Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 16 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tujuh Desa di Perbatasan Indonesia-Malaysia Nikmati Listrik 24 Jam Berkat PLN

Selain lebih mahal karena harus membeli BBM, kami juga repot karena mesti memelihara genset. Kalau pakai listrik PLN, sangat mudah, semua tinggal pakai saja
Adit MusthofaAdit Musthofa17 Juli 2023 Daerah
listrik 24 jam pln
Petugas PLN seusai menyambungkan listrik di rumah warga di Sei Manggaris, Nunukan, Kalimantan Utara, awal Juli 2023. (antara/-PLN Kaltim)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Balikpapan – Sebanyak tujuh desa di perbatasan Indonesia-Malaysia telah berhasil mendapatkan pasokan listrik dari PLN pada bulan Juli 2023, dan sekarang semua desa tersebut menikmati listrik selama 24 jam setiap harinya.

“Untuk Provinsi Kalimantan Utara, hingga Juni 2023 sudah ada tujuh desa yang berhasil kita tingkatkan operasional jam nyalanya menjadi 24 jam. Ketujuh desa itu tersebar di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bulungan yakni Desa Naha Aya, Lepak Aru, dan Long Pari, di Kabupaten Tana Tidung yaitu Tengku Dacing, dan di Nunukan,” rinci General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Joice Lanny Wantania, Minggu (16/7/2023).

Desa Sekaduyun Taka, Tabur Lestari, dan Semaja baru dua pekan ini resmi mendapat listrik 24 jam dari PLN. Tidak kurang dari 500 kepala keluarga atau 2500 jiwa mendiami ketiga desa tersebut, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kesultanan Sabah, bagian dari Federasi Malaysia.

Ketiga desa berada dalam administrasi Kecamatan Sei Manggaris, bagian Kabupaten Nunukan di daratan Kalimantan yang terdekat dengan ibukota kabupaten di Pulau Nunukan.

Baca Juga:
  • PKL Pepelegi-Sawotratap Tolak Rencana Penggusuran
  • Astra Honda Motor Gelar Sosialisasi Keselamatan Berkendara
  • DKP Kaltim akan Bangun Kebun Rumput Laut di Bontang
  • Kemendikbudristek Dorong Transisi Menyenangkan PAUD dan SD di Kutai Kartanegara

Joice berharap masuknya listrik di daerah ini dapat mendorong segala sektor kehidupan seperti ekonomi, sosial, pendidikan dan sektor pendukung lainnya yang bergantung pada listrik menjadi lebih baik dan lebih maju lagi.

Sekretaris Desa Sekaduyan Taka, Tarto (37) menjelaskan bahwa saat menggunakan genset untuk menghasilkan listrik, dalam sebulan, setiap warga bisa mengeluarkan biaya lebih dari Rp2 juta untuk ongkos membeli bahan bakar minyak (BBM). Setelah ada listrik PLN, warga cukup mengeluarkan biaya Rp300 ribu bayar rekening listrik.

“Selain lebih mahal karena harus membeli BBM, kami juga repot karena mesti memelihara genset. Kalau pakai listrik PLN, sangat mudah, semua tinggal pakai saja,” kata Tarto.

Pada kesempatan itu juga GM Joice menambahkan, bahwa program melistriki desa-desa terluar, terpencil, dan terdepan (daerah 3T) ini bisa dikerjakan PLN dengan dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN),

Artikel Terkait:
  • HUT RI ke-78, Fraksi PKS Kaltim Gelar Lomba Pidato Membaca Teks Proklamasi
  • Hujan Deras Tunda Penerbangan Lion Air JT-673 dari Balikpapan ke Jakarta
  • Nelayan Pelabuhan Tegalsari Dapat Santunan JKK 70 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
  • Mojokerto Fokus Pada Pertumbuhan Anak Melalui Program Inovatif Sehati

PMN memungkinkan tantangan melistriki desa-desa atau kampung terpencil bisa dikerjakan. Daerah 3T, dengan aksesnya yang jauh atau juga sulit, dengan jumlah penduduk sedikit, maka tidak akan bisa menguntungkan bila dihitung dari segi bisnis. Menurut perhitungan PLN, diperlukan biaya antara Rp25-45 juta untuk melistriki satu rumah di daerah 3T, sementara biaya sambungan baru untuk 2200 watt di kota bisa kurang dari Rp4 juta.

“Tapi kita kan tidak melulu bisnis cara berpikirnya. Ada juga keadilan sosial. Di sinilah negara hadir dengan PMN itu,” jelas GM Joice.

Maka PLN mengalokasikan PMN Rp10 triliun pada 2023 ini untuk membangun pembangkit berbasis energi baru terbarukan, Rp3,8 triliun untuk pembangunan transmisi dan distribusi, dan Rp4,5 triliun lagi untuk jaringan distribusi hingga rumah warga di desa sasaran.

“Dengan dukungan yang luar biasa dari pemerintah melalui PMN, kami berharap energi berkeadilan bisa terwujud bagi seluruh masyarakat terutama mereka yang ada di daerah terluar, terpencil, dan terdepan,” demikian Joice.

Jangan Lewatkan:
  • Terus Berinovasi dan Kreatif, Ratusan Personel Puspenerbal Rayakan Kenaikan Pangkat
  • Istri Chis John Tuntut Keadilan untuk Putrinya
  • Pemutihan Pajak Kendaraan Tasikmalaya, Buru Diskon Sebelum Akhir!
  • Evaluasi Lomba Gotong Royong Kaltim: Mengukir Kebersamaan Desa

Berita Kaltim Listrik PLN
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKKHI Madinah Melaksanakan MCU untuk Jamaah Risti
Next Article Tunda Pilkada Serentak 2024? Keputusan Bergantung Kesiapan KPU RI dan Polri

Informasi lainnya

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

10 April 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

8 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

7 April 2026

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

6 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

5 April 2026
Paling Sering Dibaca

Kunci Hidup Tenang: Belajar Bertanggung Jawab pada Diri Sendiri

Happy Assyifa

Saat Bahasa Membentuk Hirarki: Ucapan ‘Mohon Izin’ dan ‘Siap’

Daily Tips Alfi Salamah

Surat Fatir, Munculnya Uban sebagai Pemberi Peringatan

Islami Alfi Salamah

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Daily Tips Assyifa

Belajar Efektif, Hasil Maksimal

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi