Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

Ketika satu game memadukan Pokémon, senjata api, crafting, dan drama etika digital dunia pun terpikat sekaligus tercengang.
Alfi SalamahAlfi Salamah21 Januari 2026 Techno
Palworld
PUBG developer is making Palworld mobile (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Palworld bukan game biasa. Dalam hitungan hari setelah dirilis awal 2024, game ini mendadak viral di seluruh dunia. Platform streaming seperti Twitch dan YouTube Gaming dibanjiri video “first play”, meme, hingga perdebatan tentang etika game. Tidak sedikit yang menyebutnya sebagai “game paling absurd sekaligus adiktif tahun ini”.

Yang mengejutkan, Palworld bukan buatan studio raksasa seperti Nintendo atau EA, tapi datang dari Pocket Pair, developer indie asal Jepang. Namun justru dari keterbatasan itu lahirlah kreativitas radikal memadukan banyak genre dalam satu dunia terbuka yang brutal, lucu, dan memancing kontroversi.

Gabungan Gaya yang Aneh Tapi Menarik

Palworld sering dijuluki sebagai “Pokémon versi gelap”, tapi itu tak sepenuhnya akurat. Dalam game ini, pemain menjelajah dunia open world, menangkap makhluk lucu bernama “Pals”, lalu bisa memanfaatkan mereka untuk bertarung, bekerja di pabrik, bahkan memproduksi senjata.

Gameplay-nya adalah campuran:

  • Eksplorasi ala Legend of Zelda
  • Sistem crafting dan survival mirip Ark atau Rust
  • Aksi tembak-menembak seperti PUBG
  • Visual karakter yang mirip Pokémon

Hasilnya? Chaos yang terstruktur, membuat pemain penasaran, ketagihan, tapi juga mempertanyakan nilai moral dalam game.

Viral Karena Kontroversi

Salah satu alasan Palworld meledak adalah kontroversinya. Banyak kritikus menyoroti:

  • Kemiripan desain karakter dengan Pokémon
  • Mekanisme kerja paksa para “Pal” yang dinilai tidak etis
  • Pemanfaatan makhluk lucu sebagai alat industri atau militer

Hal ini memicu perdebatan sengit di media sosial. Sebagian menyebut game ini “sindiran tajam terhadap kapitalisme”, lainnya menganggapnya “eksploitasi binatang digital”.

Namun justru karena kontroversi inilah, Palworld semakin dikenal. Banyak yang akhirnya mencoba karena penasaran dan ternyata, gameplay-nya solid, seru, dan penuh kejutan.

Komunitas yang Tumbuh Cepat

Di balik semua kekacauan itu, komunitas Palworld berkembang pesat. Dalam dua bulan pertama saja, game ini mencapai lebih dari 25 juta pemain aktif, dan terus bertambah.

Modder membuat konten tambahan, streamer membuat konten roleplay, dan forum-forum penuh dengan diskusi soal strategi, lore, bahkan teori konspirasi antar Pal.

Inilah yang membuat Palworld lebih dari sekadar game viral, ia membentuk budaya baru dalam komunitas gaming.

Simbol Perubahan Industri Game

Palworld juga mencerminkan perubahan dalam industri game global. Ia menunjukkan bahwa:

  • Game dari developer kecil bisa meledak dengan strategi distribusi yang tepat (Palworld dirilis di Steam dan Xbox Game Pass).
  • Pemain kini lebih suka game eksperimental yang “ngawur tapi seru” dibanding game AAA yang repetitif.
  • Kontroversi bisa menjadi alat marketing efektif (dalam batas etika).

Kesuksesan Palworld membuka pintu bagi game indie lain untuk berani lebih liar dalam ide dan konsep.

Bukan Sekedar Grafis Keren

Palworld adalah contoh sempurna bahwa game bukan hanya soal grafis keren atau nama besar. Ia soal ide berani, eksekusi cerdas, dan kemampuan membangun dunia yang membuat pemain betah.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa gamer kini tidak hanya ingin bermain mereka ingin berpikir, tertawa, dan bahkan mempertanyakan realitas digital itu sendiri.

Game Viral 2026 GameIndie Jepang Gaming Culture Kontroversi Game Palworld
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMaraknya Child Grooming, Kurikulum Pendidikan Disorot
Next Article Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

Informasi lainnya

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

28 April 2025

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

27 April 2025

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

29 Maret 2025

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

18 Maret 2025

Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

19 Februari 2025

Survei KIC: 83,6% Masyarakat Indonesia Familiar dengan AI

9 Februari 2025
Paling Sering Dibaca

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan dalam Islam

Islami Alfi Salamah

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah

Taman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?

Editorial Udex Mundzir

Mengenal Bukit Kelam, Batu Tertinggi di Dunia dari Indonesia

Travel Ericka

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.