Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 17 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PBB Krisis Dana, Operasi dan Perekrutan Terancam Dihentikan

Perserikatan Bangsa-Bangsa menghadapi tekanan likuiditas serius akibat banyak negara anggota menunggak iuran wajib.
ErickaEricka24 Mei 2025 Global
Pbb
Markas Besar PBB (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan kondisi keuangannya yang memburuk. Hingga awal Mei 2025, organisasi internasional ini menghadapi kekurangan dana operasional dan perdamaian mencapai lebih dari USD 5 miliar atau sekitar Rp83 triliun. Kekurangan ini mendorong pemangkasan pengeluaran, pembekuan perekrutan pegawai baru, serta pengurangan sejumlah layanan.

Pejabat urusan manajemen PBB, Catherine Pollard, menyampaikan bahwa hanya 61 negara anggota yang telah membayar kewajibannya secara penuh. Akibatnya, kemampuan PBB dalam menjalankan mandat global termasuk bantuan kemanusiaan, perdamaian, dan pembangunan menjadi sangat terbatas.

“Tanpa dukungan keuangan yang luas dan tepat waktu, kemampuan PBB untuk melayani dunia berada dalam risiko serius,” tegas Pollard dalam pernyataannya.

Baca Juga:
  • Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
  • Wisata Korea Utara Dibuka Lagi, Tapi Pyongyang Masih Tertutup
  • Iran Eksekusi 2 Pria Penista Agama Islam
  • Singapura Perketat Larangan Vape, Ribuan Orang Ditangkap

Kekhawatiran juga datang dari delegasi Swiss yang menyatakan bahwa keterlambatan pembayaran dan gangguan layanan mengikis kepercayaan negara-negara terhadap kemampuan PBB. Negara-negara seperti Kazakhstan, Norwegia, dan Inggris turut menyuarakan bahwa akar persoalan ada pada ketidakpatuhan negara-negara dalam membayar iuran tepat waktu.

Sebagai langkah solusi, muncul usulan agar PBB dapat menyimpan dana sisa tahun berjalan untuk kebutuhan awal tahun berikutnya, ketimbang mengembalikannya sebagai kredit kepada negara anggota. Mekanisme ini diharapkan menjadi penyangga saat pembayaran tahunan sering terlambat masuk di awal tahun.

Perwakilan Uni Eropa juga mengkritik bahwa beban operasional tidak semestinya hanya ditanggung oleh negara-negara yang taat bayar. “Ini risiko nyata. Beban keuangan tidak dapat dibebankan hanya pada negara-negara yang membayar tepat waktu,” ujar perwakilan dari Eropa.

Artikel Terkait:
  • Adzanil Prima Septy: Solidaritas Pramuka Indonesia Mendukung Palestina
  • Prabowo Dorong Pencak Silat Jadi Cabang Olahraga Resmi di Mesir
  • Indonesia-Malaysia Sepakat Dirikan Pusat Belajar di Sabah-Sarawak
  • Trump Resmikan UU Stablecoin Pertama di Amerika Serikat

Delegasi ASEAN yang diwakili Singapura turut mengungkapkan keprihatinan, menyebut kondisi kekurangan kas ini menjadi hal rutin yang bahkan memaksa badan PBB seperti Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) menutup kantornya selama tiga bulan serta menangguhkan program kerja dan rekrutmen.

Situasi ini menambah beban terhadap kredibilitas dan efektivitas PBB, terutama saat dunia menghadapi krisis kemanusiaan dan konflik yang kian meningkat.

Jangan Lewatkan:
  • Perubahan Dramatis: Arab Saudi Berdayakan Perempuan Sebagai Jubir
  • Sekjen PBB: Upaya Pembersihan Etnis Palestina di Gaza Harus Dicegah!
  • Dubes Rusia Sampaikan Pesan Damai Saat Iftar di Istiqlal
  • Gempa M 7,7 Guncang Myanmar, Ratusan Terluka, Dampak Hingga Thailand
Krisis PBB Operasi Perdamaian Dunia PBB 2025 PBB Kekurangan Dana Tunggakan Iuran Negara
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSeno Aji Pastikan Musyawarah Desa di Kaltim Rampung Akhir Mei
Next Article Google Diselidiki DOJ AS Terkait Dugaan Pelanggaran Antimonopoli

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Celah Curang Layanan Rumah Sakit

Editorial Udex Mundzir

Makna Idul Fitri

Islami Lisda Lisdiawati

Nafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim

Islami Udex Mundzir

APBS Siapkan Santri Jadi Pengusaha Tangguh

Bisnis Ericka

Pulau Sumba, Surga Eksotis Baru

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi