Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 28 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Setujui Penjualan 3.350 Rudal Jarak Jauh ke Ukraina

Pemerintahan Trump setujui paket senjata Rp13,79 triliun untuk Ukraina, Rusia sebut pengiriman rudal hanya memperburuk konflik.
ErickaEricka24 Agustus 2025 Daerah
Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui penjualan 3.350 unit rudal serang jarak jauh atau Extended Range Active Missiles (ERAM) kepada Ukraina. Kesepakatan ini bernilai sekitar 850 juta dolar AS atau Rp13,79 triliun, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) pada akhir pekan, mengutip keterangan dua pejabat AS.

Paket persenjataan tersebut direncanakan tiba di Ukraina dalam enam pekan ke depan. Sebagian besar biaya akan ditanggung oleh negara-negara sekutu Ukraina di Eropa. Persetujuan penjualan ini terjadi setelah Trump mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Washington.

Rudal ERAM memiliki jangkauan 241 hingga 450 kilometer. Namun, penggunaannya oleh Ukraina tetap membutuhkan izin dari Departemen Pertahanan AS (Pentagon). Hingga saat ini, belum ada rencana tambahan pengiriman rudal sejenis, meskipun Ukraina masih bisa memanfaatkan persenjataan lain buatan AS, termasuk sistem pertahanan udara dan Guided Multiple Launch Rocket System (GMLRS) dengan jangkauan hingga 145 km.

Baca Juga:
  • Pergantian Tahun Muharram: Hidupkan Semangat Hijrah Menuju Kebangkitan Bangsa
  • Kaltim Alami Curah Hujan Bervariasi Selama 1-10 Juli 2023, Data BMKG Samarinda
  • Bupati Kukar Paparkan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024
  • Retribusi Pantai Sindangkerta Disorot

Rusia bereaksi keras terhadap langkah tersebut. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menegaskan bahwa setiap kargo berisi senjata yang dikirim ke Ukraina akan menjadi target sah militer Rusia. “Setiap pengiriman senjata Barat hanya akan memperburuk konflik dan menarik NATO lebih jauh ke dalam perang,” kata Lavrov.

Moskow menilai kebijakan baru AS itu berpotensi menghambat negosiasi damai dan justru memperpanjang ketegangan. Sementara itu, Ukraina menilai tambahan rudal jarak jauh sangat krusial untuk memperkuat pertahanan menghadapi serangan Rusia yang terus berlanjut di wilayah timur dan selatan.

Artikel Terkait:
  • Ketua DPRD Kutim: Gizi Anak Kunci Masa Depan Daerah
  • Gubernur Kaltim Dukung Investor Bangun SPBU Swasta
  • Gus Barra Kunjungi Korban Kecelakaan Tangki Seruduk Penonton Karnaval Pacet
  • Dampak Penghapusan Tenaga Honorer: Penajam Siaga Hadapi Konsekuensi

Paket persenjataan ini menjadi salah satu yang terbesar sejak perang Rusia-Ukraina meletus pada Februari 2022. Dengan dukungan militer baru dari AS, Ukraina diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tempurnya, meski berisiko memicu eskalasi lebih luas di kawasan.

Jangan Lewatkan:
  • Keren, Pria di Kabupaten Blitar Ciptakan Benih Jagung Sesuai Keinginan Petani
  • Tol Jakarta-Tangerang KM25 Rampung Akhir 2025 Meski Tersendat Material
  • Kejagung Telusuri Dugaan Korupsi: Mantan Kadis ESDM Diperiksa Terkait Izin PT Sendawar Jaya
  • Pemprov Kaltim Gandeng UINSI Dukung Gratispol dan SDM Berkualitas
Donald Trump Penjualan Rudal AS Perang Rusia-Ukraina Rusia Ukraina
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article240 Jurnalis Gugur di Gaza, Tertinggi Sepanjang Sejarah Perang
Next Article Transisi Kementerian Haji: DPR Bahas Penyesuaian Struktur dan ASN

Informasi lainnya

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026

Api Pancasila dari Cisayong

2 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi

Travel Alfi Salamah

Selain 8 dan 20 Rakaat, Ini Ada Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Islami Ericka

Mengulang Jejak Sejarah: Tradisi Mengantar Jamaah Haji

Islami Udex Mundzir

Mendapatkan Hadiah Terindah Saat Kembali Dari Haji dan Umroh

Islami Alfi Salamah

Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital

Biografi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi