Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ketatnya Mekanisme Rekam Medis Jamaah Haji

Total jamaah haji yang wafat pada musim haji 2023, 82,5 persennya adalah lansia di atas 60 tahun
Alfi SalamahAlfi Salamah21 Juli 2023 Info Haji
Ilustrasi Jamaah Haji Beribadah
Ilustrasi Jamaah Haji Sedang Mengelilingi Ka'bah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Hilman Latief, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), memberikan tanggapannya mengenai tingginya angka kematian jamaah haji pada musim haji tahun 2023. Angka kematian ini bahkan mencatat rekor tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Hilman mengatakan pada musim haji 2023 ini, jumlah lansia dengan usia di atas 60 tahun berjumlah 67 ribu orang. Pada tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda, jumlah lansia mencapai 30 ribu orang.

“Jadi ada hampir dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Lansia (yang berangkat) tahun ini adalah mereka yang sejak 2020 itu nunggu dan baru bisa berangkat pada tahun 2023. Artinya, lansia yang tidak bisa berangkat di tahun-tahun sebelumnya ini ngumpul di 2023,” kata dia, Jumat (21/7/2023).

Hilman juga menjelaskan, dari total jamaah haji yang wafat pada musim haji 2023, 82,5 persennya adalah lansia di atas 60 tahun. Adapun rinciannya, 35,4 persen adalah lansia 60-70 tahun, 26,6 persen lansia 70-80 tahun, 16 persen lansia 80-90 tahun, dan 3,5 persen lansia di atas 90 tahun.

“Yang di bawah 60 tahun itu 18 persen. Belum lagi soal cuaca ekstrem di sana, kelelahan akut. Juga bisa melihat dari jenis penyakit yang muncul. Serangan jantung, hipertensi, dan gula,” jelasnya.

Karena itu, Hilman mengatakan, memang harus ada pengetatan, yaitu pada aspek rekam medis. Ditjen PHU Kementerian Agama akan mempersiapkan mekanisme yang lebih ketat. Misalnya, apakah diperlukan penyerahan hasil cek kesehatan sebelum pelunasan.

“Sebelum pelunasan ini sudah harus clear, baru boleh lunas. Kalau kemarin kan lunas dulu, baru cek kesehatan,” katanya.

“Jadi sudah ketahuan dari awal riwayat-riwayat penyakit jamaah. Apakah itu riwayat jantung, hipertensi, gula. Sehingga cepat penanganannya, karena mekanisme cek kesehatan yang lebih transparan. Kalau tidak membawa medical record, kita tidak tahu punya penyakit apa atau dulu punya riwayat apa. Belum lagi yang punya komorbid akut,” ujarnya.

Hilman Latief Info Haji 2023 Rekam Medis Jamaah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJamaah Lansia Bercita-cita Wafat di Tanah Suci
Next Article 29 Jamaah Haji Wafat, 1.556 Kembali ke Tanah Air

Informasi lainnya

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

8 Januari 2026

Antrean Haji Reguler 26 Tahun, Haji Khusus Jadi Opsi

22 Desember 2025

Biaya Haji 2026 Turun Tipis, Jamaah Sampang Tetap Sambut Positif

26 November 2025

Durasi Haji 2026 Disingkat, Tinggal 38 Hari bagi Jemaah Indonesia

20 November 2025

Kemenhaj Pastikan Asrama Haji Siap Sambut Musim 2026

18 November 2025

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

5 November 2025
Paling Sering Dibaca

Tri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil

Biografi Alfi Salamah

Hidup dari Dividen Saham? Ini Modal yang Kamu Butuhkan!

Bisnis Ericka

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan

Editorial Udex Mundzir

Untuk Apa Kenaikan UMP 6,5% Itu?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor