Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 28 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik

Ungkapan satir dari Keraton Surakarta bukan sekadar nostalgia masa lalu, tetapi kritik keras terhadap janji yang tak kunjung ditepati.
Udex MundzirUdex Mundzir4 Maret 2025 Editorial
Kritik Putra Mahkota Solo terhadap Pemerintah
Putra Mahkota Solo dan Penyesalan Bergabung dengan Republik (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gelombang kekecewaan terhadap pemerintah kini datang dari tempat yang tak terduga: Keraton Surakarta. Putra Mahkota Solo, KGPAA Hamengkunegoro, lewat unggahannya di media sosial mengungkapkan sindiran tajam: “Nyesel Gabung Republik.” Pernyataan ini langsung memicu perdebatan. Apakah ini bentuk nostalgia feodalisme atau justru cerminan dari kekecewaan yang lebih luas?

Keraton Surakarta, bersama Kesultanan Yogyakarta, dahulu berperan besar dalam pembentukan Republik Indonesia. Pada 5 September 1945, Kasunanan Surakarta menjadi wilayah pertama yang menyatakan diri bergabung dengan NKRI, bahkan sebelum Yogyakarta. Namun, hanya setahun kemudian, status istimewanya dicabut oleh pemerintah pusat akibat tekanan politik dan konflik internal.

Sejak saat itu, Keraton Surakarta terus mengalami kemunduran. Tidak seperti Yogyakarta yang mempertahankan status Daerah Istimewa, Surakarta terpinggirkan dari struktur politik nasional. Kekuasaan politiknya hilang, otoritasnya melemah, dan aset-asetnya menjadi polemik berkepanjangan.

Baca Juga:
  • Prabowo Lebih Pro pada Koruptor
  • Selamat Tinggal Agustus Kelabu: Tinggalkan Joget-joget di Istana
  • Menakar Usia Ideal Penggunaan HP bagi Anak
  • Meski Terlambat, Tetap Harus Dipercepat

Ungkapan Putra Mahkota Solo bukan sekadar ekspresi pribadi. Ini adalah refleksi dari kekecewaan yang lebih dalam terhadap tata kelola negara. Ia menyoroti berbagai persoalan nasional, mulai dari korupsi, pengelolaan sumber daya, hingga kebijakan ekonomi yang dinilai tak berpihak pada rakyat.

Dalam sejarah politik Indonesia, kritik dari kalangan bangsawan bukanlah hal baru. Raja-raja di Nusantara pernah berperan sebagai penjaga keseimbangan kekuasaan, memberikan peringatan terhadap penyimpangan penguasa. Namun, kritik dari Keraton Surakarta kali ini berbeda: ia datang dari lembaga yang sudah lama terpinggirkan, tanpa posisi strategis di pemerintahan.

Publik merespons dengan beragam. Ada yang menilai ini sebagai upaya mencari perhatian, ada pula yang melihatnya sebagai kritik yang sah. Namun, satu hal yang tak bisa diabaikan: ketika simbol budaya mulai bersuara lantang, ini menandakan ada sesuatu yang benar-benar salah dalam sistem pemerintahan.

Artikel Terkait:
  • Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’
  • Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!
  • PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik
  • Demokrasi Tak Boleh Kalah Oleh Lumpur

Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah pemerintah akan menanggapi kritik ini dengan bijak atau justru mengabaikannya? Jika suara dari Keraton saja tidak didengar, bagaimana dengan rakyat biasa yang terus berjuang dalam ketidakpastian ekonomi dan sosial?

Ungkapan satir dari Putra Mahkota Solo ini harus dibaca lebih dari sekadar nostalgia feodal. Ini adalah cermin bagi penguasa hari ini, bahwa sejarah akan selalu mencatat janji-janji yang tak ditepati.

Jangan Lewatkan:
  • Wibawa Prabowo Dipertanyakan, Siapa Pemimpin Sebenarnya?
  • Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat
  • Peluang Usaha di Balik Batas Medsos
  • Sahabat AI dan Ilusi Kedaulatan Digital
Keraton Surakarta Kritik Pemerintah Politik Indonesia Putra Mahkota Solo Sejarah Kesunanan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRun Street Ramadhan Kukar Dorong Gaya Hidup Positif Pemuda
Next Article Pidato Perdana Wali Kota Tasikmalaya: Komitmen Bangun Kota Santri yang Maju

Informasi lainnya

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Survei KIC: 83,6% Masyarakat Indonesia Familiar dengan AI

Techno Assyifa

Bank Mandiri Berkolaborasi Ciptakan Smart Financing untuk UKM

Bisnis Alfi Salamah

Pelajaran dari Ju Ji Hoon: Mengenali Penyebab Asam Urat

Daily Tips Assyifa

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi