Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian

Ketika banyak yang diam demi aman, ia maju demi keyakinan dan keberanian yang tak lekang oleh zaman.
Alfi SalamahAlfi Salamah28 Desember 2025 Profil
Nusaibah binti Ka'ab
Ilustrasi Nusaibah binti Ka'ab, Perisai Rasulullah dan Pejuang Hak Asasi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Di tengah sejarah Islam yang didominasi kisah para sahabat laki-laki, nama Nusaibah binti Ka’ab berdiri kokoh sebagai simbol keberanian perempuan sejati. Ia bukan hanya hadir dalam momen-momen penting dakwah Islam, tetapi juga menjadi perisai hidup bagi Nabi Muhammad SAW saat medan pertempuran paling genting. Lebih dari sekadar figur sejarah, Nusaibah adalah cermin keteladanan spiritual, sosial, dan moral yang pantas diangkat kembali dalam konteks perempuan masa kini.

Dikenal sebagai Ummu ‘Ammarah, Nusaibah berasal dari Bani Najjar dan termasuk dalam kelompok perempuan pertama yang berbaiat kepada Nabi dalam Bai’at Aqabah Kedua. Saat Perang Uhud berlangsung kacau dan banyak pasukan Muslim terpukul mundur, Nusaibah tidak lari. Ia justru maju ke depan untuk melindungi Rasulullah, memegang pedang dan perisai, dan bertahan dalam hujan panah dan tebasan musuh.

Perempuan di Garis Terdepan

Tindakan Nusaibah pada Perang Uhud bukan hanya keberanian fisik. Ia menunjukkan ketegasan moral luar biasa, berani bertindak ketika mayoritas justru menarik diri. Ia mengalami luka-luka serius, namun tidak mundur. Bahkan, Nabi SAW bersabda bahwa di mana pun beliau memandang, selalu terlihat Nusaibah berdiri membelanya.

Ini menjadikan Nusaibah bukan hanya sosok luar biasa di masa lalu, tapi juga inspirasi tentang bagaimana perempuan bisa tampil sebagai pelindung, pengambil keputusan, dan pemimpin dalam kondisi krisis. Di masa ketika perempuan cenderung dibatasi ruangnya, Nusaibah justru menembus batas itu dengan keyakinan dan tindakan nyata.

Relevansi di Era Modern

Di zaman modern ini, kisah Nusaibah mengandung banyak pelajaran. Pertama, keberanian bukan monopoli laki-laki. Ia bisa dimiliki siapa pun yang berpegang teguh pada prinsip. Perempuan, seperti Nusaibah, berhak dan mampu mengambil posisi penting dalam perjuangan apa pun: keadilan sosial, pendidikan, lingkungan, atau spiritualitas.

Kedua, Nusaibah menunjukkan bahwa pemimpin tak selalu harus punya jabatan. Ia tidak disebut sebagai komandan, tapi tindakannya menjadi teladan. Perempuan hari ini juga bisa menjadi pemimpin di komunitasnya melalui sikap, keberanian bersuara, dan keuletan memperjuangkan nilai.

Ketiga, ia adalah ibu yang sukses menanamkan nilai perjuangan kepada anaknya. Putranya, Habib bin Zaid, adalah sahabat yang gugur mempertahankan Islam dari nabi palsu Musailamah Al-Kadzab. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan spiritual dan nilai perjuangan bermula dari rumah peran yang selama ini melekat pada sosok ibu.

Nilai yang Tak Pernah Usang

Perjuangan Nusaibah bukanlah semata tentang pertempuran fisik, tetapi juga spiritual. Ia membela Nabi bukan karena fanatisme buta, melainkan karena pemahaman akan kebenaran dan cintanya pada ajaran yang dibawa beliau. Keberanian seperti inilah yang hari ini dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia: krisis nilai, degradasi moral, dan tekanan sosial terhadap perempuan.

Dengan menjadikan sosok seperti Nusaibah sebagai referensi, perempuan zaman kini akan melihat bahwa kekuatan mereka bukan hanya ada di ruang domestik, tapi juga bisa menjadi penggerak transformasi masyarakat. Bukan hanya dalam peran tradisional, tetapi juga dalam posisi strategis, pengambilan kebijakan, dan dunia pendidikan.

Nusaibah binti Ka’ab bukan hanya ikon masa lalu. Ia adalah inspirasi masa kini dan masa depan. Teladannya menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi benteng peradaban, bukan dengan kekuatan semata, tetapi dengan keberanian memilih sikap, membela nilai, dan mendidik generasi.

Inspirasi Hidup Perempuan Muslimah Sejarah Islam Tokoh Perempuan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat
Next Article Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas

Informasi lainnya

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua

29 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan

Editorial Udex Mundzir

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

Profil Alfi Salamah

1 Agustus, Hari Scarf Pramuka Se-Dunia: Ayo Tunjukkan Scarf-mu

Daily Tips Lina Marlina

Hati-Hati Pilih Jurusan Kuliah, Ini 10 Paling Berisiko

Daily Tips Udex Mundzir

Ramadhan Terbaik

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Hukum
Ericka6 Agustus 2025

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.