Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Gempa kuat di Flores menewaskan puluhan orang, memicu tsunami kecil, longsor, kerusakan, dan ratusan gempa susulan.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 Agustus 2026 Daerah
Gempa di NTT
gempa M7,7 Nagekeo Flores memicu tsunami (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Nagekeo – Pagi di Flores belum benar-benar terang ketika tanah berguncang keras dan membuat warga berhamburan keluar rumah. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di sekitar Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026), bukan hanya mengguncang bangunan, tetapi juga memicu tsunami, longsor, kerusakan infrastruktur, dan puluhan korban jiwa.

Gempa terjadi pada pukul 04.58.23 WIB atau sekitar 05.58 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer, berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur.

Getaran dirasakan kuat di sejumlah daerah di Flores. BMKG mencatat intensitas mencapai VI MMI di Wolowae, Nagekeo, dan Bajawa, kondisi ketika banyak warga terkejut dan berlari keluar bangunan. Guncangan juga terasa di Ende, Borong, Ruteng, hingga sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

Gempa dangkal tersebut bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik busur belakang Flores. Struktur geologi ini membentang di bagian utara Kepulauan Nusa Tenggara dan sejak lama dikenal mampu menghasilkan gempa kuat.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menjelaskan gempa M7,7 tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Berdasarkan mekanisme sumbernya, gempa memiliki pergerakan naik yang memungkinkan terjadinya perubahan dasar laut dan memicu tsunami, sebagaimana disampaikan dalam keterangan BMKG di Jakarta.

Peringatan dini tsunami kemudian dikeluarkan untuk sejumlah wilayah pesisir setelah gempa terjadi. Masyarakat di daerah yang masuk status Siaga dan Waspada diminta menjauhi pantai serta menuju tempat yang lebih tinggi sembari menunggu hasil pemantauan muka air laut.

Tsunami memang terdeteksi di sejumlah titik. BMKG mencatat kenaikan muka air laut terbesar mencapai sekitar 0,94 meter di Maurole, Kabupaten Ende, pada pukul 05.27 WIB.

Gelombang juga tercatat sekitar 0,54 meter di Bulukumba, 0,38 meter di Kewapante, Sikka, serta 0,36 meter di Labuan Bajo. Kenaikan muka laut dengan ukuran lebih kecil turut terpantau di Flores Timur, Kolaka, dan beberapa titik lainnya.

Setelah melakukan pemantauan, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami sekitar pukul 07.31 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah tidak lagi ditemukan kenaikan muka air laut yang dinilai membahayakan masyarakat di kawasan pesisir terdampak.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Nelly Florida Riama saat menyampaikan perkembangan pemantauan gempa dan tsunami di Gedung MHEWS BMKG.

Baca Juga:
  • Kaltim Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Rakorda P3A
  • Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka
  • Peduli Lingkungan, Polresta Blitar Tanam 700 Bibit Pohon di Sejumlah Lokasi
  • BKKBN dan Komisi IX DPR RI Sosialisasi Penurunan Stunting di Banyuwangi

Berakhirnya peringatan tsunami tidak berarti ancaman sepenuhnya selesai. Gempa susulan terus terjadi beberapa jam setelah gempa utama.

Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 37 gempa susulan dengan magnitudo antara 3,6 hingga 6,2. Jumlah tersebut kemudian melonjak menjadi sekitar 235 gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB, dengan kekuatan berkisar magnitudo 2,5 sampai 6,2.

Rangkaian gempa susulan membuat masyarakat di sejumlah wilayah memilih bertahan di tempat terbuka. Kondisi bangunan yang telah mengalami retakan juga meningkatkan risiko ketika gempa susulan berkekuatan cukup besar kembali terjadi.

Dampak paling berat muncul pada korban manusia dan akses menuju wilayah terdampak. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan, berdasarkan data sementara hingga pukul 15.00 WIB, sedikitnya 38 orang dilaporkan meninggal dunia.

“Data yang tercatat hingga pukul 15.00, sebanyak 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang mengalami luka ringan,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers penanganan dampak gempa NTT.

BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman. Jumlah korban masih bersifat sementara karena proses pencarian, evakuasi, serta pendataan terus dilakukan di beberapa daerah.

Sebagian korban dilaporkan tertimpa reruntuhan ketika gempa terjadi pada pagi hari. Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut sedikitnya lima korban meninggal setelah tertimpa bangunan ketika sedang tidur.

Kerusakan dilaporkan terjadi di Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo, dan sejumlah wilayah lain. Bangunan rumah, fasilitas umum, hingga infrastruktur transportasi mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.

Fasilitas di Pelabuhan Maumere serta bangunan di kawasan Labuan Bajo turut terdampak. Sementara itu, longsor menutup sejumlah ruas jalan dan menyulitkan tim penyelamat menjangkau kawasan yang berada dekat pusat gempa.

Gangguan listrik dan komunikasi ikut memperlambat proses pendataan. Kondisi tersebut membuat angka kerusakan maupun korban masih berpotensi berubah setelah tim gabungan berhasil mencapai lebih banyak desa terdampak.

Artikel Terkait:
  • Trump Setujui Penjualan 3.350 Rudal Jarak Jauh ke Ukraina
  • Pintu Rolak 3 Sungai Brantas, Destinasi Ganda Mojokerto: Antara Olahraga dan Sampah
  • Satlantas Polresta Blitar Berikan Bantuan di Rumah Ibadah
  • DPRD Kutim Desak Efisiensi Anggaran, Peringatkan Potensi Sanksi

Bagi masyarakat Flores, gempa besar bukan pengalaman yang sepenuhnya asing. Wilayah ini berada pada kawasan tektonik aktif yang menyimpan sejarah gempa merusak dan tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan kawasan busur belakang Flores memiliki kemampuan menghasilkan gempa dengan magnitudo mendekati 8. Potensi tersebut menjadikan penguatan mitigasi di wilayah Nusa Tenggara sebagai kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat pesisir.

“Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7,8 hingga M7,9,” kata Wijayanto ketika menjelaskan karakter sumber gempa Flores dalam keterangan BMKG.

Catatan sejarah paling kuat berada pada gempa Flores 12 Desember 1992. Gempa besar yang kemudian memicu tsunami saat itu menghantam kawasan Maumere dan sekitarnya serta menimbulkan korban jiwa dan kerusakan dalam skala besar.

Jarak lebih dari tiga dekade antara bencana 1992 dan gempa kuat pada 2026 menunjukkan mengapa pengetahuan kebencanaan tetap penting untuk diwariskan. Di daerah rawan gempa dan tsunami, kemampuan warga mengenali guncangan kuat sebagai tanda untuk segera menjauh dari pantai dapat menentukan keselamatan dalam hitungan menit.

Peringatan melalui teknologi BMKG tetap menjadi bagian penting dari sistem mitigasi. Namun, gempa yang pusatnya dekat daratan dapat membuat waktu kedatangan tsunami jauh lebih cepat dibandingkan penyebaran informasi resmi.

Karena itu, masyarakat yang berada di pesisir dianjurkan melakukan evakuasi mandiri ketika merasakan gempa sangat kuat atau berlangsung lama. Warga tidak perlu menunggu sirene atau pesan peringatan jika kondisi di lapangan telah menunjukkan tanda bahaya.

Gempa M7,7 di Nagekeo juga memperlihatkan pentingnya kualitas bangunan di kawasan rawan bencana. Bangunan yang mampu bertahan terhadap guncangan dapat mengurangi korban, sementara jalur evakuasi yang jelas membantu masyarakat bergerak lebih cepat ketika tsunami berpotensi terjadi.

Bagi pemerintah daerah, fase setelah gempa bukan hanya soal mendirikan pos pengungsian dan menyalurkan bantuan. Pemeriksaan bangunan sekolah, fasilitas kesehatan, jembatan, jalan, pelabuhan, serta jaringan listrik perlu dilakukan sebelum aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Jangan Lewatkan:
  • Aksi Warga Sampang Ricuh, Alun-Alun Rusak dan Polisi Luka-Luka
  • Bukan Sembunyi atau Lari, Gus Barra Temui Pendemo
  • Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Tasikmalaya dan Sekitarnya
  • PKS Soroti Pentingnya Harmoni Koperasi dan BUMDes

Sekolah juga memiliki peran penting dalam mitigasi jangka panjang. Pendidikan mengenai gempa, tsunami, jalur evakuasi, dan simulasi penyelamatan dapat membuat anak-anak memahami apa yang harus dilakukan tanpa menunggu instruksi panjang ketika bencana datang.

Hingga Sabtu sore, operasi pencarian dan pertolongan masih menjadi prioritas, sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang telah rusak. Informasi mengenai jumlah korban serta tingkat kerusakan masih dapat berubah mengikuti proses verifikasi di lapangan.

Gempa M7,7 Flores pagi itu meninggalkan pekerjaan panjang setelah peringatan tsunami dinyatakan berakhir. Penyelamatan korban menjadi kebutuhan paling mendesak, sementara pemulihan berikutnya akan menguji kesiapan infrastruktur, layanan publik, dan kemampuan masyarakat Flores hidup berdampingan dengan risiko geologi yang memang berada dekat dengan mereka.

BMKG BNPB Gempa Flores Gempa Nagekeo Tsunami NTT
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTemaram di Khalifa

Informasi lainnya

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan

Editorial Udex Mundzir

Menjelajahi Dunia Cookies yang Tak Bisa Ditolak

Food Alfi Salamah

Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Perspektif Alfi Salamah

Misi Kemanusiaan yang Mendunia Palang Merah Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi