Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sawer Meriah di Kampung Citepus

“Kebahagiaan sejati adalah saat berbagi kebahagiaan dengan orang lain.”
Lina MarlinaLina Marlina10 Januari 2025 Happy 749 Views
Tradisi sawer adat Sunda
Tanpa berebut tidak seru, sawer panganten (.dex)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Suasana meriah meliputi Kampung Citepus saat pernikahan adat Sunda antara Cucu Hadis dan Susan digelar pada 10 Januari 2025. Prosesi saweran menjadi daya tarik utama, membawa keceriaan tidak hanya bagi pasangan pengantin tetapi juga warga sekitar.

Berbagai benda simbolis, mulai dari beras putih, uang logam, hingga kunyit, ditaburkan oleh Bi Oting dan keluarga besar kedua mempelai, disambut antusias oleh para tamu dan warga yang hadir.

Filosofi dalam Setiap Taburan

Tradisi sawer adalah bagian tak terpisahkan dari adat Sunda. Lebih dari sekadar hiburan, setiap benda yang ditaburkan memiliki filosofi mendalam:

Baca Juga:
  • Raqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah
  • Pegeseran Makna Staycation dan Arti Sebenarnya
  • Kunci Hidup Tenang: Belajar Bertanggung Jawab pada Diri Sendiri
  • D’MASIV Menuju Panggung Dunia dari Ciledug ke Los Angeles
  • Beras putih, melambangkan kesejahteraan dan kebahagiaan dalam rumah tangga.
  • Uang logam, simbol kelancaran rezeki
  • Permen, menggambarkan kehidupan rumah tangga yang manis.
  • Kunyit, menyiratkan keberkahan dan kemuliaan.
  • Bunga, doa agar pasangan harum namanya di tengah masyarakat.
  • Daun sirih, lambang kerukunan dan saling pengertian.

Prosesi ini diiringi dengan lantunan tembang Sunda penuh petuah dari juru sawer, yang menyampaikan nasihat tentang pentingnya cinta, kesetiaan, dan kerja sama dalam membangun rumah tangga.

Kebahagiaan yang Dibagikan

Setelah benda-benda simbolis ditaburkan, warga yang hadir berebut saweran dengan penuh sukacita. Anak-anak hingga orang dewasa berpartisipasi, menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Dalam adat Sunda, momen ini tidak hanya dianggap sebagai hiburan tetapi juga sebagai wujud berbagi berkah dengan masyarakat sekitar.

Panitia acara memastikan prosesi berlangsung tertib agar tidak terjadi kericuhan. Kehangatan dari tradisi ini mengajarkan makna gotong royong dan semangat kebersamaan yang kerap dirindukan dalam kehidupan modern.

Artikel Terkait:
  • Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025
  • Halal Kulture District Ajak Muslim Muda Sambut Ramadan Lebih Mindful
  • Beban Mental dalam Pernikahan
  • Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

Awal Kehidupan yang Berkah

Tradisi sawer dalam pernikahan Cucu dan Susan menciptakan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Selain menjadi awal yang penuh doa bagi kedua mempelai, tradisi ini menjadi pengingat bahwa adat istiadat adalah warisan yang patut dijaga.

Cucu dan Susan, saat sesi foto ruang terbuka

Semoga Cucu Hadis dan Susan menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan penuh cinta, dilimpahi berkah sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kebahagiaan yang mereka bagikan di hari istimewa ini akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi masyarakat Kampung Citepus.

Jangan Lewatkan:
  • Anak dan Sepak Bola: Jembatan Simbolik di Piala AFF 2024
  • Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan
  • Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati
  • Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama
Adat Pernikahan Sawer Budaya Indonesia Kampung Citepus Pernikahan Harmonis Tradisi Sunda
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKomisi II Usul Kepala Daerah yang tak Masuk Sengketa MK Dilantik Duluan
Next Article Jelang Merger dengan FREN, Para Petinggi XL Mundur

Informasi lainnya

Self Healing, Tren atau Pelarian?

22 Januari 2026

Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati

11 Januari 2026

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

29 Oktober 2025

Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan

29 Oktober 2025

Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Menyimpan Pesona Budaya dan Alam

15 September 2025

Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

23 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

Islami Lisda Lisdiawati

Cara Efektif Menghitung Dana Pensiun di Indonesia

Daily Tips Assyifa

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

Profil Alfi Salamah

Satpam BCA: Garda Depan Pelayanan Perbankan

Bisnis Assyifa

Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi