Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 7 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Polisi mungkin saja tidak tahu, atau mungkin saja tahu tapi menutupinya. Yang jelas, kasus ini menambah panjang daftar ironi penegakan hukum di Indonesia.
Udex MundzirUdex Mundzir20 Maret 2025 Editorial
Ladang Ganja di Bromo dan Kegagalan Pengawasan
Ladang Ganja di Bromo (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mana mungkin polisi tidak tahu? Ladang ganja seluas itu, berada di kawasan konservasi, dan sudah beroperasi selama bertahun-tahun. Sulit dipercaya bahwa aparat penegak hukum dan otoritas setempat benar-benar tidak menyadari keberadaan perkebunan ilegal ini.

Kasus ladang ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang menyeret enam terdakwa membuka tabir gelap lemahnya pengawasan di kawasan konservasi. Para terdakwa mengaku mendapatkan bibit, pupuk, dan arahan dari seorang buronan bernama Edi.

Mereka juga menyebut adanya jaminan perlindungan jika aktivitas ilegal ini terendus aparat. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ada oknum yang bermain di balik kasus ini?

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Lumajang, para terdakwa mengaku dijanjikan upah Rp 150 ribu setiap kali turun ke lahan, serta bonus Rp 4 juta per kilogram hasil panen.

Sebuah angka yang cukup menggiurkan bagi masyarakat desa yang mungkin kesulitan mencari pekerjaan tetap. Namun, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang menanam, melainkan mengapa aktivitas ini bisa berlangsung lama tanpa terdeteksi aparat?

Ladang ganja bukan sekadar kebun kecil yang tersembunyi di balik semak-semak. Ini adalah industri ilegal yang membutuhkan logistik, tenaga kerja, dan distribusi.

Baca Juga:
  • Kegaduhan yang Disengaja
  • Raja Kecil di Birokrasi, Prabowo Gertak Sambal?
  • Apa yang Sebenarnya Disembunyikan dari Dana Desa?
  • Tukin Dosen: Antara Janji dan Realita

Keberadaannya tidak bisa berdiri sendiri tanpa jaringan yang lebih luas. Artinya, ada sistem yang memungkinkan operasi ini berjalan, dan ada kelalaian—atau pembiaran—dari pihak berwenang.

Kasus ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan di kawasan konservasi. TNBTS adalah taman nasional yang seharusnya dijaga ketat, baik untuk perlindungan lingkungan maupun keamanan.

Jika ladang ganja bisa tumbuh subur di sana, apa yang menjamin bahwa aktivitas ilegal lain tidak terjadi di tempat yang sama?Ironisnya, ini bukan kali pertama kasus ladang ganja di kawasan konservasi terungkap.

Di berbagai daerah, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Kalimantan, praktik serupa juga ditemukan. Pola yang sama berulang: masyarakat desa dijadikan pekerja, bos-bos besar tak tersentuh, dan aparat seolah baru “sadar” setelah kasus ini mencuat ke publik.

Jika benar aparat kepolisian dan pihak taman nasional tidak tahu-menahu soal ini, maka itu menunjukkan lemahnya sistem pengawasan mereka. Jika mereka tahu, tetapi tidak bertindak, maka ini adalah bentuk kegagalan hukum yang lebih serius.

Artikel Terkait:
  • Waspadai, Purbaya Anak Buah Luhut
  • Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa
  • Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’
  • Politik Warisan yang Membelit

Reformasi pengawasan kawasan konservasi harus menjadi prioritas. Penggunaan teknologi seperti drone, patroli rutin yang lebih ketat, serta keterlibatan masyarakat dalam pemantauan bisa menjadi solusi jangka panjang.

Selain itu, yang lebih penting adalah memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan secara adil. Jika ada oknum yang bermain di balik kasus ini, mereka harus diungkap.

Masyarakat perlu melihat bahwa hukum tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga berani menindak mereka yang berada di balik layar.

Kasus ladang ganja di Bromo ini bukan sekadar cerita kriminal biasa. Ini adalah potret buram dari bobroknya sistem pengawasan, lemahnya penegakan hukum, dan kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang seharusnya menindak, bukan melindungi.

Jangan Lewatkan:
  • Israel vs Iran: Medan Dominasi, Bukan Lagi Proxy
  • Nasaruddin Umar di Puncak Kepuasan Publik
  • Ketika Kebijakan Membakar Dapur Rakyat
  • Pelantikan Presiden di Jakarta, Jokowi Gagal Pindah Ibu Kota

Jangan sampai kasus ini hanya berhenti pada enam orang terdakwa yang hanyalah pekerja lapangan. Polisi harus membuktikan bahwa mereka benar-benar tidak tahu—dan jika ternyata tahu, mereka harus berani menindak siapapun yang terlibat, tanpa pandang bulu.

Keamanan Nasional Ladang Ganja Penegakan Hukum Polisi Taman Nasional
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDemonstrasi Tolak Revisi UU TNI, Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Padati DPR
Next Article Saur On The Road di Batuah, Rendi Solihin Ajak Warga Jaga Semangat Kukar Idaman

Informasi lainnya

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Editorial Udex Mundzir

Kenali Kapal Kayu Nelayan dan Kualitas Jual Tinggi

Kroscek Dexpert Corp

Prabowo Lebih Pro pada Koruptor

Editorial Udex Mundzir

Menyesap Filosofi di Balik Secangkir Teh Jepang

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi