Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dialog Kebangsaan: Krisis Pengakuan Profesi Pembina Pramuka

Diskusi menyoroti peran pramuka. Lalu, tercuat pertanyaan apakah menjadi pembina pramuka dapat dianggap sebagai profesi.
ErickaEricka25 November 2023 Pendidikan
Dialog kebangsaan
Saparudin, M.Pd, pengawas SMK Disdik Prov Sumbar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Dosen mata kuliah Pramuka di salah satu perguruan tinggi di Indonesia Adzanil Prima Septhi Ph.D., memimpin forum diskusi berjudul “Dialog Kebangsaan #9: Evaluasi Kinerja Pembina dan Pelatih Pramuka dalam Ranah Profesionalisme”, pada Sabtu (25/11/2023).

Pak Agusrial guru SMPN 24 Padang juga Pak Saparudin, M.Pd, pengawas SMK Disdik Prov Sumbar dan rekan-rekan pramuka lainnya turut hadir dalam acara yang terlaksana secara online bertepatan pada Hari Guru Nasional.

“Apakah profesi pembina atau pelatih akan dianggap sebagai profesi ketika melatih seorang profesional? Hal ini misalnya dalam konteks olahraga, seperti sepakbola atau bola voli,” tutur Saparudin, M.Pd, pengawas SMK Disdik Prov Sumbar.

Syariffudin berpendapat bahwa pemain bola atau atlet voli adalah profesi, sehingga pelatih atau pembina dalam bidang tersebut juga profesi.

Diskusi menyoroti peran pramuka. Lalu, tercuat pertanyaan apakah menjadi pembina pramuka dapat dianggap sebagai profesi. Syariffudin mengungkapkan bahwa pramuka memiliki sejarah perjuangan dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Pramuka telah berperan penting dalam perjuangan tersebut, terutama karena pada masa itu belum ada tentara,” tutur Adzanil

Adzanil pun mengungkapkan bahwa pramuka cenderung lebih ke arah kursus daripada kompetensi. Ia mengungkapkan pentingnya pengakuan profesi dengan sertifikat kompetensi.

Namun, dalam pramuka, Adzanil meragukan apakah aspek akhlak bisa diakui sebagai kompetensi atau lebih merupakan kursus.

Kemudian, bagaimana profesi pembina pramuka ini bisa diakui oleh UU nasional? Hal tersebut masih menjadi pertanyaan dalam sesi akhir diskusi.

“Pentingnya mendidik dan pekerjaan yang tidak main-main dalam profesi. Termasuk profesi pembina pramuka yang memiliki dampak signifikan terhadap pendidikan dan perjuangan sejarah bangsa,” tutup Adzanil.

GerakanPramuka PramukaIndonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAdrofdita Tegaskan Guru Pahlawan Masa Depan Bangsa
Next Article Kesalahan Data Disos-PM, Politikus Kota Bontang Terdaftar sebagai Warga Miskin

Informasi lainnya

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

30 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

28 Januari 2026

Diky Candra Siap Kawal Aspirasi Guru Honorer Madrasah

26 Januari 2026

Guru Madrasah Tasikmalaya Tuntut Keadilan dalam Pengangkatan PPPK

26 Januari 2026

Kwaran Lamuru Gelar KMD Penggalang Cetak Pembina Andal

26 Januari 2026

AI Bantu Guru, Tapi Hambat Murid?

23 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa

Rombak Kabinet, Reformasi Aparat

Editorial Udex Mundzir

Menggapai Suci Haji: Panduan Menyeluruh Lahir dan Batin

Islami Alfi Salamah

Koperasi Rasa Franchise

Editorial Udex Mundzir

QR Warung dan Ketakutan Amerika

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.