Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Garuda Diselamatkan, Tapi Sampai Kapan?

Suntikan dana jumbo tak akan cukup jika akar masalah dibiarkan tumbuh dalam senyap.
Udex MundzirUdex Mundzir24 Juni 2025 Editorial
Garuda Indonesia (.inet)
Garuda Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Rp6,65 triliun kembali mengalir ke tubuh Garuda Indonesia. Uang itu bukan dari kas negara, melainkan pinjaman pemegang saham dari PT Danantara Asset Management (Persero).

Meski ini dianggap tonggak penting bagi transformasi Garuda, pertanyaan mendasarnya tetap menggantung: akankah ini jadi solusi jangka panjang, atau sekadar suntikan adrenalin sebelum kolaps berikutnya?

Dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan dan kesiapan armada Garuda dan Citilink. Total dukungan pendanaan mencapai 1 miliar dolar AS.

Namun, angka besar ini tak otomatis menjamin perubahan mendasar. Sebab akar persoalan Garuda bukan hanya pada kekurangan dana.

Masalahnya terletak pada tata kelola, inefisiensi, dan ketergantungan pada kebijakan tambal sulam yang tak pernah menyentuh inti persoalan.

Danantara berjanji mendampingi proses transformasi secara profesional dan terukur. Mereka menyebut pendekatan institusional, evaluasi berkala, dan prinsip tata kelola yang baik.

Itu terdengar menjanjikan. Tapi sejarah membuktikan, janji reformasi sering kandas jika tak menyentuh struktur internal yang bermasalah.

Krisis Garuda bukan baru terjadi. Maskapai ini pernah mengajukan PKPU, terlilit utang besar, dan hampir bangkrut.

Baca Juga:
  • Regulasi Pers Tanpa Arah
  • Pancasila Bukan Milik Satu Nama
  • Nasaruddin Umar di Puncak Kepuasan Publik
  • SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?

Langkah-langkah efisiensi pasca-COVID-19 masih menyisakan beban. Kini, Garuda kembali diselamatkan—kali ini dalam format baru: investor negara lewat Danantara.

Kita juga tak bisa menutup mata terhadap potensi politisasi. Jika tak diawasi, suntikan ini bisa mengulang pola lama: proyek penyehatan mahal tanpa pembenahan substansial.

Apalagi dalam kultur BUMN, reformasi sering jadi jargon. Keberanian menyentuh zona nyaman elite pengelola masih sangat minim.

Kepemimpinan Garuda kini memikul tanggung jawab besar. Mereka harus membuktikan bahwa transformasi bukan sekadar manuver keuangan.

Tapi perubahan budaya kerja, efisiensi operasi, dan optimalisasi layanan harus jadi fokus utama. Jika tidak, triliunan rupiah hanya akan jadi napas buatan.

Segmentasi Garuda dan Citilink—sebagai FSC dan LCC—memang langkah logis. Tapi tantangannya terletak pada efisiensi biaya dan manajemen rute.

Pengelolaan SDM, aset, serta kontrak jangka panjang yang boros harus dibenahi. Danantara harus punya kuasa untuk mengatur ulang semuanya.

Publik berhak tahu ke mana dana ini akan digunakan. Tak cukup hanya klaim “untuk perawatan dan operasional”.

Artikel Terkait:
  • Bukan Vasektomi Solusinya
  • Pilkada Jakarta: Gugat Aja Dulu
  • Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?
  • Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’

Setiap rupiah, langsung maupun tidak dari negara, wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka dan terperinci.

Transparansi bukan hanya laporan keuangan. Tapi juga menyangkut strategi bisnis dan siapa saja aktor di balik pengambilan keputusan penting.

Transformasi sejati tak cukup dengan dana. Arah baru harus ditetapkan dengan tegas dan konsisten.

Keputusan sulit seperti restrukturisasi rute, efisiensi pegawai, dan pelepasan aset non-produktif tak bisa ditunda.

Jika tidak dilakukan, suntikan ini hanya akan jadi penundaan dari krisis berikutnya—bukan penyembuhan.

Pemerintah dan publik harus aktif mengawasi. Jangan sampai Garuda hanya “sembuh” di atas kertas.

Reformasi harus menyentuh akar: manajemen, sistem gaji, hingga mentalitas “too big to fail” yang kerap jadi dalih kegagalan.

Jangan Lewatkan:
  • Sekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9
  • Ijazah Pejabat Harus Diverifikasi Ulang
  • Kabut Dalang, Gagalnya Aparat
  • Politik Kongkow, Rakyat Menunggu

Nasib Garuda bukan soal dana saja. Tapi soal keberanian berubah.

Dan keberanian itu hanya muncul jika tekanan dari pemegang saham, publik, dan sistem berjalan bersamaan.

Dana Negara Garuda Indonesia Restrukturisasi Maskapai Tata Kelola Keuangan Transformasi BUMN
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan
Next Article Daya Saing Indonesia Merosot 13 Peringkat, Efisiensi Pemerintah Jadi Sorotan

Informasi lainnya

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

25 April 2026

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

23 April 2026

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

19 April 2026

Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

15 April 2026

War Ticket: Ilusi Akses Setara

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati

Travel Alfi Salamah

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Profil Alfi Salamah

Tips Penting bagi Jamaah Haji Baru Tiba, Perhatikan 5 Hal Ini

Islami Alfi Salamah

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka

Bela Negara Bukan Membungkam Kritik

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi