliti di kalangan mahasiswa semakin tumbuh. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya karya-karya ilmiah berkualitas yang mampu berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan reputasi institusi.
