Tasikmalaya – Belajar agama tak melulu soal teori di dalam kelas. Di hari keempat kegiatan “Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an”, siswa kelas 8 A–I SMPN 1 Cisayong diajak menyelami kisah-kisah sarat makna melalui penjelajahan tiga pos edukatif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan karakter dan literasi keagamaan siswa. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, termasuk Kelompok Edelweis. Di setiap pos, mereka mendapatkan penjelasan mengenai tiga hewan yang disebut dalam Al-Qur’an, lengkap dengan kisah sejarah, nilai moral, serta refleksi kehidupan. Total sembilan hewan dibahas dalam tiga titik penjelajahan itu.
Alya dari Kelompok Edelweis mengaku salah satu kisah paling membekas baginya adalah cerita tentang kaum Bani Israil yang mendapat hukuman karena melanggar perintah Allah.
“Dari 9 hewan yang disampaikan di 3 pos penjelajahan yang paling berkesan itu adalah kisah Bani Israil dikutuk menjadi monyet karena mencuri ikan di kolam,” ujar Alya.
Kisah tersebut menjelaskan tentang sekelompok Bani Israil yang melanggar larangan menangkap ikan pada hari yang telah ditentukan. Melalui metode diskusi dan simulasi, para pembimbing mengajak siswa memahami pentingnya ketaatan dan kejujuran. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif sehingga siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga aktif bertanya dan berdialog.
Selain itu, materi tentang katak dan belalang juga menarik perhatian peserta. Hewan-hewan tersebut dikaitkan dengan peristiwa turunnya peringatan kepada kaum yang ingkar, sehingga siswa diajak merenungkan dampak dari sikap membangkang terhadap perintah Tuhan.
Kesya, salah satu siswi kelas 8, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan. “Katak dan belalang, dan main di lapangan itu berkesan banget,” katanya penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa permainan edukatif di lapangan membuat suasana belajar terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Aktivitas luar ruang tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dijelaskan di setiap pos.
Para pembimbing pos berasal dari Pesantren Pramuka Khalifa yang turut mendampingi dan memfasilitasi jalannya kegiatan. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan para siswa.
“Alhamdulillah, seneng banget bisa berbagi pengetahuan bersama adik-adik di SMPN 1 Cisayong ini, anaknya baik-baik, seru-seru juga. Dan alhamdulillahnya bisa di ajak kerja sama,” kata Syifa, santri Pesantren Pramuka Khalifa.
Menurutnya, antusiasme siswa menjadi energi tersendiri bagi para pembimbing. Interaksi yang cair membuat proses penyampaian materi berjalan lebih efektif dan penuh keakraban.
Pihak sekolah menyambut positif kolaborasi ini karena dinilai mampu memperkaya metode pembelajaran agama. Dengan pendekatan berbasis pengalaman langsung, siswa tidak hanya memahami teks, tetapi juga menangkap pesan moral secara lebih mendalam.
Hari keempat ekspedisi ini pun menjadi momentum berharga bagi siswa kelas 8 A–I. Melalui kegiatan yang memadukan pengetahuan, refleksi, dan kebersamaan, mereka diajak menelusuri jejak hewan dalam Al-Qur’an bukan sekadar sebagai cerita, melainkan sebagai pelajaran hidup yang relevan hingga kini.
