Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menag: Santri Harus Bangga, Bukan Kelompok “The Second Population”

Menteri Agama menyerukan transformasi mental santri agar lebih percaya diri dan siap bersaing di semua bidang.
AssyifaAssyifa23 Januari 2025 Nasional
Mental santri the first society
Nasruddin Umar (Menag) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tangerang Selatan – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan keprihatinannya atas mentalitas sebagian santri yang merasa sebagai kelompok “the second population” di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya rasa percaya diri di kalangan santri agar mampu bersaing dan tampil di berbagai bidang kehidupan.

“Kepribadian santri seperti ini sudah harus diubah, ya. Santri harus bangga pada dirinya sendiri, dan santri itu bukan hanya untuk umat Islam, tapi juga untuk sekolah-sekolah keagamaan lainnya,” ujar Nasaruddin saat berbicara di Ciputat, Kamis (23/1/2025).

Menag menekankan bahwa santri harus menjadi bagian dari “the first society” yang memimpin dalam berbagai bidang. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan mental santri.

“Kita harus menjadi the first society, kita harus menjadi manusia yang paling depan,” tegasnya.

Nasruddin juga mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) untuk tidak mewarisi mentalitas merendah yang sering diasosiasikan dengan santri. Ia menegaskan bahwa ASN Kemenag harus berani tampil sebagai pembaharu.

“Saya mohon betul, mental Kementerian Agama jangan pakai mental-mental ikut-ikut santri terbiasa (merendah) di belakang,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menag mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi Kemenag yang mendapatkan rapor hijau dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Ia menyebutkan bahwa capaian ini menunjukkan Kemenag mampu bekerja secara efektif meskipun memiliki anggaran yang terbatas.

“Ternyata yang mencapai puncak paling hijau dengan pencapaian hampir 100 persen ialah Kementerian Agama,” kata Nasaruddin.

Ia juga mengingatkan bahwa keikhlasan adalah kunci keberhasilan yang membuat Kemenag terus unggul. “Orang yang ikhlas tidak akan merasa lelah dan tidak mengeluh. Mental utama adalah mampu menjadi dirinya sendiri,” tambahnya.

Nasruddin berharap para santri dan ASN Kemenag terus meningkatkan kualitas diri mereka untuk membawa perubahan positif di masyarakat. Transformasi mental ini, menurutnya, menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan diri yang kokoh di tengah tantangan zaman.

Kementerian Agama Mental Santri Nasruddin Umar Santri Indonesia Transformasi Pendidikan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleCamat Minta Pramuka Cisayong Jangan Diam, Harus Berkolaborasi
Next Article Prabowo Alokasikan Rp48,8 Triliun untuk Fasilitas IKN

Informasi lainnya

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

18 Februari 2026

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

17 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

5 Februari 2026

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Ledakan Wisata Labuan Bajo

Travel Alfi Salamah

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Suharno Maknai Kemerdekaan Indonesia ke-78 dengan Syukur dan Semangat Perjuangan

Argumen Alwi Ahmad

Regulasi Pers Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Kisah Pengusaha Lokal Kalahkan Raksasa Dunia dalam Sengketa Merek

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor