Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

3 Desa Jadi Sorotan KPU, PSU Tasikmalaya Uji Logistik

Di Ciheuras, Pameutingan, dan Parentas, distribusi logistik bukan perkara hitung-hitungan waktu. Ia soal keteguhan menembus batas alam dan memastikan hak suara tak putus di tengah hujan dan lumpur.
ErickaEricka16 April 2025 Politik
Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ami Imron Tamami
Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ami Imron Tamami (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Akses yang sulit, cuaca yang tak menentu, dan medan yang menantang. Itulah tiga kata yang merangkum tantangan KPU Kabupaten Tasikmalaya dalam menyiapkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang tinggal menghitung hari. Tiga desa—Ciheuras, Pameutingan, dan Parentas—menjadi sorotan karena membutuhkan perhatian ekstra dalam distribusi logistik.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ami Imron Tamami, menyebut bahwa wilayah tersebut tersebar di dua kecamatan berbeda: Cipatujah dan Cigalontang. Ketiganya masuk kategori daerah sulit dijangkau jika hujan turun deras.

“TPS ada beberapa titik lokasi yang jika hujan harus disiapkan kendaraan roda dua agar logistik bisa sampai tanpa hambatan cuaca,” kata Ami saat menghadiri apel pasukan di Lapangan SOR Mangunreja, Rabu (16/4/2025).

Distribusi logistik dari PPK ke TPS di kawasan tersebut tidak bisa mengandalkan kendaraan besar. Jalan sempit dan licin, belum lagi tanjakan curam yang bisa berubah jadi aliran lumpur jika diguyur hujan, membuat pilihan terbaik adalah motor trail atau kendaraan 4×4 dengan awak yang memahami medan.

Menurut Ami, proses ini sudah dipetakan sejak awal. Koordinasi telah dijalin dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, desa, serta aparat keamanan di lapangan.

“Petugas di lapangan sudah terbiasa dan tahu karakteristik medan. Koordinasi dengan TNI, Polri, hingga Linmas sudah kami lakukan,” ujarnya.

Distribusi logistik bukan sekadar memindahkan kotak suara dan perlengkapan pencoblosan. Ia adalah urat nadi dari kepercayaan publik terhadap demokrasi. Bila terlambat, suara bisa batal. Bila hilang, kecurigaan akan muncul. Bila salah sasaran, stabilitas bisa terganggu.

Oleh karena itu, KPU menempatkan prioritas tinggi pada ketepatan waktu dan keamanan logistik, terlebih di titik-titik sulit seperti Desa Ciheuras (Kampung Cianggar), Desa Pameutingan di Cipatujah, dan Desa Parentas (Kampung Buligir) di Cigalontang.

Masyarakat di kawasan ini pun sudah terbiasa dengan keterbatasan. Namun mereka tak ingin hak suaranya terganjal hanya karena letak geografis.

“Kalau musim hujan, jalan tanah jadi licin sekali. Tapi kami siap bantu kalau diperlukan. Yang penting bisa nyoblos,” kata Eman (52), warga Kampung Buligir, dengan nada optimis.

Persoalan distribusi logistik tak hanya soal fisik medan. Di beberapa lokasi, masalah jaringan komunikasi juga masih jadi tantangan. Daerah seperti Salopa dan Cipatujah dikenal memiliki blank spot sinyal, yang bisa mengganggu proses pelaporan real-time pada hari pemungutan suara.

Meski begitu, KPU menegaskan pihaknya sudah menyiapkan skenario alternatif, termasuk memindahkan lokasi TPS bila diperlukan dan menggunakan metode pelaporan manual.

“Blank spot memang masih ada, tapi ini sudah kami antisipasi. Lokasi TPS bisa disesuaikan. Pengalaman pemungutan suara sebelumnya juga membantu,” ujar Ami.

KPU juga telah menginstruksikan agar semua TPS siap sehari sebelum hari H. Petugas KPPS akan mulai mendirikan TPS dan menerima logistik dari PPS pada Jumat, 18 April 2025.

“Kita targetkan semua TPS siap pada H-1. Jadi saat hari pencoblosan, semuanya tinggal fokus pada pelaksanaan,” tambahnya.

Pemilu ulang kali ini bukan hanya ajang pengulangan. Ia juga ajang pembuktian. Setelah Pilkada 2024 dibatalkan Mahkamah Konstitusi karena pelanggaran, PSU menjadi panggung untuk mengembalikan marwah demokrasi di Tasikmalaya.

Tiga desa ini, meski terpencil, menjadi titik penting dalam ekosistem PSU. Jika logistik berhasil tiba tepat waktu dan pemungutan suara berjalan lancar, maka publik bisa yakin bahwa semua suara memiliki tempat yang sama dalam penentuan masa depan daerah.

Namun, bila ada satu TPS tertunda, apalagi sampai batal, dampaknya bisa luas. Tak hanya menurunkan kepercayaan publik, tapi juga memunculkan ruang bagi konflik.

“Makanya kami terus monitor ketat perkembangan di lapangan. Setiap kendala harus cepat diatasi,” kata Ami.

PSU bukan hanya urusan kotak suara. Ini tentang hak, martabat, dan kepercayaan. Bahkan di desa yang terpencil, warga punya harapan bahwa satu suara mereka akan mengubah sesuatu.

Maka dari itu, langkah KPU untuk memberi perhatian khusus pada tiga desa ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kejelian memetakan risiko dan kesiapan logistik menjadi penentu kesuksesan PSU secara keseluruhan.

“Kami ingin memastikan tak ada satu pun warga Tasikmalaya yang kehilangan haknya karena alasan teknis,” tegas Ami.

Cigalontang Cipatujah Desa Ciheuras Desa Parentas Distribusi Logistik KPU Kabupaten Tasikmalaya PSU Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article3 Ribu Pasukan Jaga TPS, Tasik Siaga Hadapi PSU
Next Article Bupati Kukar Tepati Janji Serahkan Bantuan Alat Hadrah ke Majelis Taklim

Informasi lainnya

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026

Bupati Aceh Utara Pertanyakan Absennya Presiden Saat Banjir

30 Desember 2025

Prabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur

8 Desember 2025

MPR Soroti Bencana Sumatera sebagai Sinyal Kuat Krisis Iklim Nasional

30 November 2025

Warga Beralih ke Damkar, Wakapolri Akui Layanan Polisi Lamban

18 November 2025
Paling Sering Dibaca

Menggapai Suci Haji: Panduan Menyeluruh Lahir dan Batin

Islami Alfi Salamah

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka

UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang

Editorial Udex Mundzir

DeepSeek AI: Alternatif AI Murah dari Cina yang Saingi ChatGPT

Techno Assyifa

Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.