Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 2 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ekonom Kritik Pemangkasan Anggaran di Era Prabowo

Kebijakan efisiensi anggaran hingga Rp 306,69 triliun memunculkan berbagai pandangan kritis dari para ekonom.
AssyifaAssyifa24 Januari 2025 Ekonomi
Pemangkasan Anggaran Era Prabowo
Wijayanto Samirin Ekonom dari Universitas Paramadina (.sszoom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemangkasan anggaran kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (Pemda) senilai Rp 306,69 triliun. Anggaran yang dipangkas akan dialokasikan untuk program prioritas, seperti makan bergizi gratis, penciptaan lapangan kerja, dan penghematan devisa.

Namun, kebijakan ini menuai kritik dari para ekonom. Nailul Huda, ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), menyayangkan adanya intervensi pemerintah pusat terhadap pengelolaan anggaran daerah.

“Daerah yang memiliki anggaran yang ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) seharusnya bisa menentukan langkah sendiri tanpa intervensi pusat,” kata Huda, Jumat (24/1/2025).

Ia menambahkan, pemaksaan Pemda untuk mendukung program pusat seperti makan bergizi gratis dapat menghambat otonomi fiskal daerah. Menurutnya, jika anggaran pusat terbatas, pemerintah harus menyampaikan secara transparan kepada publik.

Baca Juga:
  • Pertambangan Kaltim Menguat: Pertumbuhan 5,74% di Akhir Tahun 2022
  • Tiga Ruas Tol Gratis Selama Mudik Lebaran 2025
  • 99,5 Persen Pelanggan PLN Dibebaskan dari PPN Listrik
  • UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan

Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menyebut pemangkasan anggaran ini mencerminkan situasi fiskal yang sulit.

“Ini merupakan konsekuensi logis karena pemerintah tidak menaikkan tarif pajak, termasuk PPN, tetapi semakin banyak program kerakyatan,” ujarnya.

Samirin menjelaskan bahwa utang pemerintah Indonesia yang mencapai Rp 8.680 triliun pada 2024, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 39%, menjadi tantangan besar, terutama karena bunga utang yang tinggi.

Yusuf Rendy Manilet, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, menyoroti pentingnya transparansi dalam realokasi anggaran tersebut.

Artikel Terkait:
  • Prabowo: Investasi Besar Siap Masuk Indonesia Tahun Ini
  • Industri Penerbangan Bangkit, Kilang Pertamina Balikpapan Lampaui 2,6 Juta Barrel Avtur
  • Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru
  • Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan

“Apakah pemangkasan anggaran ini memastikan APBN lebih tepat sasaran? Hal ini bergantung pada bagaimana pemerintah merinci tujuan dan alokasi dari pemangkasan tersebut,” ujar Yusuf.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah perlu memastikan dampak positif dari realokasi ini, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kebijakan efisiensi anggaran ini telah dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Pemerintah menargetkan penghematan anggaran sebesar Rp 256,1 triliun dari kementerian dan lembaga, serta Rp 50,59 triliun dari dana transfer ke daerah.

Jangan Lewatkan:
  • Diskon Tiket Pesawat Dongkrak Jumlah Pemudik Udara 2025
  • Pinjaman Paylater Bank Tembus Rp22,78 T per Maret 2025
  • Diskon 50 Persen Tarif Listrik Berakhir, Biaya Hidup Makin Berat
  • Transaksi UMKM Tembus Rp1,1 Triliun per Mei 2025
APBN 2025 Kebijakan Fisikal Kritik Ekonom Pemangkas Anggaran Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSingapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga
Next Article Mendag Sebut Distributor Penyebab Harga MinyaKita Mahal

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bukan Sekadar Angka Kemiskinan

Editorial Udex Mundzir

Growth Mindset

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Pulau Sumba, Surga Eksotis Baru

Travel Alfi Salamah

Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia

Opini Udex Mundzir

Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Malaysia Susah Payah Kalahkan Timor Leste di Piala AFF

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi